8 December 2019

WhatsApp

Whatsapp Disusupi Spyware, India akan Lakukan Audit

KONFRONTASI-India berencana mengadakan audit untuk sistem keamanan platform WhatsApp setelah aplikasi berkirim pesan tersebut disusupi spyware di ribuan perangkat pengguna, termasuk di India.

Menteri Komunikasi India, Ravi Shankar Prasad, saat di parlemen menyatakan tim darurat Indian Computer Emergency Team (CERT-In) meminta WhatsApp untuk memberikan sejumlah informasi pada 9 November lalu, seperti dikutip dari Reuters, Jumat.

Video Wik-wik Pak Camat dengan Selingkuhan Viral

Konfrontasi - Maksud hati ingin update status di WhatsApp, S, Camat Karangtengah Kabupaten Wonogiri ini justru mendapat petaka. Tanpa sengaja, ia justru mengunggah video bersama wanita selingkuhannya. Video tak senonoh tersebut akhirnya menyebar luas dan berujung dengan urusan hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dalam video yang tak sengaja diunggah tersebut, S melakukan hubungan intim dengan wanita yang bukan istrinya.

Whatsapp Uji Coba Fitur Hapus Pesan Otomatis

KONFRONTASI-WhatsApp sedang mengembangkan fitur baru yang sangat penting, yang akan mengubah cara orang menggunakan WhatsApp, yaitu fitur hapus pesan otomatis.

Dikutip dari Gadgets NDTV, Rabu (27/11/2019), WhatsApp baru merilis update beta untuk Android. Di versi ini, fitur hapus pesan otomatis sudah ada.

Pendiri Instagram Serukan Hapus Whatsapp dari Ponsel, Alasannya?

KONFRONTASI-Pendiri Telegram Pavel Durov meminta para pengguna menghapus (uninstall) aplikasi WhatsApp di ponsel.

Alasannya, WhatsApp telah gagal melindungi pengguna. Sebab aplikasi terebut kerap dijebol oleh aplikasi jahat (malware) seperti Trojan misalnya. Trojan ini digunakan untuk memata-matai isi ponsel pengguna.

“Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel. Kecuali jika Anda tak keberatan ketika foto dan pesan yang Anda kirim terpapar ke publik suatu hari nanti,” tulis Durov pada channel Telegram miliknya.

WhatsApp Miliki Logo Baru

Konfrontasi - Setelah pengumuman logo baru Facebook, Inc. perusahaan yang berpusat di California ini  melanjutkan dengan mengubah logo dari aplikasi perpesanannya, WhatsApp.

Logo tersebut hadir dengan tambahan tulisan 'from Facebook'. Logo baru milik WhatsApp itu ditampilkan di bagian bawah pengaturan.

Selain itu, aplikasi pesan singkat yang saat ini sedang populer dikabarkan segera merilis fitur dark mode atau mode gelap di platform mereka.

Polres Depok Amankan Mucikari 19 Tahun yang Carikan PSK Pelajar Sekolah

Konfrontasi - Polres Depok menangkap seorang mucikari berinisial DP (19) yang melakukan perdagangan wanita di Depok. Muncikari tersebut diketahui menjual seorang gadis SMA.

Awalnya DP mendapatkan pesanan dari seorang pria melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (11/11) yang minta dicarikan seorang gadis kelas II SMA. Saat itulah DP bertemu dengan korban inisial SP yang ternyata juga sedang membutuhkan uang.

Di Negara Ini Whatsapp Hanya Bisa Untuk Kirim Pesan

KONFRONTASI-WhatsApp memang dapat digunakan di Uni Emirat Arab untuk berkirim pesan. Akan tetapi, panggilan suara maupun video melalui aplikasi messaging itu kena blokir alias dilarang.

Alasannya tak banyak dijelaskan. Kabarnya karena layanan voice over internet protocol (VoIP) melanggar regulasi setempat dan terkait isu keamanan. Tak cuma WhatsApp, layanan lain semacam Skype dan Face Time juga dicekal.

WhatsApp Business Hadirkan Fitur Baru untuk Permudah Pemasaran Produk

KONFRONTASI-WhatsApp Business kini menampilkan fitur baru katalog yang memungkinkan pebisnis memamerkan produk mereka ke pelanggan potensial. Ini akan semakin memudahkan pebisnis atau penjual untuk memasarkan produk.

Dilansir Techcrunch, katalog ini berfungsi secara efektif sebagai etalase seluler di WhatsApp. Menariknya, fitur ini hadir sehingga pengguna tidak perlu repot beralih ke halaman web.

Pemerintah Israel Bantah Terlibat Skandal Peretasan WhatsApp

Konfrontasi - Pemerintah Israel angkat bicara soal kasus dugaan peretasan WhatsApp yang melibatkan perusahaan teknologi pengintai NSO Group. Pemerintah Zionis menegaskan bahwa NSO tidak punya hubungan sama sekali dengan pemerintah.

"NSO adalah aktor swasta yang ada di Israel, seperti ribuan lainnya yang berkecimpung di sektor siber, tetapi tidak ada keterlibatan pemerintah Israel sama sekali di sini. Ini bukan tentang Negara Israel," ujar Menteri Keamanan Zeev Elkin seperti dilansir Reuters, Jumat (1/11/2019).

Whatsapp Tuding Perusahaan Israel Gunakan Aplikasinya untuk Spionase

KONFRONTASI-WhatsApp telah mengajukan gugatan kepada perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group Technologies. Gugatan tersebut dilayangkan karena NSO dianggap telah menyusupi pengguna WhatsApp dengan perangkat lunak berbahaya.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (30/10/2019) WhatsApp juga menuding bahwa NSO telah mengirim malware ke 1.400 ponsel untuk keperluan pengawasan. Beberapa pengguna yang terkena termasuk jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pembangkang politik, dan diplomat.

Pages