Ummat Islam

Antara Kebangkitan PKI, Masa Depan Ummat Islam Dan Kedaulatan Bangsa Indonesia

Oleh: Suripto SH
 


1. Pada tahun 1972 saya bersama Prof. Fuad Hasan dan Jenderal Soemitro Pangkopkamtib datang ke Pulau Buru. Kesimpulan saya adalah 90% tapol tidak paham politik. Mereka terbawa suasana dan menjadi ‘korban’ perseteruan elit politik era Perang Dingin. Yang sadar ideologi hanya 10% saja.

Gengis Khan, Pelajaran untuk Ummat Islam

Oleh : Ustadz Fahmi Salim

Ketika umat Islam diserang tentara Tatar, hampir seluruh wilayah Islam berhasil dijajah. Di antara yang terawal adalah wilayah Khurasan yang bertetangga dengan Mongol.

Pada mulanya, di Khurasan, Tatar tidak berdaya menembus pertahanan umat Islam di kota Bukhara. Lalu pemimpinnya Genghis Khan menulis surat kepada umat Islam:

“Barangsiapa yang menyerahkan senjata dan berada di sisi tentara Tatar, akan selamat. Tapi barangsiapa yang enggan, mereka akan kami buat menyesal.”

Suko Sudarso: Ummat Islam, Kaum Marhaen dan Kebangsaan Harus Bersatu Menyelamatkan Indonesia, Mengakhiri Krisis dan Kegagalan Jokowi

KONFRONTASI- Ummat Islam, kaum marhaen  dan kebangsaan (nasionalis) harus bersatu untuk  mengakhiri  krisis multidimensi dan kegagalan Jokowi, guna membangun kembali Indonesia sesuai UUD45, melakukan Reformasi Agraria dan Trisakti serta mengakhiri kebangkrutan dan kegagalan Neoliberalisme  Jokowi.

Ummat Islam sudah Trauma terhadap Jokowi. Elektabilitas Jokowi Terus Anjlok

KONFRONTASI- Ummat Islam trauma terhadap Jokowi karena visi-misi dan program Jokowi terbukti menyimpang dari aspirasi ummat  dan sangat mengecewakan. Kegagalan ekonomi pemerintahan Jokowi dan aksi rezimnnya menangkapi atau menyingkirkan para ulama/ustad/kiyai mendorong ummat Islam menolak untuk memilih kembali Jokowi,

Pesan Buat Denny Seregar: Jangan Sebut Ummat Islam Dan Ulama Sebagai Binatang!

Oleh: Faisal Assegaf

Tulisan sahabat Denny Seregar berjudul: "Jokowi Bukan Orang Lemah", sangat tendensius dan terlampau menunjukan kebencian yang menyala-nyala.

Terlebih beberapa kalimat yang disuguhkan sangat menistakan kaum muslim serta ulama.

Misal, Bung Denny menulis: "Kenapa Jokowi yang begitu gagah menghadapi para mafia, terlihat melempem menghadapi para onta?"

Pernyataan Sikap Dan Kebulatan Tekad Ummat Islam Seluruh Indonesia

KONFRONTASI - 1. Kami ummat Islam seluruh Indonesia baik yg sudah pernah dan belum pernah hadir di acara Aksi 212 tahun 2016 dengan senang hati ikhlas lahir batin BERBONDONG BONDONG datang ke Monas Jakarta untuk menghadiri dan mensukseskan aksi Reuni Akbar 212 tgl 2 Des 2017 !!!

2.  Kami Ummat Islam seluruh Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa sebelum aksi 212 kami Ummat Islam seluruh Indonesia selalu terpinggirkan dan jadi bulan bulanan media mainstream baik surat kabar atau televisi sebagai kelompok radikal,intoleran dan anti Pancasila

Agus Yudhoyono Punya Program Nyata Kembangkan Ekonomi Umat Islam

KONFRONTASI - Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, ia memiliki program nyata pemberdayaan ekonomi warga  khususnya ekonomi umat Islam, agar terwujud pemerataan  pendapatan dan kesejahteraan warga

Cagub nomor urut satu yang berpsangan dengan calon wakil gubernur Sylviana Murni itu mengatakan hal tersebut pada Istighosah Akbar di Pesantren Al Ikhwan Cilincing Jakarta Utara, Sabtu malam (28/1).

Ummat Dilarang Bicara Politik, Benarkah?

Jangan pikirkan politik!
Biarkan sekularisme dan liberalisme melanggeng bebas di sistem kurikulum kita yang sudah sangat minim porsi ilmu agama kita sendiri. Biarkan generasi kita tumbuh da maju tanpa ilmu agama yg baik.

Jangan masuk politik!
biarkan para kaum liberal dan sekuler menguasai parlemen untuk menghapus UU penodaan agama dan menggantinya dengan kebebasan membuat aliran baru di negeri ini.
Agar gerakan seperti GAFATAR, Syi'ah dan Ahmadiyah bisa leluasa dalam mengekspresikan kepercayaan mereka.

Bantah Fitnah di Medsos, Ini Pernyataan Bersama Ketua Umum IPTI dan Imam Besar FPI: Ummat Islam Tidak Benci Keturunan Tionghoa

KONFRONTASI - FPI dan IPTI menghimbau kepada masyarakat Tionghoa Indonesia untuk lebih mengedepankan Klarifikasi dialogis melalui silaturahmi kebangsaan, komunikasi dan teknologi, atas berbagai isu yang dikemas oleh media sosial yang sengaja diciptakan barisan manusia anti kemapanan yang pengecut, berorientasi proyek, sakit hati dan pendendam. Dengan harapan dan tujuan membenturkan tatanan sosial kemasyarakatan khususnya tentang AGAMA, KEBANGSAAN, KEBHINEKAAN DAN TOLERANSI antara pribumi dan keturunan.

Pages