Watimpres

Bos Judi Jadi Wantimpres, Jokowi Cacat Moral

KONFRONTASI - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengkritik langkah Presiden Jokowi memilih Jan Darmadi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).  Pasalnya, kader Partai Nasdem itu sempat dikabarkan pernah menjadi bos judi.

"Memasukkan bos judi sebagai Wantimpres justru menghina lembaga Kepresidenan itu sendiri," ujarnya Kamis (21/1/2015).

Karena, lanjut dia, secara antropologis bagi masyarakat Indonesia langkah itu cacat moral. Dia menilai, langkah itu semakin menunjukkan Jokowi tak bisa lepas dari bagi-bagi kekuasaan.

Ramadhan Pohan: Jokowi Harus Tolak Segala Bentuk Intervensi Ketum Parpol Dalam Kebijakan Politiknya

Konfrontasi - Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan meminta Presiden Joko Widodo menolak segala bentuk intervensi ketua umum partai politik dalam kebijakan yang diambilnya.

"Pak Jokowi fokus saja pada tugas dan kewenangannya dan jika ada upaya intervensi dari ketum-ketum (parpol) apalagi yang bertentangan nurani publik, tolak saja," katanya, Kamis (22/1).

Dian Permata: Profesionalisme Wantimpres Diragukan

KONFRONTASI - Enam dari sembilan anggota Watimpres masih aktif di partai politik. Keenam orang itu yakni Sidarta Danusubrata (PDI Perjuangan), Suharso Monoarfa (PPP), Yusuf Kertanegara (PKPI), Jan Darmadi (Nasdem), Rusdi Kirana (PKB), dan Subagyo Hadi Siswoyo (Hanura).

Peneliti senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata, mengatakan, politik kepentingan dan balas budi tidak bisa dilepaskan dan menjadi instrumen utama masuknya nama-nama dalam Watimpres.

Astagfirullah, Bos Judi, Jan Darmadi alias Apiang jadi Watimpres, Jokowi Terlalu

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo resmi melantik Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Jan Darmadi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). 

Pria yang dikenal dengan panggilan Apiang tersebut mendapat sorotan tajam karena disebut sebagai bekas bos judi.

Pernyataan tersebut dilontarkan pertama kali oleh Profesor Sosiolog dari Universitas Indonesia Prof. Thamrin Amal Tomagola setelah Jokowi melantik kesembilan Wantimpres di Istana Negara, Senin (19/1). Pernyataan tersebut ditulis Tamagola melalui akun Twitter pribadinya.

Watimpres Rangkap Jabatan Parpol Langgar UU

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menuai kritik terkait kebijakannya melantik kader partai politik (parpol) sebagai anggota dewan pertimbangan presiden (Wantimpres).

"Menurut hukum mereka tidak boleh memegang jabatan di parpol selama menjadi anggota Wantimpres," ujar Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis kepada Sindonews melalui pesan singkat, Selasa (20/1/2015).

Soal Watimpres, SBY Lebih Baik dari Jokowi

KONFRONTASI - Putri Presiden Soekarno atau Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belajar kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memilih anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menurutnya, Wantimpres era SBY adalah tokoh-tokoh yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.

"Ambil contoh era Pak SBY, Wantimpres-nya dari berbagai unsur. Saya salah satunya, Wantimpres bidang politik saat itu," ujar Rachmawati Soekarnoputri Selasa (20/1/2015).

Jan Darmadi alias ''Apiang'',Mantan Bos SDSB Jadi Wantimpres, Jubir PPI: Jokowi Tambah Error

KONFRONTASI - Jubir Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Mamun Murod Al Barbasy mengkritik Presiden Jokowi terkait penunjukan politikus Partai Nasdem Jan Darmadi alias Apiang sebagai anggota Dewan Pertimpangan Presiden (Wantimpres). Menurutnya, penunjukan Jan semakin menambah catatan error Jokowi dalam membentuk kabinetnya.