15 June 2021

Tsunami Banten

Pemakaman Drummer Seventeen Diliputi Keharuan

KONFRONTASI-Suasana haru mewarnai pemakaman jenazah drummer Seventeen Windu Andi Darmawan atau akrab disapa Andi di Kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Glagahasri, Umbulharjo, Kota Yogyakara, Selasa siang.

Sejumlah keluarga besar beserta istri Andi, Dewi Sartika tidak mampu menahan tangis saat almarhum Andi dimasukkan ke liang lahat. "Ayah selamat jalan ya yah," ucap Dewi berkali-kali saat mengiringi proses pemakaman suaminya yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan, termasuk warga sekitar TPU Glagahasri, mengikuti prosesi pemakaman Andi yang meninggalkan tiga putera itu. Sejumlah musisi, seperti gitaris Sheila On 7 Erros Candra, eks vokalis Seventeen Doni Saputra, eks gitaris Seventeeen Yudhi Rus Harjanto, serta pemegang keyboard band Shaggydog Lilik tampak hadir di tengah-tengah pelayat.

Doni, eks vokalis Seventeen menganggap peristiwa yang menimpa Andi sebagai cobaan terberat dalam hidupnya. Doni yang merupakan kakak sepupu Andi mengaku memiliki banyak kenangan bersama sejak kecil.

"Saya kakaknya, saya tahu dari kecil sampai sekarang, banyak cerita dan saya tidak bisa cerita. Yang jelas ini cobaan paling berat buat saya," kata Doni.

Bagi Doni, selain merupakan sosok yang ramah dan periang, almarhum juga merupakan sosok yang senang menolong. "Dulu waktu saya telat berangkat sekolah, dia meminjami saya sepeda untuk ke sekolah. Pokoknya dia sangat suka membantu orang lain," katanya.

Menurut dia, banyak cita-cita Andi yang pernah disampaikan kepadanya, salah satunya membuat band keluarga. "Apalah, yang penting kita main musik, cuma sampai sekarang belum terlaksana dan ini jadi pemicu saya untuk mewujudkan itu (band keluarga)," kata dia.

Sementara itu, Erros mengatakan sebagai sesama musisi dirinya tidak terlalu banyak ngobrol dengan Andi. Ia mengenal Andi, sebagai salah satu musisi di Yogyakarta yang pernah ikut rekaman di studio miliknya.

"Anak-anak dulu kan pernah rekaman di rumah to.Ya paling kalau ketemu sekadar ngobrol ringan, tidak jauh," kata Erros.

Ayah Andi, Kusmardono, menuturkan bahwa Andi merupakan sosok yang memiliki perhatian dan rasa hormat besar kepada keluarga. Ia mengaku tarakhir bertemu dengan Andi saat merayakan Lebaran tahun ini.

"Saya dapat kabar (peristiwa tsunami) dari istrinya karena dia ikut di pantai, tapi dia (istrinya) posisi di hotel bersama tiga anaknya. Alhamdulillah istri anak selamat," kata dia.

Menurut Kusmardono, Andi memang memiliki bakat bermain drum sejak kecil dan terus mengasah bakatnya hingga bergabung dengan grup band secara profesional sejak di bangku kuliah. "Saat TK, sudah pasti yang diminta pasti drum," kata dia.

Warga Sumur Berteriak dan Berlari Saat Tsunami Banten

KONFRONTASI -  Sabtu malam, 22 Desember 2018, menjadi malam tak terlupakan bagi Oji Paoji. Malam itu, staf WWF ini baru saja tiba di rumahnya di wilayah Ujung Kulon, Banten.

Baru sekitar satu jam beristirahat, tiba-tiba sejumlah orang di Kampung Sumur, yang tak jauh dari rumahnya, berteriak ketakutan mengatakan ada tsunami.

Tinjau Lokasi Tsunami di Banten, Kapolri Minta Masyarakat Waspadai Hoax

Konfrontasi - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau langsung lokasi yang diterjang tsunami di Carita, Banten. Tito mengatakan, proses evakuasi terus dikebut oleh tim gabungan termasuk unsur TNI-Polri.
 
"Evakuasi terus kita lakukan unsur polri, TNI, Basarnas, Tagana. Sekarang saatnya tahap evakuasi korban yang meninggal dan juga membutuhkan bantuan," kata Tito, di Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu, 23 Desember 2018.
 

Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG Nasional Sebut Tsunami Banten dan Lampung Mirip Kejadian di Palu

KONFRONTASI -   Setelah sempat simpang siur, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya menyatakan bahwa gelombang tinggi yang menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) adalah tsunami kecil. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam konferensi pers pada Minggu (23/12/2018) dini hari bahwa berdasarkan ciri gelombangnya, tsunami yang terjadi kali ini mirip dengan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah lalu. "Periodenya (periode gelombang) pendek-pendek," katanya.

 

Data Terakhir Diterima BNPB: Dampak Tsunami Banten, 20 Orang Meninggal dan 165 Orang Luka-luka

KONFRONTASI -    Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, dampak tsunami yang menerjang wilayah pantai di kawasan Selat Sunda terus bertambah. "Data sementara hingga Minggu (23/12/2018) pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak.

 

Pages