Skip to main content
x

Temui Rizal Ramli, Presidium KAMI Bahas Dampak Corona dan Krisis Ekonomi, Pelumpuhan KPK, Maraknya Korupsi, Bansos, Buruh RRC dan Dana Haji serta BuzzerRp

KONFRONTASI- Silaturahmi KAMI Se-Jawa kepada tokoh nasional Rizal Ramli (RR) berkaitan dengan kajian dari Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia se Jawa (KAMI se JAWA), tentang kondisi sulit yang sedang dialami bangsa Indonesia. Baik karena pandemi Covid 19, maupun karena krisis Ekonomi. Diperparah pelumpuhan KPK, Korupsi yang meluas. Juga Bansos untuk rakyat kecil yang dirampok. Banjirinya TKA Tiongkok. Dana Haji serta Rakyat yang dibelah melalui buzzerRp sewaan, demokrasi yang terancam. Serta kekuatiran dengan ketidakmampuan Pemerintah Jokowi  untuk mencarikan jalan keluar dari multi krisis tersebut. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris KAMI se Jawa Sutoyo Abadi sebagai pembuka dan memperkenalkan Rombongan KAMI se Jawa ini.

Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Delegasi Presidium KAMI se Jawa diantaranya  Presidium KAMI Jatim,  Daniel M Rasyid diwakili oleh Donny Handra Cahyono Komite Eksekutif, KAMI Jateng Mudrick SM Sangidu, KAMI Yogja Syukri Fadholi, KAMI Jabar, Syafril Sjofyan, DKI Jakarta Djudju Purwantoro dan Banten Abuya Shiddiq berserta jajaran kepengurusan masing masing. Bersilaturahmi kepada Tokoh Nasional Begawan Ekonomi Dr. Rizal Ramli di kediamannya Selasa 8/6/2021, diskusi mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Menurut Bang RR ,demikian panggilan akrabnya, ditengah situasi yang tidak normal KAMI se Jawa harus berjuang dengan pikiran yang tetap sehat, berjuang dengan penuh keberanian demi kebenaran. Fokus terhadap apa yang diinginkan dan dikeluhkan rakyat. 

Untuk menyelamatkan bangsa, katanya,  jangan terjebak kepada hal teknis dan issue agama yang sengaja dimainkan oleh pihak Islamphobia seperti masalah Radikal Radikul dan intoleransi.

''Jangan pula seperti BuzzerRp, sewaan, tanpa argumentasi, menyerang pribadi, dengan tujuan menghancurkan karakter dan kredibilitas orang, tetapi harus masalah subsantif serta aktual dan faktual,'' kata RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur

 

(red)

 

NID
195989