Yuan

Yuan Tiongkok Terdevaluasi, Harga Minyak Jatuh

KONFRONTASI-Harga minyak AS merosot ke tingkat terendah dalam lebih dari enam tahun pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah devaluasi mata uang mengejutkan di Tiongkok mengangkat kekhawatiran tentang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, jatuh 1,88 dolar AS menjadi ditutup pada 43,08 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, tingkat terendah sejak Maret 2009, lapor Xinhua.

Nilai Rendah Minyak Beri Sentimen Negatif Rupiah

Konfrontasi - Kurs Rupiah diprediksi terus melemah di level support 12.600. Pelemahan harga kontrak minyak dunia memperlambat laju Rupiah terhadap Dollar.

"Pelaku pasar lebih memilih pada aset-aset safe heaven, di antaranya USD," ujar Kepala Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Selain itu, ada kekhawatiran terhadap masalah Yunani yang melemahkan Euro berimbas negatif pada Rupiah.

AS Bantah Tiongkok Memanipulasi yuan

KONFRONTASI - Tiongkok tidak memanipulasi mata uangnya, tetapi mendorong Beijing untuk berbuat lebih banyak fokus pada permintaan domestik -- bukan ekspor -- guna mendorong pertumbuhan ekonominya, kata Departemen Keuangan AS, Rabu.

Dalam laporan dua kali setahun kepada Kongres, yang akan menetapkan sanksi pada setiap negara yang secara resmi dicap sebagai "manipulator," Departemen Keuangan mengatakan yuan atau renminbi (RMB), telah "pulih sebagian" dari penurunan tajam di awal tahun dan menguat 1,9 persen sejak akhir April.

Pages