20 January 2019

Utang

Jokowi dan Utangnya Jadi Bom Waktu Presiden 2019-2024

Tahun lalu, penerimaan negara yang ditopang pajak, angkanya cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati langsung sumringah. Pertanda baik?

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, penerimaan negara 2018, tembus Rp1.924,3 triliun. Atau 102,5% dari target APBN 2018. Setoran pajak masih saja gagal meraih target.

Awal 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa membusungkan dada. Lantaran prestasi yang cukup gemilang. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai kado terindah.

Utang ala Neolib Sri Mulyani jadi Bom Waktu bagi Negeri Ini

KONFRONTASI- Utang sudah jadi bom waktu bagi ekonomi negeri ini. Tahun lalu, penerimaan negara yang ditopang pajak, angkanya cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati langsung sumringah. Pertanda baik?

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, penerimaan negara 2018, tembus Rp1.924,3 triliun. Atau 102,5% dari target APBN 2018. Setoran pajak masih saja gagal meraih target.

Naik Tujuh Persen, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.220 Triliun

KONFRONTASI - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir November 2018 atau setara Rp5.220 triliun dengan asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS.

Berdasarkan Statistik utang luar negeri (ULN) yang dipublikasikan Bank Indonesia, Selasa, di Jakarta, ULN itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 183,5 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN 189,3 miliar dolar AS.

Kalau Orang Seperti Rizal Ramli Diam, Bangsa Kita Kehilangan Kesempatan Perbaiki Diri

KONFRONTASI- Sikap buzzer atau pendengung yang ramai mengomentari kritik ekonom senior DR Rizal Ramli (RR)  terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, dianggap tidak wajar oleh rakyat. Mantan anggota DPR-RI dan Politisi PBB, Ahmad Yani menilai bahwa pikiran yang benar dan pendapat yang jujur  dari RR memang akan dimusuhi oleh pikiran yang picik. Apalagi, jika yang dikritik adalah pemerintah.

Rizal Ramli: Pinjaman Besar dengan Yield Tinggi Bisa Jadi 'Bom Waktu' untuk Bangsa Ini

KONFRONTASI-Ekonom senior Rizal Ramli menyesalkan tindakan mengandalkan stabilitas dengan pinjaman semakin besar dan yield semakin tinggi berbahaya.

"Itu kok ada yg ngaku-ngaku prestasi hebat soal anggaran? Manipulatif banget sih? Wong penerimaan naik hanya karena asumsi harga minyak dibuat rendah ($48/brl) di APBN 2018, ternyata $68/brl. Wong tax ratio Indonesia rendah banget, dibawah Laos, Philipina, Malaysia. Gitu kok sesumbar," katanya.

Rizal Ramli: Rupiah Menguat dengan Suntikan Bunga Pinjaman Tinggi (8,5%)!

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan pemerintah, bahwa Rp (rupiah) menguat dengan suntikan bunga pinjaman yang tinggi di tangan Menkeu Sri Mulyani era Kabinet Jokowi.  Ternyata RI ngutang dengan yield tertinggi (8,5%) di kawasan Asia, padahal Vietnam hanya 5%. Akibatnya,rakyat dan bangsa kita dirugikan trilliunan rupiah. 

RI Tukang Ngutang & Cuitan Rajawali : Rizal Ramli

KONFRONTASI- Membahas persoalan utang memang tidak ada habisnya, apalagi jika menyangkut utang negara. Memasuki tahun politik, banyak tokoh yang mulai mengulik persoalan utang negara, meskipun topik ini bukanlah hal baru.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, dalam akun twitter pribadinya berkomentar soal utang juga.

Rizal Ramli: Jika Ingin Ekonomi Tumbuh Dua Digit, Tinggalkan Ekonomi Neoliberal

KONFRONTASI- Jika Indonesia ingin tumbuh double-digit, jadi negara kuat dan hebat, segera tinggalkan model pembangunan ekonomi Neoliberal ala Bank Dunia dan IMF. “Tidak ada negara di dunia yang berhasil di dunia yang mengikuti model Bank Dunia, tidak di Latin Amerika, tidak di Asia dan apalagi Afrika,” ungkap DR Rizal Ramli, Menko Ekuin Era Presiden Gus Dur.

Menurut RR, dalam praktik bisnis, pinjam meminjam adalah hal yang biasa dilakukan agar satu usaha bisa berkembang dan mengoptimalkan leverage.

Kokowi, Rini, Sri Mulyani Utang Terus, Terbang = Gali Lubang Tutup Empang!

Oleh Edy Mulyadi*

Pada seri Jokowi Gagal-1 (#GantiPresiden Sudah Benar Itu!) saya coba paparkan kegagalan Jokowi dalam membangun kesejahteraan rakyat Indonesia. Indikatornya, antara lain jebloknya prestasi di bidang pengentasan kemiskinan (rakyat makin miskin), ketimpangan yang ekstrim, dan pembangunan indeks manusia (IPM) yang justru merosot.

Refleksi Rizal Ramli mengenai Pinjaman (Utang) Negara pada Asing

KONFRONTASI- Pinjam meminjam, utang,  dalam bisnis biasa sekali, untuk berkembang perlu optimalkan leverage. Tapi jika negara meminjam dari lembaga multilateral (IMF, Bank Dunia) banyak prasyarat (conditionlaties) yang merupakan jebakan-jebakan neoliberalisme. Belakangan ada juga pinjaman antar negara yg dirancang sebagai “loan-to-owned”, sengaja di-markup agar macet sehingga bisa dimiliki/dikuasai dalam jangka panjang.

Pages