TGPF

TGPF Dinilai Gagal; Kasus Novel Makin Gelap, Pelaku dan Dalangnya Masih Bebas Berkeliaran

KONFRONTASI -   Sejumlah pihak menyebut Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian gagal mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Padahal TGPF diberi waktu enam bulan pascaresmi didirikan untuk mengungkap siapa pelaku dan aktor dibalik penyerangan terhadap Novel Baswedan. Akibatnya pelaku dan dalangnya masih bebas berkeliaran.

Polri Anggap Belum Perlu Bentuk TGPF Kasus Novel KPK

KONFRONTASI -  Polri menganggap belum perlu membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) pada penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“TPGF belum diperlukan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/11).

Menurut dia, waktu yang diperlukan untuk mengungkap suatu kasus dapat berbeda-beda. “Ada yang cepat terungkap, ada yang agak lama, ada yang sangat lama,” ujar Rikwanto.

Tak Bentuk TGPF Novel Baswedan, Kaum Intelektual Ikuti Sumpah Prof Mochtar Pabottingi tidak Pilih Jokowi

KONFRONTASI- Sumpah peneliti senior LIPPI, Prof Mochtar Pabottingi, yang tidak akan memilih lagi Joko Widodo menjadi Presiden, bakal diikuti kalangan intelektual lainnya.

Perkiraan itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (08/09). “Sumpah Prof Mochtar tak akan pilih Jokowi jika tak segera membentuh TGPF Penganiayaan Novel Baswedan, akan diikuti kalangan intelektual lainnya. Pernyataan Prof Mochtar mewakili kalangan intelektual dan kalangan menengah ke atas,” tegas Alem.