WhatsApp

Sebar Hoax, Nomor Whatsapp Bisa Diblokir Permanen

KONFRONTASI-Whatsapp melakukan tindakan tegas terhadap para penyebar hoaks. Nomor pengguna yang kerap menyebar hoaks dapat dihapus oleh pihak WhatsApp.

Ketika nomor dihapus oleh pihak WhatsApp, pengguna tak akan bisa memulihkan nomor itu kembali. Hal tersebut dikatakan oleh Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti, ketika ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta, mengatakan saat nomor dihapus oleh pihak WhatsApp, pengguna tidak lagi bisa menggunakan WhatsApp dengan nomor yang sama.

Heru Sutadi: Ada yang lebih penting daripada pembatasan forward message WhatsApp

KONFRONTASI -  Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai ada yang lebih penting daripada keputusan pembatasan forward message yang dilakukan oleh WhatsApp.

Hal lebih penting yang dimaksud Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi yaitu, pemerintah diminta mengimbau WhatsApp untuk menggunakan data center untuk menerima pesan memproses dan menyebarkan konten yang berasal dari orang Indonesia atau yang diproduksi di Indonesia

Diapresiasi, Langkah Whatsapp Batasi "Forward"

KONFRONTASI-Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berpandapat pembatasan kuota meneruskan pesan atau forward di platform tersebut sebagai langkah yang baik untuk mengurangi sebaran konten negatif.

"Saya apresiasi. Saya menghormati langkah WhatsApp," kata Rudiantara usai bertemu perwakilan WhatsApp global di Kementerian Kominfo, Senin petang.

Stiker WhatsApp Akan Bisa Dipilih Melalui Gboard

Konfrontasi - Aplikasi pesan instan, WhatsApp, terus melakukan inovasi agar tak ditinggalkan oleh para penggunanya. Mereka banyak mengeksplorasi berbagai macam fitur baru agar pengguna semakin betah menggunakan aplikasi ini. 
 
Salah satunya yakni WhatsApp berencana memperkenalkan cara lebih mudah untuk mengirim stiker, yaitu dengan mengintegrasikannya ke dalam keyboard pintar milik Google, Gboard, dikutip Phone Arena, Sabtu (19/1/2019) 

Neeraj Arora Mundur dari Whatsapp

KONFRONTASI-Salah seorang petinggi di WhatsApp, Neeraj Arora meninggalkan perusahaan tersebut setelah tujuh tahun berada di sana.

Arora meninggalkan WhatsApp dengan jabatan terakhir sebagai Chief Business Officer, dia mengumumkan pengunduran dirinya Senin (26/11), seperti diberitakan Telegraph.

Di akun Facebooknya, Arora menyatakan dia ingin "mengisi ulang energi dan menghabiskan waktu bersama keluarga". 

Video Kecelakaan Rombongan Santri Menyebar, Warga: Tolong Jangan Disebar Lagi

Konfrontasi - Video rombongan santri Miftahul Huda Semanan, pimpinan KH Noval, yang mengalami kecelakaan mobil pikap di Kota Tangerang, Banten, beredar luas.

Dalam video yang berdurasi 29 detik itu, tampak sejumlah santri mengalami luka berat di bagian kepala dan berlumuran darah. Bahkan, korban lainnya bergelimpangan di jalan dan belum mendapatkan pertolongan dari kepolisian.

Semprul! Duda "Kelonin" Pelajar SMA 15 Kali, Suruh Saudara Merekam dan Diupload ke Medsos

Konfrontasi - Agus Rahmat tega menyebar video bercintanya dengan pelajar SMA kelas 2 gara-gara sakit hati diputuskan. Duda 33 tahun ini memadu kasih dengan gadis berusia 16 tahun itu sebanyak 15 kali. Sebut saja nama ceweknya Melati (bukan nama sebenarnya).

Ketika siswi kelas XI SMA di Kecamatan Babulu ini meminta putus, Agus mengancam akan menyebar foto dan video bercintanya bersama Melati.

Buruh harian lepas itu mengancam dengan harapan korban tetap mempertahankan hubungannya. Namun, ancaman tersebut tak dihiraukan. Korban tetap bersikukuh memutus jalinan kasih dengan duda dua anak yang sudah dua kali menikah tersebut.

Tak terima diputus, video berkonten hubungan badan itu pun disebar ke teman-teman pelaku maupun teman sekolah korban melalui Messengger Facebook.

Tak terima video mesum disebar mantan kekasihnya, Melati ditemani orangtuanya melaporkan pelaku ke Polres Penajam Paser Utara (PPU) pada 30 Oktober 2018.

Kasat Reskrim Polres PPU Iptu Iswanto mengatakan, setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap mantan kekasih korban.

Tersangka Agus tercatat sebagai warga Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur. Pelaku mengakui bahwa pemeran video mesum yang beredar adalah dirinya dan Melati.

“Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku, betul telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. Juga mengakui dia menyebar video berkonten persetubuhan melalui Messenger Facebook,” kata Iswanto pada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/1) sore.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Iswanto mengungkapkan, pada awalnya pelaku dan korban anak di bawah umur ini berkenalan melalui WhatsApp (WA).

Setelah intens berkomunikasi melalui WA, pria yang dua kali menduda ini pun menjalin kasih dengan Melati pertengahan tahun 2018. Mereka sering ketemu di kampung korban di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, PPU.

Ketika keduanya terikat hubungan percintaan, pelaku terus membujuk korban melakukan persetubuhan. Untuk melancarkan niat bejatnya, buruh harian lepas ini berjanji akan menikahi korban. Akhirnya, kesucian Melati pun dipersembahkan.

Sepanjang Juli-Oktober 2018, pelaku dan korban melakukan persetubuhan lebih dari 15 kali. Bahkan, pelaku dan korban melakukan persetubuhan tak mengenal tempat. Mulai tempat tertutup hingga tempat terbuka.

WhatsApp Uji Fitur Balas Pesan Secara Pribadi dalam Grup

Konfrontasi - WhatsApp Beta mengaktifkan fitur baru yang memungkinkan pengguna membalas pesan secara pribadi kepada seseorang dalam grup.

Dikutip dari Phone Arena, Jumat (2/11/2018), fitur baru balas pesan secara pribadi hanya dapat diaktifkan dalam obrolan grup.

Untuk menggunakannya, Anda harus memilih pesan yang ingin Anda balas, dan ketuk tiga titik di bagian atas obrolan, kemudian pilih opsi "Balas Secara Pribadi."

Whatsapp Hadirkan Fitur Stiker Versi Beta

KONFRONTASI-WhatsApp sedang menyiapkan fitur baru, Stiker, yang kini telah meluncur dalam versi beta.

Dikutip dari Android Police, Jumat, WhatsApp telah menggulirkan beta 2.18.329 (APK Mirror). Opsi stiker akan muncul di tab bagian bawah bersebelahan dengan fitur emoji dan GIF.

Opsi tersebut mungkin tidak segera diaktifkan, sehingga Anda perlu menunggu pembaruan dari sisi server atau setidaknya menerima satu stiker dalam chat untuk memicu kehadiran opsi tersebut.

Pages