Uang Palsu

Polisi Tangkap 3 Pengedar Uang Palsu di Riau

Konfrontasi - Polsek Bukit Raya Pekanbaru meringkus 3 orang pengedar uang palsu. Polisi mengamankan puluhan lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

"Mereka mencetak uang palsu dengan bermodalkan kertas dengan printer. Mereka kini ditahan di Polsek Bukit Raya," kata Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Edarkan Uang Palsu, Pasutri Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Petugas Kepolisian Resor (Polres) Magetan, Jawa Timur, menangkap sepasang suami-istri asal Kota Madiun yang mengedarkan uang palsu (upal) di wilayah hukumnya hingga merugikan dan membuat resah masyarakat.

Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengatakan kedua tersangka adalah Mispandi (48) dan istrinya, Dewi (46) yang merupakan warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Bebas dari Kasus Uang Palsu, Wanita Ini Masuk Lapas karena Narkoba

Konfrontasi - RA kembali tidur di hotel prodeo. Mantan narapidana pengedar uang palsu itu kembali ditangkap polisi. Kali ini terseret kasus narkoba.

Wanita muda ini ditangkap di kamar indekosnya di Jalan Datu Tuan 38, Bertais, Mataram Tengah, Nusa Tenggara Barat, saat mengonsumsi sabu-sabu.

Wakapolres Mataram Kompol Setia Wijatono mengatakan, dari laporan masyarakat, indekos pelaku kerap dijadikan lokasi pesta sabu-sabu. Sehingga polisi melakukan pengintaian. ”Ternyata benar,” kata Wijatono.

Terlalu, Warga Solo dapat Uang Rp100 Juta Tapi yang Asli Hanya 7 Lembar

Konfrontasi - Dua warga Karanganyar dan Sragen diamankan jajaran Polsek Pasarkliwon, Solo akibat melakukan penipuan dan penggelapan. Dua tersangka, SW (50) warga Mojogendang Karanganyar dan RS (46) warga Brangkal Karangtengah Sragen ditahan di Mapolsek Pasarkliwon untuk menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polresta Surakarta.

Polisi Minta Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran

Konfrontasi - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi akan mengawasi aksi pelaku kejahatan yang akan mengedarkan uang palsu menjelang Lebaran dan kepada masyarakat diminta untuk harus tetap waspada agar tidak menjadi korbannya.

Menjelang hari besar keagamaan terutama Hari Raya Idul Fitri, kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan peredaran uang palsu maka diimbau masyarakat untuk berhati-hati, kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, AKBP M Edi Faryadi, Sabtu (25/5/2019).

Pedagang Pasar Kepuh Kuningan Temukan Uang Palsu Jelang Ramadhan

Konfrontasi - Para pedagang di pasar tradisional Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, resah dengan maraknya peredaran uang palsu menjelang Ramadhan.

Sampai saat ini, Jumat (26/4/2019), para pedagang di Pasar Kepuh sudah mengumpulkan uang palsu kurang lebih Rp500.000 terdiri dari pecahan Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.

Para pedagang mendapatkan uang palsu dari pembeli yang menggunakan uang palsu. Uang yang ditemukan mulai dari pecahan Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000 dalam satu hari.

Polisi Tangkap Janda Empat Anak karena Pakai Uang Palsu

Konfrontasi - Polres Blitar Kota menangkap Sugiarti (41), saat berbelanja menggunakan uang palsu di pasar tradisional Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sugiarti, janda empat anak ini, menggunakan uang palsu pecahan Rp100.000 untuk belanja sembako. 

"Kejadian ini dilaporkan pertama kali oleh para pedagang pasar Srengat," ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar kepada wartawan Selasa (26/3/2019). Dengan uang palsu yang dimiliki Sugiarti sempat mendapatkan daging sapi, kue, dan sayur mayur.

Marak Uang Palsu, Bamsoet Minta Polisi Lebih Galak

Konfrontasi - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat agar mewaspadai uang yang diterima dari pihak lain. Terlebih, belakangan ini peredarang uang palsu sedang marak.

Apalagi, polisi mengungkap sindikat pemodal, pembuat dan pengedar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Sindikat yang terungkap itu telah beroperasi sejak 2015.

Ketua DPR Minta Polri Usut Tuntas Sindikat Peredaran Uang Palsu Jelang Pesta Demokrasi

KONFRONTASI - Ketua DPR Bambang Soesatyo, Kamis, 29 Maret 2018, meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri menelisik peredaran uang palsu yang mulai marak beredar di beberapa daerah. Dikhawatirkan peredaran uang palsu tersebut berkaitan dengan pesta demokrasi.

"Saya mengkhawatirkan peningkatan peredaran uang palsu itu ada kaitannya dengan tahun politik, menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan
persiapan Pemilu 2019 ," katanya

Pages