Terorisme

Tito Karnavian: JAD di Balik Aksi Bom Gereja di Surabaya

KONFRONTASI --   Kepala Polisi Republik Indonesia (Polri) Jenderal Tito Karnavian menyebut pelaku serangan bom tiga gereja di Surabaya merupakan jaringan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Sebanyak 13 orang tewas dalam serangan tiga bom kemarin.

Menurut polisi serangan dilakukan oleh satu keluarga. Kepala keluarga pelaku; Dita Futrianto, diidentifikasi polisi sebagai kepala sel JAD setempat.

Dita Futrianto—laporan lain menyebut Dita Oepriarto—dilaporkan "menugaskan" istrinya, Puji Kuswati, dan dua putri mereka di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, di mana mereka meledakkan diri. Kedua putri Puji—yang berusia 9 dan 12 tahun—memiliki bom diikat ke tubuh, seperti yang dilakukan ibu mereka.

Sedangkan Dita Fitrianto, kata polisi, pergi dengan mobilnya sendiri yang sarat bom ke dekat Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

Ada lagi dua remaja laki-laki berusia 16 dan 18 tahun mengendarai sepeda motor ke Gereja Katolik Santa Maria, dan meledakkan bahan peledak yang mereka bawa. Serangan pertama terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Dua serangan lainnya berselang lima menit kemudian.

Seorang petugas keamanan mengatakan kepada kantor berita AP seorang tiba di GKI Diponegoro dengan membawa dua tas. Dia memaksa masuk ke dalam gereja, tapi dicegah penjaga keamanan.

"Tiba-tiba, dia memeluk seorang warga sipil, lalu (bom) meledak," kata saksi mata, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Antonius. Wanita itu diduga kuat bernama Puji Kuswati.

Para pelaku juga disebut polisi baru pulang dari Suriah.

Kadin: Aksi Teror Tak Berdampak Pada Dunia Usaha

KONFRONTASI-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani meyakini aksi teror yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, tidak akan berdampak pada dunia usaha.

"Prospek investasi tetap terbuka luas karena dukungan perbaikan birokrasi dan pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah," kata Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan aksi yang menyebabkan 13 warga meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka itu juga tidak akan memengaruhi investasi di dalam negeri.

Terorisme Keluarga: Analisis Antropologi atas Fenomena Bom Bunuh Diri Sekeluarga di Surabaya dan Sidoarjo

Oleh: Al Chaidar
Dosen Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."[Qur’an surah at-Tahrîm/66:6]

 

Ayo, Media Harus Ikut Berperan Lakukan Deradikalisasi

KONFRONTASI-Media harus membantu pemerintah dalam melakukan gerakan deradikalisasi melalui pemberitaan, guna menetralisir paham radikal yang berkembang saat ini, kata akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nazhatut Thullab Dr Moh Wardi.

"Sebab, kalau kita perhatikan, aksi teror yang akhir-akhir ini semakin meluas, salah satunya karena pengaruh media," ujar Wardi dalam diskusi bertajuk "Islam, Media dan Terorisme" yang digelar Kahmi alumni IAIN Madura di Pamekasan, Jatim, Minggu (13/5) malam.

Mantan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu, lebih lanjut menjelaskan deradikalisasi mengacu pada tindakan preventif kontraterorisme atau stratregi untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara pendekatan tanpa kekerasan.

Tujuannya untuk mengembalikan para aktor terlibat yang memiliki pemahaman radikal untuk kembali ke jalan pemikiran yang lebih moderat.

Menurut Wardi, terorisme telah menjadi permasalahan serius bagi dunia internasional karena setiap saat akan membahayakan keamanan nasional.

Oleh karenanya, sambung dia, maka program deradikalisasi dibutuhkan sebagai formula penanggulangan dan pencegahan pemahaman radikal seperti terorisme.

Kemenangan kapitalisme pascaperang dingin, katanya, menjadikan media sebagai instrumen penting dalam mewujudkan misi gerakan.

"Maka media sebagai instrumen penting ini, hendaknya harus bisa diarahkan agar juga bisa menjadi alat membantu negara, dalam hal ini adalah melakukan upaya-upaya untuk mencegah radikalisme," katanya.

Moeldoko: Kopassus Selalu Siap Tanggulangi Terorisme

Konfrontasi - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak pernah berhenti berlatih menanggulangi dan menindak pelaku terorisme, selalu siap menghadapi potensi munculnya kejahatan itu.

"Saya pikir sampai saat ini tidak berubah, peran itu tetap melekat karena UU seperti itu bunyinya, hanya menunggu momentumnya," kata Moeldoko di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

Kepala BNPT Paparkan Strategi Indonesia dalam Penanggulangan Terorisme di KTT ASEAN-Australia

KONFRONTASI - Ajang The ASEAN-Australia Counter Terrorism Conference 2018 yang berlangsung di Sydney, Australia pada Sabtu (17/3/2018) dimanfaatkan secara maksimal oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, untuk memaparkan secara keseluruhan mengenai strategi keberhasilan Indonesia dalam hal penanggulangan terorisme kepada para delegasi KTT.

ISIS Kalah, PM Irak: Waktunya Berangus Ideologi Teroris

Konfrontasi - Perdana Menteri Irak, Haider el-Abadi menyatakan, setelah ISIS sepenuhnya dikalahkan, maka tugas selanjutnya yang harus dilakukan adalah memberangus ideologi terorisme di tanah Irak. Menurut Abadi, hal ini dilakukan untuk mencegah hidup kembalinya ISIS atau kelompok teroris lainnya.

"Terorisme telah dikalahkan dari sudut pandang militer, sekarang kita harus menghapuskan gagasan dan metodenya," kata Abadi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (11/3/2018).

Suhardi Alius: Kepala Polisi Federal Australia Kagum dengan Penanganan Terorisme di Indonesia

KONFRONTASI - Kepala Kepolisan Federal Australia (Australian Federal Police/AFP Commissioner), Adrew Colvin, merasa terkesan dengan cara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melakukan program penanggulangan terorisme. Demikian dikatakan Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, usai menerima kunjungan AFP Commisioner, di kantor BNPT, Jakarta.

Pages