11 December 2019

Yusril Ihza Mahendra

Rocky Gerung: Argumen Yusril agak Kacau dan Cenderung Baper

KONFRONTASI-Proses persidangan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat tim hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin terlihat kelabakan, sehingga teori dan jawaban yang diucapkan terkesan ngaco.

Tudingan itu diucapkan pengamat filsafat politik, Rocky Gerung di acara catatan Demokrasi Kita yang diunggah melalui akun Youtube Indonesia Lawyers Club yang diunggah pada Selasa (19/6/19).

Ketika Yusril Membongkar Kecurangan Lembaga Survei

KONFONTASI - Kinerja KPU yang kita saksikan dalam sepekan terakhir, nyata begitu lamban dan banyak salah hitung. Akun Youtube Saeful Zaman mengingatkan kembali pernyataan Yusril Ihza Mahendra yang sudah sangat lama, tapi masih sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Tulisan Yusril di akun FB-nya pada tanggal 23 oktober 2013, 6 tahun yang lalu, yang kurang lebih menyampaikan bahwa lembaga-lembaga survei itu, bukanlah lembaga yang murni akademis, tetapi lembaga profesional yang komersial.

Surat Terbuka Dewan Da'wah Kepada Yusril Ihza Mahendra

KONFRONTASI -  Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) Mohammad Siddik menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Surat yang ditulis kemarin itu terkait teguran DDII mengenai sikap dan keputusan politik Yusril belakangan ini.

Berikut surat terbuka ketum DDII kepada ketum PBB:

Surat Terbuka Dewan Da'wah Kepada Saudara Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra

Kepada Yth.

Saudara Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra

di-Tempat

PA 212: YIM Pengemis Suara

KONFRONTASI - Kami atas nama PA. 212 tentunya tidak bisa melepaskan diri dari sejarah tentang perjuangan ummat dibawah komando Imam Besar HRS,  menyampaikan tanggapan terkait pernyataan YIM kepada media, kami tersinggung berat atas usulan YIM dengan nada sinis yang dengan sengaja menantang  Imam Besar kami HRS untuk membentuk partai FPI 

Kudeta Yusril, PBB Selamat?

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Partai Bulan Bintang (PBB) porak poranda. Partai gurem ini dilanda tsunami setelah tanggal 27 Januari 2019 memutuskan mendukung incumben. Sebagian kadernya mundur dari caleg dan keanggotaan. Sebagian yang lain mencoba melakukan kudeta. Munaslub.

PBB Umumkan Sikap Politik Akhir Januari

KONFRONTASI - Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menyatakan partainya akan mengumumkan dukungan kepada pasangan capres – cawapres pada akhir Januari 2019.

Yusril Ihza Mahendra menyatakan, rencana penyampaian sikap politik akhir Januari itu merupakan jawaban pertanyaan dari berbagai pihak. Pertanyaan itu terkait adanya deklarasi para caleg PBB dalam mendukung salah satu paslon dalam pilpres.

’’Deklarasi itu tidak mengatasnamakan partai, melainkan pribadi-pribadi para caleg,’’ tuturnya, Selasa (15/1).

Yusril: Tengku Zulkarnain Bukan Menyebar Hoax, Hanya Mempertanyakan Informasi

KONFRONTASI-Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyarankan pihak kepolisian mengabaikan laporan penyebaran konten hoaks terhadap Tengku Zulkarnain.

Pasalnya, pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut bukan orang pertama yang menyebarkan kabar bohong terkait tujuh kontainer kertas suara pemilihan presiden yang sudah dicoblos untuk pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Presiden PBB Siap Dampingi Habib Rizieq Hadapi Proses di Arab Saudi

Konfrontasi - Partai Bulan Bintang (PBB) menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Habib Rizieq Shihab yang tengah menjalani proses hukum di Arab Saudi terkait pemasangan bendera bertuliskan kalimat tauhid. Bahkan, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra siap turun langsung menjadi penasihat hukum bagi imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

"PBB dan ketum PBB (Yusril, red) siap jadi pengacara HRS," kata Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noor, Jumat (9/11/2018).

Yusril Bela Jokowi-Ma'ruf Pasca Pilpres

KONFRONTASI - Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra resmi ditarik sebagai tim pengacara pasangan Capres dan Cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan kubu lawan pasca Pilpres.

"Tugas Yusril termasuk memberikan pembelaan pasca Pilpres 2019 jika Jokowi-Ma'ruf terpilih, dan digugat ke Mahkamah Konstitusi oleh Prabowo-Sandi. Saya melihatnya, tugas ini yang akan dilakukan Yusril," ucap Karyono, Jumat (9/11)

Dukung Jokowi-Ma'ruf, Naluri Politik Yusril Sangat Tajam

KONFRONTASI - Pro dan kontra masih berlanjut terkait keputusan bergabungnya Yusril Ihza Mahendra dalam tim penasihat hukum pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Terutama dalam kaitannya pada sikap politik Yusril yang juga sebagai Ketua Umum PBB jelang Pilpres 2019 mendatang.

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, keputusan Yusril itu tentu sudah dipertimbangkan secara matang dalam ranah politik.

Pages