Utang

Untuk Kabinet Jokowi: Ratio Utang yang Berbahaya, Efek Crowding Out, dan Solusinya

KONFRONTASI- BANYAK pihak yang mengatakan bahwa rasio utang Indonesia, terutama Debt to GDP ratio yang menyatakan perbandingan antara total seluruh utang dengan PDB, berada dalam batas aman. Data terakhir rasio utang terhadap PDB Indonesia (q1-2020) adalah di 34,5 persen. Masih sangat jauh dibandingkan dengan rasio utang negara-negara Amerika Serikat (106 persen) dan Jepang (230 persen), menurut pihak-pihak tersebut.

Baru akan Bayar Rp5,7 Triliun, Sisa Utang Pemerintah ke Pupuk Indonesia Masih Rp17,1 Triliun

KONFRONTASI-Pemerintah akan membayar utang kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar Rp5,7 triliun pada tahun ini. Meskipun utang pemerintah kepada Perseroan mencapai Rp17,1 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, pada tahun ini pemerintah akan mencicil pembayaran utang subsidi pupuk. Artinya, pemerintah masih memiliki utang sebesar Rp11,4 triliun kepada PT Pupuk Indonesia tersebut.

APBN Defisit, Hutang Semakin Melejit

Oleh : Ani Susilowati
Anggota aliansi penulis rindu Islam

Pemerintah dalam menanggulangi dampak Pandemi Corona alias COVID-19 dan melindungi perekonomian nasional, melakukan pelebarkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2020 ke level 6,27% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah Simpan Bom Waktu Bernama Utang

KONFRONTASI-Pemerintah sedang menyimpan bom waktu bagi bangsa Indonesia hingga 10 tahun ke depan. Pasalnya, rakyat harus menanggung beban akibat melebarnya defisit APBN 2020 penambahan utang.

Begitu disampaikan Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho, menanggapi pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani bahwa besaran defisit anggaran fiskal tahun ini akan menjadi beban pemerintah selama 10 tahun ke depan.

RR: Terjadi Degradasi Nasionalisme & Ajaran Bung Karno di PDI Perjuangan, bahkan Malah Dukung Neoliberalisme

KONFRONTASI- Pemimpin bangsa yang disegani Dr Rizal Ramli (RR) mengaku sedih dan prihatin  dengan PDI Perjuangan belakangan ini sebab terjadi degradasi nasionalisme & ajaran Bung Karno, karena hanya romantisme , historik & sloganisme yang ditonjolkan.

Masalah Utang RI: Dipuji Bank Dunia, Dicibir Rizal Ramli

KONFRONTASI- Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan World Bank alias Bank Dunia mengapresiasi tingkat utang Indonesia yang dikelola pemerintah. Hal itu dikatakan World Bank saat melakukan pertemuan virtual, pagi tadi bersama pihak Luhut.
World Bank juga menyebut perhitungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sangat cermat.

Utang Pemerintah ke PLN Senilai Rp45 Triliun Belum Juga Dibayar

KONFRONTASI- PT PLN Persero menekankan dana kompensasi subsidi listrik 2018 dan 2019 yang ditagih ke pemerintah belum juga masuk ke kas perusahaan. Dana kompensasi itu mencapai Rp45 triliun.

Direktur Utama PT PLN Zulkifli Zaini mengatakan, kompensasi subsidi ini ditagihkan PLN ke Kementerian Keuangan melalui Kementerian BUMN. Piutang ini ditagih karena banyak bisnis BUMN, termasuk PLN, yang terdampak Covid-19. Sampai saat ini pembayaran utang tersebut belum dilakukan.

Akhirnya Luhut Ungkap Alasan Tolak Debat soal Utang dengan Rizal Ramli

KONFRONTASI -  Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan akhirnya mengungkap alasan batalnya debat dengan Rizal Ramli soal utang negara. Sebelumnya, kubu Rizal Ramli menyatakan ada persyaratan yang tidak bisa dipenuhi oleh Luhut.

Juru Bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, mengungkapkan bahwa pihak Luhut sebenarnya sudah mengundang Rizal Ramli untuk bertemu pada 11 Juni 2020, berbarengan dengan dosen senior Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, Djamester Simarmata. Namun pihak Rizal Ramli tak datang.

Rizal Ramli: Menkeu Terbalik Ngutang dan Ngutang lagi, Stagnasi Ekonomi terus Terjadi, bahkan makin Nyungsep

KONFRONTASI- Tokoh bangsa Rizal Ramli (RR) mengungkapkan, tim ekuin Jokowi sudah gagal pada periode pertama 2014-2019 dimana ekonomi mengalami stagnasi, mandeg, namun kini dipakai lagi oleh Jokowi, sehingga tak heran kalau ekonomi stagnasi lagi, terpuruk lagi, malah makin nyungsep ditengah era pandemi Corona. Tidak ada pembangunan bagi bangsa Indonesia, yang terjadi justru  asing (China Tiongkok) malah membangun banyak perusahaan di Indonesia.

Pages