Utang BUMN

Utang BUMN Terus Membekak, Fadli Zon Ungkap Ramalannya Lima Tahun Lalu Terjadi Hari Ini

Konfrontasi - Fadli Zon mempertanyakan membengkaknya utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kian hari tambah membengkak.

Menurut anggota Komisi I DPR RI ini, hal itu dikarenakan kesalahan pemerintah yang dinilai gagal mengelola BUMN dalam lima tahun terakhir ini.

Ia khawatir akan memicu terjadinya krisis finansial seperti di zaman Orde Baru yang disebabkan gagal bayar hutang korporasi. Demikian disampaikan Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Utang BUMN era Jokowi Tembus Rp 5.000 Triliun!

KONFRONTASI- Komisi VI DPR RI kemarin (3/12) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro dan sejumlah BUMN dengan utang terbesar.

RDP tersebut mengulas soal utang BUMN. Setidaknya ada 10 BUMN dengan utang terbesar.

Di TvOne berita pagi Menkeu pkl 0915 soal utang BUMN:

Said Didu: Utang BUMN Penugasan Membengkak, Risiko Gagal Bayar Besar

KONFRONTASI -   Utang Badan Usaha Milik Negara, khususnya yang mendapatkan penugasan pemerintah dikhawatirkan gagal bayar. Apalagi, pendapatan dari proyek yang ditugaskan pemerintah itu tidak memiliki imbal hasil yang besar bagi BUMN itu sendiri.


Demikian diungkapkan Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu kepada VIVA, Selasa 31 Juli 2018. Ia mengatakan, hampir semua proyek BUMN penugasan, terutama BUMN konstruksi itu tidak layak secara ekonomi.

Komisi XI DPR RI: Rupiah Anjlok, Utang BUMN Sudah 'Lampu Merah'

KONFRONTASI -   Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam mengungkapkan, seiring terus melemahnya nilai tukar rupiah memberikan dampak terhadap utang BUMN. Saat ini, kata dia, utang BUMN sudah sangat mengkhawatirkan. 

Ecky membeberkn, utang BUMN non lembaga keuangan tercatat 59 persen dalam bentuk mata uang asing dan 53 persen dipegang asing. 

Bom Waktu Utang BUMN

Oleh : Haryo Kuncoro

 

Belum tuntas diskusi panas mengenai batas aman utang negara, belakangan muncul isu tentang utang badan usaha milik negara (BUMN). Per April 2018, misalnya, total utang BUMN dilaporkan mencapai Rp 4.825 triliun, melampaui utang pemerintah yang "hanya" Rp 4.100 triliun.

S&P Soroti Utang BUMN Konstruksi yang Meroket

KONFRONTASI  -   Lembaga pemeringkat Standard & Poor's menyoroti neraca keuangan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Pasalnya, neraca keuangan mereka semakin tertekan seiring dengan gencarnya pembangunan.

Analis S&P Xavier Jean menjelaskan, BUMN, terutama yang berada di bidang tenaga listrik dan konstruksi, telah meningkatkan utang mereka secara masif guna mengejar rencana pengembangan pemerintah. Akibatnya, neraca keuangan mereka menjadi "sangat lemah,".