28 February 2020

TikTok

Jadi Korban Cyber Bullying, Lakukan 4 Langkah Ini

Konfrontasi - Penggunaan media sosial (medsos) yang masif pada saat ini menjadikan seseorang menjadi lebih mudah mencari teman dengan minat yang sama dengan mereka. Namun terdapat dampak negatif yang mungkin muncul bahwa rentan terjadinya cyber bulyying pada seseorang.

Dukung Internet Sehat, TikTok Kampanyekan Anti-bullying

KONFRONTASI-Dalam rangka Hari Internet Aman Sedunia (Safer Internet Day) hari ini, platform video singkat Tiktok bekerjasama dengan komunitas anti-bullying meluncurkan panduan anti-perundungan siber bertajuk “Sama Sama Aman, Sama Sama Nyaman.”

“Hari Internet aman 11 Februari peringati hari internet aman kami merasa momentum bagi kami merefleksikan peran apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna internet, khususnya pengguna Tiktok,” ujar Head of Public Policy Tiktok Indonesia, Donny Eryastha, di Jakarta, Selasa.

Instagram Upgrade Fitur Boomerang

Konfrontasi - Hampir lima tahun setelah meluncurkan fitur Boomerang. Instagram akhirnya memperbaruinya dengan menambahkan efek/mode SlowMo, Echo, dan Duo.

Selain itu, pengguna juga bisa mengedit dengan memangkas panjangnya.

Untuk fitur Echo, ialah efek blur yang diberikan pada hasil boomerang. Sementara Dou membuat hasil boomerang memiliki kecepatan putar dua kali dari biasanya.

Sementara itu, SlowMo memungkinkan pengguna membuat efek boomerang lebih lambat dari hasil boomerang biasanya.

Perangi Hoaks, TikTok Ubah Kebijakan

KONFRONTASI-Aplikasi video TikTok memperbarui kebijakannya untuk memerangi hoaks atau informasi yang menyesatkan sehingga bisa membahayakan para pengguna mereka maupun publik.

"Kami menghapus misinformasi yang bisa membahayakan kesehatan seseorang atau keamanan publik secara luas. Kami juga menghapus konten yang didistribusikan kampanye disinformasi," kata TikTok, dikutip dari Reuters.

Tentara AS 'Haram' Pakai TikTok

KONFRONTASI-Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat tidak lagi dapat menggunakan TikTok di ponsel milik pemerintah menyusul keputusan untuk melarang penggunaan aplikasi tersebut.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa aplikasi video milik ByteDance yang berbasis di Beijing itu dapat membahayakan keamanan nasional atau dapat digunakan untuk memengaruhi atau mengawasi warga AS.

“Ini dianggap sebagai ancaman dunia maya," ujar juru bicara Angkatan Darat Letnan Kolonel Robin Ochoa, dikutip dari The Verge, Rabu.

Instagram Mulai Berlakukan Batasan Usia Pengguna

Konfrontasi - Media sosial berbagi gambar, Instagram akhirnya membuat verifikasi usia di proses pendaftaran. Pendaftaran menggunakan minimum usia sebenarnya sudah digunakan beberapa platform, salah satunya adalah TikTok.

Dilansir dari situs Metro, Minggu 8 Desember 2019, minimun usia penggunaan platform ini diterapkan untuk membangun pengalaman yang lebih aman, bagi anak usia yang masih sangat muda.

Diunduh Lebih dari 1,5 Miliar Kali, TikTok Kalahkan Instagram

KONFRONTASI-Menurut laporan terbaru dari SensorTower analytics, TikTok berhasil melampaui 1,5 miliar unduhan dan mengklaim berada di peringkat ketiga dalam kategori aplikasi non-game yang paling banyak diunduh tahun 2019.

Aplikasi asal China tersebut berhasil menembus hegemoni Facebook di deretan teratas App Store dan Google Play.

TikTok berada di bawah WhatsApp dan Messenger, yang berarti melampaui media sosial Facebook dan Instagram.

Senator AS Minta Intelijen Selidiki TikTok, Ada Apa?

KONFRONTASI-Dua senator Amerika Serikat meminta badan intelijen mereka untuk menyelidiki TikTok karena khawatir aplikasi asal China tersebut berbahaya bagi keamanan negara.

"Mempertimbangkan kekhawatiran tersebut, kami meminta Komunitas Intelijen mengadakan pemeriksaan terhadap risiko keamanan negara dari TikTok dan platform lainnya asal China, yang beroperasi di AS dan memberi tahu Kongres mengenai temuan," kata senator Chuck Schumer dan Tom Cotton, dikutip dari The Verge, Jumat.

Hah, TikTok Jadi Sarang ISIS

KONFRONTASI-Islamic State atau ISIS dikabarkan bersarang di platform video pendek Tik Tok untuk melakukan rekrutmen. Platform pemantau media sosial, Storyful mengidentifikasi dua lusin akun terkait ISIS muncul di Tik Tok dan untungnya saat ini sudah dihapus. 

Dilansir dari situs The Verge, Selasa 22 Oktober 2018, akun tersebut memosting video untuk merekrut pengikut dan mendukung kelompok teroris, seperti menyertakan lagu kebangsaan, memosting mayat dan sampai aksi simpatisan ISIS. 

Tips Aman Main TikTok Bagi Pemula

KONFRONTASI-TikTok, aplikasi video berdurasi singkat, mendukung penggunanya untuk dapat mengabadikan dan membagikan momen berharga langsung dari ponsel.

Untuk menciptakan lingkungan aplikasi yang positif, di mana semua orang merasa aman dan nyaman, berikut adalah beberapa kiat dari Donny Eryastha, Head of Public Policy Indonesia, Malaysia, and Phillipines, yang dapat Anda aplikasikan, seperti dikutip dari siaran resmi TikTok.

Pages