18 August 2019

WhatsApp

Tips Jaga Privasi di Whatsapp

KONFRONTASI-WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan paling populer di dunia, dan menurut Statista, per Juli 2019 ada 1,6 miliar orang yang menggunakan platform ini setiap bulannya.

Sebagai platform komunikasi, WhatsApp secara default diatur untuk membagikan informasi tentang Anda sebanyak mungkin kepada teman atau pengguna lain.

Namun, tanpa Anda sadari bahwa WhatsApp telah membagikan informasi tentang Anda lebih banyak dari yang Anda kira, yang bagi sebagian orang, itu sangat mengganggu privasinya.

Whatsapp Siapkan Fitur Kunci Sidik Jari

KONFRONTASI-Aplikasi perpesanan terpopuler dunia WhatsApp akan segera menyediakan fitur keamanan baru untuk melindungi privasi pengguna, yakni Fingerprint Lock, pengunci aplikasi dengan autentifikasi sidik jari.

Fitur Fingerprint Lock, yang sebelumnya disebut Authentication atau Screen Lock, akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan, menurut WaBetaInfo, yang selalu memberikan informasi paling awal mengenai pembaruan-pembaruan WhatsApp.

Fitur Ini Bikin Whatsapp Mirip Instagram

Konfrontasi - Fitur Boomerang yang selama ini hanya ada di aplikasi Instagram, sepertinya dalam waktu dekat juga akan hadir di WhatsApp.

Melalui laman WABetaInfo, WhatsApp dikabarkan sedang mengembangkan fitur Boomerang sendiri yang fungsinya akan meniru dari aplikasi saudaranya, Instagram.

Saat ini, WhatsApp sedang melakukan pengujian agar fitur ini dapat bekerja sempurna pada 1,3 miliar pengguna aplikasi pesan instan tersebut.

Facebook Beri Nama Tambahan untuk Whatsapp dan Instagram

KONFRONTASI-Perusahaan raksasa media sosial, Facebook Inc, akan menggunakan nama mereknya pada dua aplikasi berbagi foto dan pesan populer, Instagram dan WhatsApp.

Kendati tidak dapat langsung dilihat oleh pengguna, namun pada aplikasi Instagram kini tertulis "Instagram from Facebook" pada bagian bawah layar pengaturan.

Facebook juga berencana menambahkan namanya dalam layanan perpesanan WhatsApp, meski saat ini nama itu belum terlihat pada WhatsApp versi pembaruan 2.19.203.

Cristiano Ronaldo 'Semangati' Dybala Pindah ke MU

Konfrontasi - Cristiano Ronaldo dilaporkan ikut mendorong Paulo Dybala pindah dari Juventus ke Manchester United di transfer musim panas ini. 

Daily Mail melansir, Ronaldo mengatakan kepada Dybala di grup WhatsApp pemain Juventus, agar pindah ke MU dan menjadi seorang juara.

Dalam beberapa hari belakangan, Dybala disebut-sebut akan ditukar dengan striker MU Romelu Lukaku.

Tersangka Pornografi Anak Sebar Hasil Rekaman Porno ke Grup WhatsApp

Konfrontasi - Tersangka pornografi anak melalui WhatsApp video call, AAP (27) ternyata menyebarkan rekaman pornografi ke WhatsApp grup.

Hal ini diungkap oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Kombes Pol Iwan Kurniawan.

“Nah sejauh ini dari hasil rekaman yang dijadikan pelaku untuk mengancam para korban-korbannya itu, memang sudah sempat dimasukkan kedalam satu grup WhatsApp,” ujar Iwan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).

Modus Game Online, Pelaku Ajak Anak- Anak Lakukan Pornografi

Konfrontasi - Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengamankan pelaku asusila terhadap anak- anak dibawah umur.

Pelaku bernama AP (27) diamankan di rumahnya Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 16 Juli 2019 sekitar jam 21.00 WIB.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, modus pelaku melancarkan aksi kejahatan pornografi tindak kejahatan anak dengan berkenalan di salah satu akun aplikasi game online.

India Negara Pertama yang Bisa Cicipi Whatsapp Pay

KONFRONTASI- - Sistem pembayaran via WhatsApp, atau WhatsApp Pay, dikabarkan sudah bisa meluncur pada tahun ini. Tetapi fitur itu belum bisa dirasakan pengguna WhatsApp di seluruh dunia.

Menurut Business Today yang dilansir Cnet, India menjadi negara yang akan kali pertama bisa mempergunakan WhatsApp Pay. Saat ini layanan pesan instan itu memang memiliki 400 juta pengguna di India, dari total 1,5 miliar pengguna global.

Dulu Jebol Whatsapp, Kini Spyware Pegasus Bisa Jebol Cloud

KONFRONTASI-Spyware Pegasus yang sempat ramai karena bisa menjebol WhatsApp kabarnya sudah diperbarui oleh NSO Group -- pembuatnya --, dan kini disebut bisa menjebol cloud storage.

Dilansir dari Financial Times, Selasa (23/7/2019), NSO Group kini menjajakan Pegasus versi baru yang tak cuma bisa mencuri data di iPhone dan ponsel Android, melainkan juga mengakses informasi pengguna yang disimpan di dalam cloud.

Riset Symantec: Whatsapp dan Telegram Rentan Disusupi

KONFRONTASI-Dokumen dan foto yang dibagikan via aplikasi pengiriman pesan WhatsApp dan Telegram bisa diekspos dan dimanipulasi oleh orang-orang yang berniat jahat, menurut hasil penelitian baru oleh tim di perusahaan keamanan, Symantec.

Kelemahan keamanan, dijuluki Media File Jacking, memengaruhi WhatsApp Android secara default, juga Telegram untuk Android jika fitur tertentu diaktifkan, jelas Yair Amit, Wakil Presiden dan CTO Keamanan OS Modern di Symantec.

Pages