Turki

Turki-Rusia Sepakat Kerja Sama Perangi IS

 Konfrontasi - Turki dan Rusia, Senin (1/12) sepakat untuk bekerja sama memerangi kelompok garis keras IS (Negara Islam) di Suriah, kendatipun mengaku perbedaan mereka menyangkut konflik di negara itu.

"Kami memiliki sikap yang sama (dengan Rusia) menyangkut organisasi garis keras DAISH di sana," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam jumpa wartawan degan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin dalam satu jumpa wartawan bersama, mengacu pada IS.

Paus Francis Bela Citra Damai Islam

Konfrontasi – Pemimpin kaum Katolik Paus Francis membela citra Islam ditengah kecaman dunia. Paus menyatakan Islam bukan agama kekerasan.

Paus Francis berharap para tokoh muslim dunia bergabung untuk membangun citra Islam yang lebih baik dan menghapus tuduhan terorisme yang dilontarkan negara seperti Israel dan Amerika Serikat. Dukungan Paus diberikan saat berkunjung ke Turki.

Buka Pangkalan Udara, AS Sukses Tekan Turki

Konfrontasi – Pemerintah Turki mulai tertekan oleh desakan Amerika Serikat. Turki mengijinkan militer AS memakai pangkalan militer Turki untuk melawan ISIS.

Penasehat keamanan AS, Susan Rice mengatakan Turki sepakat apabila AS memakai pangkalan udara Incirlik di selatan Turki. Pangkalan tersebut sangat strategis untuk menyerang basis ISIS di Irak dan Suriah.

Meski demikian, Turki masih enggan aktif berperang. Pemerintah Ankara tidak mau terlibat dalam perang baru yang merugikan internal negara. 

Iran Minta Turki Selamatkan Perbatasan dari Serangan ISIS

KONFRONTASI - Iran memulai perundingan dengan Turki demi meyakinkan negara tersebut untuk menyelamatkan kota perbatasan Suriah, Kobane, dari serangan kelompok Daulah Islam (atau juga dikenal dengan ISIS), demikian Wakil Menteri Luar Negeri Hussein Amir Abdullahian mengatakan pada Kamis.

"Iran akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membantu warga Kurdi di Kobane dalam kerangka kerja yang mendukung upaya pemerintah Suriah memerangi terorisme," kata Abdullahian sebagaimana dikutip dari kantor berita IRNA.

Turki Tak Mau Sendirian Lawan ISIS

Konfrontasi - Turki hari ini menyatakan tidak berharap sendirian memimpin operasi darat melawan para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah Suriah di tengah meningkatnya tekanan Bara terhadap Ankara untuk mengintervensi secara militer.

"Adalah tidak realistis mengharapkan Turki sendirian memimpin operasi darat," kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Erdogan: Turki Tidak Akan Tunduk Pada Tekanan AS

Konfrontasi – Pemerintah Amerika Serikat kembali mencampuri kebijakan keamanan negara lain dalam merespon gerakan ISIL. AS terus menekan Turki untuk menyerang militan ISIL.

Jenderal purnawirawan AS, John Allen, dan  Brett McGurk datang ke Ankara untuk membujuk Turki agar bergabung dalam koalisi militer. AS berdalih Turki harus mengamankan wilayah Irak dan Suriah yang menjadi bagian negara Islam dan tetangga Turki. Namun, sikap dingin Turki dinilai tepat oleh banyak orang mengingat koalisi militer membunuh sesama kaum muslim di Timur Tengah.

Turki-ISIS Saling Tukar Tawanan

KONFRONTASI-Para sandera Turki yang dibebaskan oleh militan ISIS bulan lalu kemungkinan adalah bagian dari pertukaran tawanan untuk 180 laskar ISIS. Demikian dilaporkan The Times.

Dikatakan, para militan ISIS yang dibebaskan dalam kerangka tukar menukar tawanan itu diantaranya adalah tiga dari Prancis, dua Inggris, dua Swedia, dua Makedonia, seorang Swiss dan seorang Belgia.

Kabar ini dibenarkan sumber-sumber ISIS, sedangkan BBC mengutip sumber Whitehall memastikan kabar ini adalah kredibel.

Turki Halangi Pejuang Kurdi Basmi ISIL

Konfrontasi – Semangat warga keturunan Kurdi untuk melawan kekejaman ISIL mendapat hadangan pemerintah Turki. Militer Turki terlibat bentrok dengan warga Kurdi yang memaksa pergi ke Suriah.

Aksi tersebut dilakukan karena warga Kurdi menanggapi permintaan imigran perang supaya tentara Kurdi berjuang dan difasilitasi senjata lengkap. Pemerintah tidak mau mengambil risiko keterlibatan warganya dalam perang militan. Sebab, Turki sudah menolak ajakan Amerika dan sekutunya untuk berperang menghadapi ISIL.

Bisnis Haram ISIS Hasilkan USD 3 Juta per Hari!

Konfrontasi – Gerakan militan seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tentu membutuhkan sumber dana yang sangat besar. Namun, banyak pihak belum mengetahui secara pasti sumber pendapatan kelompok garis keras ini.

ISIS dikabarkan memiliki uang senilai US$3 juta atau Rp 35,67 miliar per hari. CNBC melaporkan ISIS melakukan berbagai cara ilegal meliputi penyelundupan minyak, perdagangan manusia, pencurian, dan pemerasan.

Turki 'Emoh' Terlibat Perang Melawan ISIS

KONFRONTASI-Meski Turki adalah anggota NATO dan merupakan salah satu sekutu penting AS, namun negara itu tetap enggan untuk mengambil bagian dalam operasi tempur yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melawan militan ISIS.

AS sendiri tetap merayu Turki untuk terlibat dalam koalisinya. Bahkan, Negeri Paman Sam itu sampai mengutus Menteri Luar Negeri, John Kerry, ke Ankara, Jumat kemarin (12/9).

Meski demikian, seorang pejabat Turki mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya tetap tidak akan terlibat dalam operasi bersenjata apapun dalam memerangi ISIS.

Pages