TOKYO - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di hadapan parlemen pada Senin menyatakan bahwa Jepang tidak dapat mengirimkan kapal pasukan pertahanan diri ke Kawasan Timur Tengah.
Pernyataan PM tersebut untuk merespons seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz.
"Belum ada keputusan yang diambil. Kami terus mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan Jepang secara independen. Mengirim pasukan pertahanan diri untuk melindungi kapal adalah sesuatu yang mustahil," kata Takaichi.
Pada Ahad (15/3), Trump menyeru Jepang, China, Prancis, Korea Selatan, Inggris, dan sejumlah negara' lainnya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna memulihkan lalu lintas jalur tersebut.
Stasiun TV Jepang NHK, yang mengutip sumber pemerintah, melansir bahwa Jepang tidak akan mengirimkan kapal perang hanya karena Trump mengatakan demikian.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi selama debat parlemen mengkonfirmasi bahwa pemerintah tidak mempertimbangkan langkah tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran menanggapinya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya berdalih serangan "pencegahan" itu dilakukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mengakui bahwa mereka ingin mendorong perubahan kekuasaan di Iran. I tar
COMMENTS