KONFRONTASI- – Presiden Ahlina Institute Dr dr.Tifauzia Tyassuma MSc PhD atau akrab dipanggil Dokter Tifa (Alumnus FK- UGM) mengungkapkan bakal memberikan dukungan kepada calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang. Dokter Tifa menyabet dua gelar Doktor (PhD) yakni bidang Epidemiologi Molekular dari Universitas Indonesia dan bidang filsafat dari STF Driyarkara, Dia itu sangat memikat karena sikap dan daya kritisnya yang sehat. Saya tak pernah bertemu dengannya, namun mengikuti kiprahnya di media sosial, Dr Tifa adalah tipikal perempuan sangat terpelajar dari kelas menengah yang sungguh tangguh dan mengagumkan.
Saya melihat Dr Tifa sangat multi talenta, bakat alam dan intelektualismenya telah membuatnya seorang ''scholar'' dan aktivis sosial yang tajam, bernas dan berani, meski mungkin saja dia bisa keliru, dan itu manusiawi. Kita sangat respek terhadapnya, dia tipikal Kartini/Dewi Sartika/Rohana Kudus modern yang spirit, keberanian, karakter, visinya dan gagasan/imajinasinya rasanya melampaui zaman
Kembali ke soal capres 20224, dia bilang begini.
Dan kata Dr.dr.Tifa, ada syarat khusus yang dia inginkan, yakni capres tersebut berani membuat statement tentang tidak perlu menambah vaksinasi Covid-19.
“Saya akan mendukung calon presiden 2024 yang berani berkata di hari-hari ini : No More Covid Vaccine,” ungkapnya melalui akun twitter pribadinya @DokterTifa, Selasa (31/5/2022).
“Vaksin Covid tidak diperlukan lagi. Sudah terjadi herd immunity,” ujarnya.
Saat ini menurutnya covid-19 sudah tidak membahayakan karena cakupan vaksinasi sudah cukup.
“Virus Covid sudah jauh dari berbahaya. Cakupan vaksin sudah terpenuhi. Tapi bicaranya sekarang ya, bukan 2024,” pungkasnya memberi syarat.
Rupanya Dokter Tifa tidak sendiri, banyak warganet yang sependat dengannya.
“Kalau itu saya sangat setuju sekali. percuma ganti presiden kalau masih kaki tangannya s*l*t gombal,” ujar akun @has***.
“So do i doc,” tulis akun clair****.
“Di Jepang juga sekarang udah mau vaksin ke 4. Dan negara jepang sangat memperdulikan akan kesehatan rakyatnya,” ucap akun @aura**** membandingkan.
“Setuju Dok. Buat apa mengelu-elukan capres meski hebat sekalipun tapi dukung Pakcen banget, lah rakyate pada tersiksa hingga sekarat kedepannya akibat Pakcen gmn dong?. Kadang saya heran sama rakyat nya juga gmn ya mikirnya,” tulis akun @Eva***** mengomentari postingan dokter Tifa.
Saya curiga ada perburuan rente dalam kasus belanja vaksin Covid di era Jokowi, melibatkan para menteri dan elite istana. Semoga Tuhan YME membuka jalan untuk menyingkap siapa yang terlibat dalam rent seeking economy trilyunan rupiah itu, dimana uang rakyat (APBN) dikeruk oleh segelintir elite kuasa dan elite usaha. Walahualambisawab.
(catatan kecil herdi sahrasad, pengajar senior Universitas Paramadina/berbagai sumber))
COMMENTS