Xinjiang

Lewat Citra Satelit, Lembaga Australia Sebut China Telah Hancurkan 16 Ribu Masjid, Gereja dan Kuil Budha Utuh

Konfrontasi - Otoritas China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang. Temuan itu diungkapkan Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI) dalam laporan terbaru tentang pelanggaran HAM yang meluas di wilayah bergolak itu, Jumat (25/9/2020).

Terkait Tragedi Uyghur di Xinjiang, Mesut Ozil Sindir Muslim Indonesia?

KONFRONTASI -  Pemain sepakbola, Mesut Ozil baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang menjadi sorotan dunia.

Secara lugas, dia menyinggung mengenai dugaan kekerasan yang terjadi terhadap muslim Uighur di Xinjiang, China.

Penggawa Arsenal itu mengkritik tindakan keras China terhadap Uighur dan menyayangkan banyaknya warga muslim yang bungkam atas hal tersebut.

“(Di China) Quran dibakar, Masjid ditutup, Sekolah-sekolah Teologi Islam, Madrasah dilarang, Cendekiawan agama dibunuh satu per satu.

Menlu AS Pompeo Sebut Tindakan China di Xinjiang Noda Abad Ini

KONFRONTASI -   Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pompeo menyoroti tindakan China terhadap kelompok minoritas di Xinjiang, termasuk Muslim Uighur, dalam peluncuran laporan praktik HAM di setiap negara di dunia tahun 2019. Menurutnya, apa yang terjadi di Xinjiang sebagai "noda abad ini".

Laporan praktik hak asasi manusia (HAM) di berbagai negara dirilis saban tahun oleh Departemen Luar Negeri Amerika. Sudah 44 tahun departemen tersebut rutin merilis laporan praktik HAM di berbagai negara setiap tahunnya.

Mengerikan, Ribuan Muslim Uighur di Xinjiang Dilaporkan Dipaksa Jadi Buruh Pabrik Brand Ternama

KONFRONTASI -   Menurut sebuah laporan baru, ribuan Muslim dari kelompok minoritas Uighur China bekerja di bawah kondisi paksaan di pabrik-pabrik yang memasok beberapa merek terbesar dunia.

Dikutip dari BBC, Senin (2/3/2020), lembaga Kebijakan Strategis Australia (ASPI) mengatakan ini adalah fase selanjutnya dalam pendidikan ulang Uighur di Tiongkok.

Mengenang Lagi Kampung Uighur di Xinjiang yang Diratakan, Pengungsi Wanita di AS: Kembalikan Rumahku

KONFRONTASI -   Penindasan etnis Uighur di Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memang masih terus berlangsung di balik wabah virus corona yang menggegerkan dunia.

Seperti diberitakan Pikiran-Rakyat.com, Pemerintah Tiongkok sejak lama memulai kebijakan yang sangat diskriminatif terhadap salah satu etnis Muslim di Negeri Tirai Bambu.

Kebijakan ini disebut telah dimulai pada tahun 2014 saat ditekennya pembatasan kelahiran etnik minoritas Muslim di Xinjiang.

Beredar Video Ratusan Tahanan Pria Diikat di Xinjiang

KONFRONTASI -   Potongan video dari sebuah pesawat nirawak atau drone yang menunjukkan ratusan pria yang ditutup matanya dan dibelenggu di Xinjiang, China beredar. Dilansir di The Guardian, Senin (23/9), dalam video itu polisi China mengarahkan para pria tersebut dari sebuah kereta.

Adegan itu diyakini sebagai sebuah transfer tahanan di Xinjiang. Video itu diunggah anonim di Youtube pekan lalu. Para tahanan itu tampaknya adalah warga Uighur dan kelompok minoritas lain.

Kamp 'Cuci Otak' Xinjiang Seret Bank Dunia ke Penindasan kaum Minoritas Uighur

KONFRONTASI -   Polemik mengenai dugaan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) di Xinjiang terhadap kaum minoritas Uighur dan Kazakh, turut menyeret Bank Dunia. Lembaga internasional tersebut mengucurkan dana untuk membantu "kamp cuci otak" di sana.

Adalah anggota parlemen AS yang pertama mengangkat kekhawatiran bahwa dana pembayar pajak AS yang dipinjamkan melalui Bank Dunia ke China bakal berakhir untuk mendanai program Beijing yang melanggar HAM dan menciptakan ketidakadilan ekonomi secara global.

Sudah Menginjakkan Kaki di Xinjiang, Ustaz Azzam Sodorkan Fakta ke YM

KONFRONTASI -  Pernyataan Yusuf Mansur yang menyebut wilayah Xinjiang, China, sangat indah, mendapat tanggapan dari CEO dan Founder of AMI Group and AMI Foundation, Ustaz Azzam Mujahid Izzulhaq.

Ustaz Azzam Sodorkan Fakta ke YM

Pria yang sudah menginjakkan kakinya langsung ke daerah itu, menyodorkan sederet fakta, yang mau tak mau, suka tak suka, harus diakui jika Xinjiang, khususnya Uighur, jauh dari kata ‘indah’.

Pages