WHO

Pengakuan WHO, Tak Pernah Endorse Vaksin Apapun

KONFRONTASI -    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, per 25 September 2020 ini telah ada 40 kandidat vaksin virus corona (Covid-19) yang dalam evaluasi klinis dan 149 calon vaksin dalam evaluasi praklinis.

Namun, lembaga yang berbasis di Jenewa, Swiss itu menegaskan bahwa hingga saat ini mereka tidak pernah menyetujui atau mendukung vaksin corona manapun.

WHO: Hanya Jakarta yang Penuhi Standar Minimum Tes Corona di Jawa

KONFRONTASI -   Kapasitas tes virus corona di Indonesia jadi sorotan organisasi kesehatan dunia (WHO). Mereka menyatakan hanya Provinsi DKI Jakarta satu-satunya wilayah di Pulau Jawa yang memiliki pengujian Covid-19 di atas standar minimum satu per seribu orang. Hal ini disampaikan WHO dalam laporan situasi Covid-19 di Indonesia yang dipublikasikan mereka hari Rabu (1/7) lalu.

WHO: Perang Melawan Corona Masih Panjang

KONFRONTASI-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara masih akan terus berjuang melawan penyebaran virus Corona (COVID-19). WHO juga memperingatkan negara yang mengalami lonjakan kasus Corona menyusul kebijakan pelonggaran lockdowm.

"Beberapa negara... telah mengambil pendekatan yang terfragmentasi. Negara-negara ini menghadapi jalan yang panjang dan berat ke depan," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam briefing virtual dari kantor WHO di Jenewa, seperti dilansir Reuters, Kamis (2/7/2020).

Kendalikan Corona, WHO Minta Pakistan Kembali Terapkan Lockdown

KONFRONTASI-Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan agar pihak berwenang Pakistan memberlakukan kembali lockdown yang ketat.

Imbauan ini disampaikan demi mengekang penyebaran virus corona di Pakistan.

Sebagaimana diketahui, kasus-kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi di Asia Selatan meningkat secara eksponensial semenjak lockdown dicabut bulan lalu.

Dikutip dari Al Jazeera, dalam sepucuk surat yang dikirim ke pemerintah pada Minggu (7/6/2020), Kepala WHO Pakistan, Palitha Mahipala buka suara.
Palitha mengatakan, Pakistan tidak memenuji salah satu dari enam kriteria teknis dari WHO untuk melonggarkan lockdown.

"Sampai hari ini, Pakistan tidak memenuhi syarat untuk membuka lockdown," terang surat tersebut.
Lebih lanjut, pemerintah Pakistan yang dipimpin Perdana Menteri Imran Khan telah memberlakukan pembatasan lockdown dengan berbagai aturan.

Pencabutan lockdown mengantarkan meroketnya kasus virus corona di Pakistan.

Sejauh ini, lima dari sembilan hari di bulan Juni telah mencatat peningkatan kasus harian.

Infeksi harian meningkat sekitar 1.700 per hari sebelum relaksasi mejadi 5.385 kasus baru pada 9 Juni 2020.

Di Pakistan, per Rabu (10/6/2020) memiiki 113.702 kasus virus corona, dengan 2.312 kematian yang dilaporkan.

Tingkat Infeksi Virus Corona di Pakistan Terlalu Tinggi

Lebih jauh, dalam suratnya, WHO menegaskan tingkat infeksi virus corona di Pakistan terlalu tinggi.

Ini menunjukkan, tidak cukup pengujian yang dilakukan pemerintah Pakistan.

Terkait hal itu, WHO merekomendasikan agar Pakistan meningkatkan pengujian harian menjadi lebih dari 50 ribu per hari.

Saat ini, kapasitas pengujian di Pakistan sekira setengah dari jumlah itu.

WHO juga mengatakan, sistem pengawasan Pakistan untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, perawatan medis dan pelacakan kontak terbilang lemah.

"Kapasitan terbatas dalam memberikan perawatan (hanya 751 ventilator) dan populasi tidak siap untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku," terang Mahipala.

PM Khan Menolak Menerapkan Kembali Lockdown

Lebih jauh, Perdana Menteri Khan telah lama dikabarkan menolak menerapkan kembali tindakan lockdown.

Dia juga mengesampingkan kemungkinan dalam pernyataan yang dibuat awal pekan ini.

"Meski pun pembatasan lockdown memperlambat penyebaran virus, kit ajuga harus menyadari, bahwa Pakistan adalah negara miskin," katanya dalam pidato yang disiarkan TV, Senin (8/6/2020).

"Kita tidak punya pilihan selain membuka kembali Pakistan," paparnya.

"Seluruh dunia mengerti bahwa lockdown bukanlah solusi," tambahnya.

Hengkang dari WHO, AS Berikan Pukulan Terhadap Perang Melawan Corona Victor Maulana

KONFRONTASI -   Keptusan Amerika Serikat yang hengkang atau cabut dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendapat reaksi dari negara-negara besar. Rusia, misalnya, menyesalkan keputusan itu karena akan memberikan pukulan pada kerangka internasional untuk kerja sama melawan pandemi Corona.

Benua Amerika Jadi Episentrum Baru Penyebaran Corona

KONFRONTASI-Benua Amerika muncul sebagai episentrum baru pandemi COVID-19, demikian dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada konferensi pers Selasa (26/5).

Pernyataan itu muncul saat penelitian Amerika Serikat memprediksikan lonjakan kematian di Brazil dan negara-negara Amerika Latin lainnya hingga Agustus.

“Kini bukan saatnya untuk negara-negara untuk melonggarkan pembatasan,” kata Carissa Etienne, Direktur WHO untuk Amerika sekaligus kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) melalui konferensi video.

AS Ancam Minggat dari WHO, Begini Respon China

KONFRONTASI-Ancaman Amerika Serikat untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hanyalah untuk mengalihkan kesalahan Washington atas penanganan Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian kepada wartawan pada Selasa (19/5). Itu adalah respons untuk surat dari Presiden Donald Trump yang mengancam akan menghentikan pendanaan untuk WHO.

Pages