LHOKSEUMAWE - Sepuluh unit rumah di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (9/4/2026) sore, dilaporkan rusak akibat angin kencang di wilayah tersebut.
Selain itu, sejumlah desa juga dilaporkan terendam banjir.
Juru Bicara Pemerintah Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, dihubungi via telepon, menyebutkan hujan deras dan angin kencang mengakibatkan atap rumah warga rusak.
"Kerusakan rumah warga juga bervariasi, ada yang berat dan ringan, mulai dari kerusakan atap, hingga bagian-bagian lainnya," kata Taruna, Kamis.
Saat ini, tim Pemerintah Kota Lhokseumawe membantu evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.
"Kami masih lakukan pendataan serta membantu evakuasi warga yang membutuhkan bantuan evakuasi. Jika diperlukan tenda, segera kami pasang," sebutnya.
Banjir Sejumlah Desa
Adapun untuk banjir, sambungnya, masih dilakukan pendataan kerusakan yang ditimbulkan karena banjir.
Hujan deras mengakibatkan sejumlah desa terendam di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (9/4/2026).
Namun, belum ada pengungsian hingga saat ini.
Informasi yang dihimpun Kompas.com, desa terendam banjir ialah Desa Meunasah Dayah, Paloh, Blang Payang dan Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Salah seorang warga Kompleks Kandeh Residence Desa Meunasah Dayah, Cut Andyna, menyebutkan banjir disebabkan bukit di kawasan itu longsor pada bencana 26 November 2025 lalu dan hingga kini belum diperbaiki.
"Sehingga setiap kali hujan, sumber air paling deras dari bukit itu langsung merendam badan jalan. Semakin lama semakin parah banjirnya, ketinggian air 30 sentimeter," ujar Cut Andyna.
Selain itu, saluran parit tersumbat sehingga air tidak bisa mengalir ke kawasan lainnya.
"Langsung merendam jalan dan pemukiman," katanya.
Dia berharap, Pemerintah Kota Lhokseumawe melakukan penataan bukit yang longsor tersebut sehingga kawasan itu bebas dari banjir.
Sementara itu, warga Desa Blang Payang, menyebutkan jalan utama juga terendam karena banjir sehingga warga harus ekstra hati-hati saat berkendara di lintas nasional Medan-Banda Aceh itu.
"Kami harap, pemerintah kota melakukan penataan saluran pembuang sehingga tidak banjir lagi. Kondisi ini sudah rutin terjadi," pungkasnya. I kps
COMMENTS