WHO

WHO: Suntik Vaksin Covid-19 Bukan Hal Wajib

KONFRONTASI -    Setelah beberapa perusahaan farmasi dunia berhasil menemukan vaksin Covid-19 dengan tingkat keberhasilan tinggi, beberapa negara akan mulai menjadwalkan vaksinasi kepada penduduknya. Tapi massif-nya proses vaksinasi Covid-19 ini, membuat para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak membayangkan diberlakukannya vaksinasi wajib di seluruh dunia.

WHO menentang wajib vaksin bagi warga dunia, ini penjelasannya

KONFRONTASI -    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menentang diberlakukannya vaksinasi wajib di seluruh dunia untuk membendung penyebaran virus corona, Senin (7/12/2020).

Melansir Reuters, para pejabat WHO menilai, kampanye informasi dan penyediaan vaksin bagi kelompok-kelompok prioritas seperti pekerja rumah sakit dan orang tua akan lebih efektif karena jumlah kematian global telah mencapai 1,5 juta.

Pengakuan WHO, Tak Pernah Endorse Vaksin Apapun

KONFRONTASI -    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, per 25 September 2020 ini telah ada 40 kandidat vaksin virus corona (Covid-19) yang dalam evaluasi klinis dan 149 calon vaksin dalam evaluasi praklinis.

Namun, lembaga yang berbasis di Jenewa, Swiss itu menegaskan bahwa hingga saat ini mereka tidak pernah menyetujui atau mendukung vaksin corona manapun.

WHO: Hanya Jakarta yang Penuhi Standar Minimum Tes Corona di Jawa

KONFRONTASI -   Kapasitas tes virus corona di Indonesia jadi sorotan organisasi kesehatan dunia (WHO). Mereka menyatakan hanya Provinsi DKI Jakarta satu-satunya wilayah di Pulau Jawa yang memiliki pengujian Covid-19 di atas standar minimum satu per seribu orang. Hal ini disampaikan WHO dalam laporan situasi Covid-19 di Indonesia yang dipublikasikan mereka hari Rabu (1/7) lalu.

WHO: Perang Melawan Corona Masih Panjang

KONFRONTASI-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara masih akan terus berjuang melawan penyebaran virus Corona (COVID-19). WHO juga memperingatkan negara yang mengalami lonjakan kasus Corona menyusul kebijakan pelonggaran lockdowm.

"Beberapa negara... telah mengambil pendekatan yang terfragmentasi. Negara-negara ini menghadapi jalan yang panjang dan berat ke depan," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam briefing virtual dari kantor WHO di Jenewa, seperti dilansir Reuters, Kamis (2/7/2020).

Pages