21 June 2018

Yudi Latif

Implikasi Politik Yudi Latif karena Mundur dari BPIP

KONFRONTASI- Yudi Latif mengumumkan kemunduran dirinya dari posisi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Keputusan yang mengejutkan banyak orang lantaran sebelumnya muncul polemik soal besaran gaji yang diperuntukan para pengurus BPIP ini.

Yudi Latif Mundur dari BPIP, Denny JA: Tafsir Pancasila Mana Yang Sedang Berkuasa?

Refleksi Mundurnya Yudi Latif dari Ketua BP Ideologi Pancasila

Oleh: Denny JA

Setahun setelah menjabat sebagai kepala BP Ideologi Pancasila (dulu UKP- PIP), Yudi Latif mengundurkan diri. Bukan isu mundur itu benar yang membuat prihatin.

Yudi Latif Mundur dari BPIP, Ini Respon Jokowi

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo yakin integritas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif, tidak perlu diragukan meski Latif mengajukan surat pengunduran diri dari posisi yang baru ia jabat selama setahun itu.

Yudi Latif Mundur sebagai Kepala BPIP, Khatibul Umam Wiranu: Bukti Rapunya Lembaga-lembaga Disekitar Presiden

KONFRONTASI - Anggota Fraksi PD MPR RI, Khatibul Umam Wiranu mengatakan sungguh mengejutkan informasi soal mundurnya Yudi Latif dari posisi Kepala BPIP.

"Yudi yang sejak awal mendapat mandat menahkodai Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) merupakan sosok yang tepat, Yudi merepresentasikan diktum "The Right Man on The Right Place", orang yang tepat  di tempat yang tepat pula." jelasnya dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (8/6)

Mundur dari BPIP, Yudi Latif: Terima Kasih, Mohon Pamit

Salam Pancasila!
Saudara-saudaraku yang budiman,
Hari kemarin (Kamis, 07 Juni 2018), tepat satu tahun saya, Yudi Latif, memangku jabatan sebagai Kepala (Pelaksana) Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)--yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selama setahun itu, terlalu sedikit yang telah kami kerjakan untuk persoalan yang teramat besar.

Yudi Latif Beri Sinyal Bakal Mundur dari BPIP?

KONFRONTASI-Tepat pada Kamis (7/6) kemarin, Yudi Latif genap setahun memimpin lembaga Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Diakui Yudi, selama setahun dia memimpin, BPIP masih sedikit memberi kontribusi untuk bangsan ini. Dia juga menjelaskan bahwa selama menjabat kepala BPIP, lembaganya baru menghabiskan dana Rp 7 miliar. 

Polemik Gaji BPIP Dikhawatirkan malah Menghancurkan Pancasila. Yudi Latif Sebut Megawati cs jadi Korban

KONFRONTASI- Polemik gaji BPIP sudah mencemaskan, dikhawatirkan menghancurkan Pancasila itu sendiri. Sebab BPIP dijadikan proyek kapital oleh elite neoliberal dengan gaji yang tinggi, dan itu justru dikhawatirkan menghancurkan Pancasila itu sendiri. Demikian pandangan para analis dan aktor pergerakan yang melihat ada gejala pembusukan Pancasila di balik polemik gaji tinggi BPIP itu. ''Dampak tingginya gaji di balik polemik itu yang jadi kekhawatiran saya,'' kata Nehemia Lawalata, tokoh GMNI INdonesia Timur.

Yudi Latif: Pancasila Bukan Sekedar Ornamen Pembelajaran

KONFRONTASI-Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif berharap upaya penanaman ideologi Pancasila di kampus kembali diperkuat mengingat perebutan berbagai macam ideologi ada di lembaga pendidikan tinggi itu.

"Penanaman nilai-nilai Pancasila perlu disemai kembali karena ruang kontestasi ideologi ruang rebutnya ada di kampus," kata Yudi Latif saat Seminar dan Bedah Buku "Pancasila Sebagai Orientasi Mewujudkan Peradaban Kasih" di Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, Jumat.

Menurut Yudi, selama 20 tahun pascareformasi, nilai-nilai Pancasila tidak lagi menjadi subjek penting yang intensif ditanamankan mulai level pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Padahal, simpul perekat ikatan antarmasyarakat ada pada nilai-nilai Pancasila.

Menurut dia, tanpa ada gerakan yang masif untuk kembali menghidupkan penanaman ideologi pancasila, paham-paham transnasional, termasuk radikalisme mudah menyusup di ruang-ruang pendidikan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Badan Intelijen Nasional (BIN) Tahun 2017, menyebutkan bahwa sekitar 39 persen mahasiswa terpapar paham radikalisme.

Ia menilai selama ini subjek penting dalam pendidikan di Indonesia hanya difokuskan pada pencapaian kecerdasan personal. Akibatnya, penghargaan prestasi akademik secara peresonal yang selalu menjadi ukuran.

Oleh sebab itu, menurut Yudi, penting bagi perguruan tinggi menyadari bahwa selain memacu kecerdasan personal juga perlu ditanamkan kecerdasan kekeluargaan melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

"Jadi Pancasila bukan sekadar ornamen pembelajaran, tetapi merupakan fundamen penting dalam pembelajaran," kata dia.

Memaafkan Untuk Bangkit Bersama Demi NKRI Yang Lebih Baik

KONFRONTASI - Saling memaafkan adalah langkah terbaik untuk mengubur masa lalu yang silam. Dan saling memaafkan akan menjadi tonggak untuk bangkit bersama demi membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih baik di masa mendatang.

Partai Pengusung Isu SARA Bakal Tak Laku di Pertarungan Politik

Konfrontasi - Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif menyebut jika Indonesia sebagai bangsa yang bisa belajar cepat. Lantaran Indonesia bisa memahami bahwa masalah bangsa, isu soal ketertinggalan, ketidakadilan, tak dapat diselesaikan hanya melalui jalan melawan politisasi atas perbedaan-perbedaan identitas.

Menurut Yudi di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi masa kini, mestinya memfokuskan energi untuk hal-hal produktif.

Pages