Skip to main content
x

Tanah Longsor di Manado, BPBD: Tiga Orang Meninggal Dunia

Konfrontasi - Longsor terjadi di Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Sabtu (16/1/2021) sore.

Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga menyatakan, ada tiga orang tewas akibat tertimbun longsoran tanah.

Ketiga korban bernama Fany Poluan (50), Arni Lorens (43), dan Chelsea (7).

"Korban longsor ada tiga orang. Saya sementara di lokasi ini," kata Donald dilansir Kompas.com, Sabtu (16/1/2021) lewat sambungan telepon.

Donald menjelaskan, longsor terjadi karena curah hujan sedang hingga lebat melanda Kota Manado dua hari terakhir hingga Sabtu sore ini.

"Selain longsor, hujan sedang hingga lebat yang melanda Manado juga mengakibatkan banjir. Ada banyak titik lokasi banjir dan sementara kita data," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem melanda wilayah Sulawesi Utara dalam dua hari terakhir.

Hingga sore ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur Kota Manado.

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben Arther Molle menjelaskan, ada beberapa penyebab cuaca ekstrem di Sulut.

Sesuai pantauan BMKG, selain La Nina, ada beberapa fenomena cuaca yang memberikan dampak yang cukup signifikan di wilayah Sulut.

"Pertama adalah gelombang tropis aktif yang mengakibatkan pertumbuhan awan-awan hujan yang lebih signifikan. Lalu kedua, kelembapan udara yang relatif tinggi dan suhu muka laut yang hangat, sehingga mendukung suplai massa udara basah di Sulawesi Utara," kata Ben saat dikonfirmasi.

Penyebab lainnya adalah adanya pertemuan angin dan perlambatan angin yang memicu hujan lebat dan potensi petir di wilayah-wilayah terbentuknya.

Dia menuturkan, periode Januari-Februari, hujan untuk wilayah Sulut secara umum diperkirakan masih pada kategori menengah hingga tinggi (50 mm-200 mm/dasarian atau per pekan). (kcm/mg)

NID
190729