Wall Street

Ini 137 Perusahaan China Yang Bakal Didepak AS dari Wall Street

KONFRONTASI -   Senat Amerika Serikat (AS) atau DPD-nya AS meloloskan RUU di bidang pasar modal yakni "Holding Foreign Companies Accountable Act" atau RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing yang digulirkan pada Rabu (20/5/2020) waktu AS. Jika RUU ini disahkan maka akan menjadi ancaman bagi perusahaan China yang melantai di bursa saham AS.

137 Perusahaan China Akan Dievakuasi dari Wall Street, Presiden Trump Berang?

KONFRONTASI -   Senat Amerika Serikat (AS) atau DPD-nya AS meloloskan RUU di bidang pasar modal yakni "Holding Foreign Companies Accountable Act" atau RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing yang digulirkan pada Rabu (20/5/2020) waktu AS. Jika RUU ini disahkan maka akan menjadi ancaman bagi perusahaan China yang melantai di bursa saham AS.

Usaha Kecil Bakal Diguyur 500 Milyar Dolar AS, Wall Street Melonjak

KONFRONTASI - Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ketika harga minyak pulih dan Kongres tampaknya akan menyetujui hampir 500 miliar dolar AS lebih, dalam bentuk bantuan untuk usaha kecil keluar dari krisis virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 456,94 poin atau 1,99 persen, menjadi ditutup di 23.475,82 poin. Indeks S&P 500 naik 62,75 poin atau 2,29 persen, menjadi berakhir di 2.799,31 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 232,15 poin atau 2,81 persen, menjadi 8.495,38 poin.

Wall Street melonjak 9% setelah Trump menyatakan darurat nasional corona

KONFRONTASI -    Wall Street melesat di perdagangan terakhir pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan darurat nasional virus corona pada Jumat (13/3).

Kemarin, Dow Jones Industrial Average menguat 9,36% ke 23.185,62. Indeks S&P 500 melompat 9,29% ke 2.711,02 setelah turun 9,5% di hari sebelumnya. Nasdaq Composite menanjak 9,35% ke 7.874,88.

Meski melesat di perdagangan terakhir pekan ini, Dow Jones masih turun 10,36% dalam sepekan terakhir. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masih tercatat turun masing-masing 8,79% dan 8,17% dalam sepekan.

Pernyataan kondisi darurat nasional Trump akan memungkinkan pengucuran dana sebesar US$ 50 miliar untuk melawan pandemi virus corona. Tak cuma mengangkat Wall Street, pernyataan Trump pun menyulut kenaikan harga minyak karena Trump menyatakan bahwa AS akan mengambil keuntungan atas penurunan harga minyak untuk menaikkan cadangan strategis AS.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa kondisi akan membaik, tapi ini mengarah ke jalur yang tepat," kata Michael Arone, chief investment strategist State Street Global Advisors kepada Reuters.

Arone mengatakan bahwa investor dan penduduk AS kecewa dengan respons awal pemerintah AS atas pandemi virus corona.

Meski bursa menguat, volatilitas pasar masih tinggi. Penguatan pasar saham menyebabkan investor melepas US Treasury. Ini menyebabkan yield surat utang AS naik. Yield US Treasury bertenor 10 tahun naik ke 0,9829% dari sebelumnya 0,852%.

Justin Hoodendoorn, head of fixed income strategy and analytics Piper Sandler di Chicago mengatakan hanya ada sedikit bids di pasar. "Ini menunjukkan volatilitas tinggi dan bahwa kurang likuiditas di pasar,"  kata dia.

Kemarin, harga minyak mentah WTI naik 4,54% ke US$ 31,73 per barel dan minyak brent naik 5,27% ke US$ 34,97 per barel. Meski naik, harga minyak masih mencatat penurunan mingguan terburuk sejak 2009.

Nilai tukar dolar melanjutkan penguatan hari sebelumnya. Partisipan pasar mengatakan bahwa tanda-tanda tekanan pendanaan dolar masih ada dan otoritas kemungkinan perlu untuk bertindak lebih jauh. "Ini mengindikasikan masih ada kekhawatiran kejatuhan ekonomi akibat virus corona di pasar kredit secara luas,"  kata Shaun Osborne, chief FX strategist Scotiabank kepada Reuters.

Osborne mengatakan, masalah dasar virus corona perlu ditangani segera. "Saat ini masih terlalu dini,"  kata dia.(jft/KONTAN)

 

Pasar Resah, Wall Street Tergelincir dari Rekornya

KONFRONTASI -   Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir melemah pada perdagangan Kamis (20/2/2020), terbebani kekhawatiran dampak virus corona (Covid-19) terhadap kinerja laba korporasi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 berakhir turun 0,38 persen ke level 3.373,23, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,44 persen ke posisi 29.219,98, dan indeks Nasdaq Composite ditutup melorot 0,67 persen ke level 9.750,97.
 

Wall Street Menguat Seiring Mulai Meredanya Pemberitaan Corona

KONFRONTASI-Bursa Wall Street ditutup pada rekor tertinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ketika berita bahwa kasus wabah virus corona baru di China mulai berkurang dan mencapai jumlah terendah harian sejak akhir Januari, membuat para pembeli tetap di dalam ring pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 275,08 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 29.551,42 poin.

Wall Street Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

KONFRONTASI -  Saham Apple, Alphabet, dan teknologi lainnya mendorong Wall Street ke rekor tertinggi pada perdagangan Senin (13/1/2020), di tengah optimisme menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China pekan ini serta laporan pendapatan kuartal keempat.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,29 persen ke level 28.907,05, sementara S&P 500 naik 0,70 persen ke level 3,288.13, level penutupan tertinggi sepanjang masa.

 

Amerika Serikat Tanggung Resiko Setelah Bunuh Jenderal Iran, Wall Street babak Belur

KONFRONTASI -  Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, rontok pada perdagangan Jumat (3/1/2020) setelah Negeri Paman Sam menlancarkan serangan udara dan membunuh pemimpin militer tertinggi Iran. Serangan tersebut meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah dan membuat investor khawatir.

Indeks Dow Jones Industrial Avarege ambles 0,6% ke level 28.634,88, koreksi harian terbesar sejak Desember 2019. Lalu indeks S&P 500 terkoreksi 0,7% ke level 3.234,85 dan indeks Nasdaq terkoreksi 0,8% ke level 9.020,77.

Mnuchin Pastikan Kesepakatan Dagang AS-China, Wall Street ke Rekor Tertinggi

KONFRONTASI -  Indeks utama Wall Street kembali melanjutkan reli ke rekor tertinggi pada hari Kamis (19/12/2019) ketika Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kesepakatan awal perdagangan AS dan China akan ditandatangani pada awal Januari.

Indeks S&P 500 mencapai tertinggi keenam sepanjang masa, beruntun terpanjang sejak Januari 2018, dan Nasdaq berakhir dengan kenaikan untuk sesi ketujuh berturut-turut.

 

Pages