Search

Isti Nugroho: Penyair, Novelis dan Aktivis yang Nyaris Tak Pernah Padam, Rayakan Milad 66 Tahun

 


catatan Jacob Ereste, eseis/budayawan

KONFRONTASI- Penyair, novelis dan  aktivis pergerakan Bambang Isti Nugroho merayakan miladnya yang ke-66 dengan meluncurkan enam buku karyanya, termasuk buku sajaknya ''Anjing Anjing Sjahrir'' yang ''rada satir''.   Isti Nugroho, yang konon tidak selesai SMA, ditangkap dan dipenjara Orde Baru pada 1988 selama 8 tahun hanya karena berpikir dan mendiskusikan buku Pramudya Ananta Toer.  Kebebasan berpikir direpresi keras, tragis, dan sungguh keji rezim Orba yang otoriter itu.

Sebagai aktivis dan seniman/budayawan,  selepas dari penjara,  Isti Nugroho pada masanya diundang baca puisi/diskusi  ke Universitas Sydney, Monash, Melbourne dan Murdoch,  Australia sekitar tahun 1996-97. Dia juga diundang ke Eropa untuk baca sajak dan  diskusi di Amsterdam- Leiden Belanda dan Universitas Hamburg Jerman sekitar tahun 1996-97, serta sesekali melawat ke negeri jiran Malaysia dan Singapura. Di Australia dia terlibat diskusi antara lain dengan Prof Krishna Sen dan Prof. David Hill, dan di Jerman dia dialog dengan Prof Bernhard Dahm.  Novelis dari lingkaran sosialis-demokrat ini hidup sederhana, dan masih energik, juga biasa sholat. Di Era Presiden Prabowo Subianto ini, dia diangkat jadi staf ahli Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Ir. Iwan Sumule. Dia akui kadang sakit kecapaian karena  begitu aktif, padahal usia tak lagi muda.

BERSAMA: Isti Nugroho bersama dr. Achak, Bang Hariman Siregar, Bang Rauf, Bang Gurmilang Kartasasmita, Glen Fadly, Herdi Sahrasad, makan malam di Jakarta suatu ketika.




Isti tak hanya mampu mengurai ekspresi dan pikiran kepenyairannya sebagai aktivis pergerakan tapi juga mampu menulis puisi, novel dan esai. Dia memiliki daya magnit untuk mengumpulkan sejumlah seniman dan aktivis pergerakan dalam siluet reuni yang sangat langka terjadi yang dibalut dalam satu tema “Persahabatan Demokrasi Tanpa Henti”. Dia melaunching karya tulisnya itu dalam wujud 6 buah buku, dan dalam usia 66 tahun, dengan kelugasan dan rileks.

Para jurnalis mencatat di media bahwa ada sejumlah tokoh yang hadir mulai dari Dokter Hariman Siregar, Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Olivia Zalianty, Sri Eko Sriyanto Galgendu, Herdi Sahrasad, Iwan Sumule, Yoserizal Manua, Eko Sulys hingga budayawan Indra Tranggono dan eseis/penulis Jacob Ereste, serta sejumlah seniman dari berbagai daerah tumpah ruah di Gedung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 30 Juli 2026. Acara itu dipandu Swary Utami Dewi MA dan diperkuat kader Skuad INDEMO.

BERPOSE: Isti Nugroho,  Bambang Subono, Dhaniel Dhakidae PhD, Herdi Sahrasad, dan rekan pers di  kawasan kampus UGM, kenangan beberapa tahun silam.


Isti Nugroho bersama  Bang Andi Sahrandi, Bang Yus Sumadipraja dan rekan-rekan

Kesaksian Dr.Hariman Siregar menegaskan, sosok Bambang Isti Nugroho adalah sosok aktivis yang tangguh dan konsisten. Setidaknya, sejak reformasi tahun 1998, Bambang Isti Nugroho bergabung dengan INDEMO (Indonesian Democracy Monitor) yang menjadi gudang sekaligus markas aktivis dan mahasiswa di Jakarta.

Testimoni Bursah Zarnubi SE yang sangat mengagumi tokoh yang gigih melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan seperti yang dilakukan Bambang Isti Nugroho. Ada juga testimoni dari kawan terdekat Bambang Isti Nugroho sejak masa remaja hingga sekarang, yaitu budayawan Indra Trenggono, penulis yang cukup produktif mengikuti perkembangan seni dan budaya dari sudut kota Yogya.

Lalu ada juga testimoni dari Iwan Sumule dan Kamerat Kanjeng yang diselingi pembacaan puisi Olivia Zalianty dan Desyana,serta pembacaan puisi oleh Bambang Isti Nogroho sendiri yang berjudul “Anjing-Anjing Sjahrir” (mantan Perdana Menteri Sjahrir-red) yang spesial diperuntukkan kepada tokoh PSI, yaitu Rachman Tolleng dan Iwan Sumule.

Peristiwa budaya yang langka ini, juga dipadukan dengan milad ke-66 usia Bambang Isti Nugroho berikut paparan testimoni tentang sosok sang aktivis yang juga penyair sampai hikayat terbuinya di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan hingga di kirim ke Nusa Kambangan akibat dari tuduhan telah menebarkan ajaran komunis pada masa rezim Orde Baru, saat dia masih masih bermukim di Yogyakarta.

