Tri Rismaharini

Dosen Unair Sebut Tri Rismaharini Sedang Mancari Masalah

KONFRONTASI -   Seorang Dosen UNAIR yang dirahasiakan namanya menyebut aturan baru yang dikeluarkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah melampaui batas kewenangannya .

Risma menerbitkan surat tentang persyaratan bagi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN, dari Pemkot Surabaya.

Salah satu syarat dalam surat itu adalah menunjukkan hasil rapid test bagi peserta UTBK di Surabaya.

Karena itulah, dosen tersebut menyebut Risma sudah melampaui batas.

Soal Edaran UTBK SBMPTN, Dosen Senior UNAIR Sebut Risma Cari Masalah

Konfrontasi - Seorang Dosen UNAIR yang dirahasiakan namanya menyebut aturan baru yang dikeluarkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah melampaui batas kewenangannya .

Risma menerbitkan surat tentang persyaratan bagi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN, dari Pemkot Surabaya.

Salah satu syarat dalam surat itu adalah menunjukkan hasil rapid test bagi peserta UTBK di Surabaya. Karena itulah, dosen tersebut menyebut Risma sudah melampaui batas.

Menangis, Risma Bersujud Minta Maaf di Hadapan Para Dokter

KONFRONTASI-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersujud hingga dua kali, di hadapan para dokter dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mata Risma bahkan nampak memerah dan menangis.

Hal itu terjadi saat ia mendengarkan keluhan dokter-dokter yang ada di rumah sakit rujukan di Surabaya, salah satunya Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono, di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6).

Tak Terima Mobil PCR Diserobot Daerah Lain, Risma Ngamuk Sebut Nama Puan Maharani dan Pramono Anung

Konfrontasi - Sebuah video yang merekam percakapan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berbicara dengan nada keras.

Risma mengamuk karena dua mobil PCR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Surabaya justru diserobot Gugus Tugas (Gugas) COVID-19 Jawa Timur dan dialihkan ke daerah lain.

Polisi Dengan Cepat Tangkap Penghina Risma, Kalau Penghina Anies Dan Penghina Rasulullah Kapan ?

KONFRONTASI-Polrestabes Surabaya telah menangkap dan membawa pemilik akun Facebook bernama Zikria Dzatil ke Surabaya. Pemilik akun Facebook tersebut ditangkap lantaran diduga melakukan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, pelaku yang ditangkap merupakan seorang perempuan berusia 44 tahun. Selain itu, nama pelaku juga identik dengan nama akun Facebook yang dilaporkan. (2/2/2020).

Istri Hina Wali Kota Surabaya, Suami Harapkan Maaf dari Risma

KONFRONTASI-Suami Zikria Dzatil, tersangka penghinaan atau ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma), Selasa (4/2/2020) sore, mendatangi Mapolrestabes Surabaya.

Suami Zikria datang bersama anak bungsunya yang berusia dua tahun. Langkah kakinya terlihat tergesa-gesa lantas segera menuju ke gedung Gedung Anindita, tempat Zikria ditahan.

Polrestabes Surabaya 'Tangkap' Akun Penghina Walikota Surabaya

Konfrontasi - Netizen penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya tertangkap. Kabar tersebut dibenarkan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, yang menangani kasus tersebut.

"Iya, benar. Nanti dirilis sama Pak Kapolrestabes," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran dilansir dari detikcom saat dimintai konfirmasi, Sabtu (1/2/2020).

Disebut Kodok Betina, Risma Laporkan Akun FB bernama Zikria Dzatil ke Polisi

Konfrontasi - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui Kepala Bagian (Kabag) Hukum melaporkan sebuah akun media sosial (Medsos) Facebook (FB) ke polisi. Akun FB yang dianggap telah melakukan penghinaan tersebut diketahui bernama Zikria Dzatil.

Laporan Risma ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan itu secara resmi sejak Selasa (21/1) lalu.

Bu Risma Bagikan Tips Kurangi Polusi Udara yang Bisa Dicontoh Jakarta

Konfrontasi - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berbagi cara mengurangi polusi udara. Seperti Jakarta, Surabaya juga menghadapi masalah polusi udara selayaknya kota besar.

Hal itu disampaikan Risma dalam diskusi Indonesia Millenial Summit di Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). Risma mengatakan untuk mengimbangi polusi udara, dirinya memperbanyak pohon dan memperluas ruang terbuka hijau di Surabaya.

"Saya tambah pohon terus, makanya Surabaya seperti hutan, di tengah kota banyak pohon," ujarnya.

Pages