Kasus yang menjerat Bambang Isti Nugroho bersama Bambang Subono yang disusul kemudian oleh Bonar Tigor Naipospos — setahun setelah Isti dan Bono ditangkap — mereka bertiga diadili  rezim Orde Baru dan dijerat pasal-pasal subversi, dituduh menyebar paham komunis yang dianggap mengancam stabilitas nasional. Masing-masing mereka, Bambang Subono divonis 7 Tahun, Bambang Isti Nugroho 8 tahun dan Bonar Tigor Naipospos 8,5 tahun.

Bambang Isti Nugroho memang terbilang aktivis berat, karena saat meresmikan Kelompok Studi Palagan, ia mengundang sejumlah seniman, terutama penyair Yogyakarta untuk merayakan peresmian kelompok tersebut di kediamannya, bagian Selatan Kota Yogyakarta.

Ketika itu, suhu politik dan pergerakan mahasiswa dan seniman Yogyakarta cukup menegang, akibat diberlakukannya BKK (Badan Koordinasi Kemahasiswaan) dan NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus) hingga berpuncak pada aksi besar mahasiswa dan aktivis pergerakan, dimana kendaraan lapis baja militer masuk ke dalam kampus, dan massa aksi — utamanya di Gelanggang Mahasiswa UGM dibrondong dengan senjata berpeluru tajam, sehingga bekasnya ditandai oleh banyak lubang di tembok bangunan sekitar Gelanggang Mahasiswa tersebut.

NKK dan BKK diberlakukan saat Menteri Pendidikan dan Pendidikan dijabat oleh Dr. Daoed Joesoef lewat SK No. 0156/U/1978. Sejak itu eskalasi politik semakin memanas, dan aksi yang digelar mahasiswa Yogyakarta gencar juga memprotes kasus pengadilan terhadap Bambang Isti Nugroho serta Bambang Subono
yang dituduh subversif sekitar tahun 1989 hingga 1990, setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dijabat oleh Prof. Dr. Fuad Hassan dengan menurunkan SK No.4033/U/1990 tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan hingga populer dengan sebutan Kebijakan SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) yang mengizinkan kembali dibentuknya lembaga kemahasiswaan untuk tingkat fakultas, serta merta mencabut kebijakan NKK/BKK.

Jadi jelas Bambang Isti Nugroho sebagai aktivis dan juga penyair berkelindan dalam pusaran aktivis mahasiswa dan kaum pergerakan yang ada di Yogyakarta pada kisaran tahun 1970 beranjak dewasa dan matang hingga tahun 1990 — setelah nyantrik di Wirogunan sampai Nusa Kambangan — jadi semakin tangguh terus berproses hingga melahirkan 6 buku sekaligus, dan mampu membangun jaringan yang luas serta bisa menjadi perekat seniman, budayawan serta kaum pergerakan dan aktivis seperti yang dikehendaki oleh INDEMO (Indonesian Democracy Monitor) yang dibesut Hariman Siregar sampai hari ini.

Mungkin event budaya kali ini dapat dikatakan tak lagi bisa dimonopoli oleh seni dan kepenyairan saja, sebab etos perlawanan yang enggan menyerah, seperti nilai-nilai sakral spiritual, mulai mengendap dalam lubuk hati dan pusat batin dan jiwa para pejuang,  yang  saya kira, tak perlu disebut pahlawan.

***

Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 30 Juli 2026

(ff)

COMMENTS

 

Nama

EKBIS,12, ENGLISH,3, FEED,116, GLOBAL,23, HIBURAN,2, HUKUM,26, IPTEK,6, NASIONAL,24, OLAHRAGA,7, OPINI,1, POLITIK,13, RAGAM,7, Z,139,EKBIS,5256,ENGLISH,2371,FEED,56553,FOKUS,5716,GLOBAL,13297,HIBURAN,3094,HUKUM,7330,IPTEK,5630,NASIONAL,17901,OLAHRAGA,3429,OPINI,2080,POLITIK,6553,PROMOTE,5,RAGAM,11123,RELIGI,1105,Z,49588,
ltr
item
Konfrontasi: Isti Nugroho: Penyair, Novelis dan Aktivis yang Nyaris Tak Pernah Padam, Rayakan Milad 66 Tahun
Isti Nugroho: Penyair, Novelis dan Aktivis yang Nyaris Tak Pernah Padam, Rayakan Milad 66 Tahun
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjxXpXQXHCVwmoz34SHWvXhNsWN7dV53mKA6ia4TNRKG5fbcsf4ralUCULyYzYthn2Bh3uvo2nR6ntZYEJglSLgWKquQFAaGUxwngslnrluQi7jpgBQi02qllEF-Nhh2lA3qvjjNvDSMwuHqQy3pZVzV_XIcQZAsqKp7JgsZ25Tds7Zcgrd1uexZGUF_LOO
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjxXpXQXHCVwmoz34SHWvXhNsWN7dV53mKA6ia4TNRKG5fbcsf4ralUCULyYzYthn2Bh3uvo2nR6ntZYEJglSLgWKquQFAaGUxwngslnrluQi7jpgBQi02qllEF-Nhh2lA3qvjjNvDSMwuHqQy3pZVzV_XIcQZAsqKp7JgsZ25Tds7Zcgrd1uexZGUF_LOO=s72-c
Konfrontasi
https://www.konfrontasi.com/2026/08/isti-nugroho-penyair-novelis-dan.html
https://www.konfrontasi.com/
https://www.konfrontasi.com/
https://www.konfrontasi.com/2026/08/isti-nugroho-penyair-novelis-dan.html
true
7622946317735281371
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy