23 April 2019

Terorisme

Separatisme Ancam NKRI, Polisi dan TNI Diminta Bertindak

KONFRONTASI- Kelompok separatisme di Indonesia lebih berbahaya ketimbang kelompok terorisme. Karena itu, Kepolisian dan TNI semestinya lebih fokus ke penindakan kelompok yang mengancam kesatuan NKRI itu. Demikian dikatakan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfuz Sidiq.

Politikus dari PKS itu mengatakan, isu soal keberadaan terorisme di Indonesia adalah buatan. Jika pun ada, keberadaannya tak akan pernah bisa besar. Sebab, pola rekrutmen kelompok terorisme di Indonesia pendekatannya adalah idiologi.

Perangi Terorisme, Jepang Siapkan USD15,5 Juta

SBY: Jangan Sampai Islam Dihadapkan dengan Non Islam

KONFRONTASI - Seminggu ini dunia memanas, menyusul terjadinya kekerasan atas nama agama di Paris, yang mengakibatkan jatuhnya 17 korban jiwa. Dari Perancis dikumandangkan bahwa dunia berada dalam peperangan, "We are at War". Mungkin lebih dari sekedar anti terorisme.

"Inilah yang saya cemaskan. Jangan sampai Islam dihadapkan dengan non Islam. Jika ini terjadi, yang "menang" kaum teroris, yang lain kalah," kata Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam akun twitternya sesaat lalu, Rabu (14/1).

Pengadilan New York Hukum Abu Hamza al-Masri Penjara Seumur Hidup

KONFRONTASI-Pengadilan di New York menjatuhi hukuman penjara seumur hidup pa ulama radikal Abu Hamza al-Masri dalam kasus terorisme.

Pada bulan Mei lalu Abu Hamza al-Masri divonis dengan beberapa dakwaan, yang antara lain termasuk penyanderaan dan perencanaan mendirikan kamp pelatihan terorisme di Amerika Serikat.

Selama persidangan, pengacara Abu Hamza meminta hakim untuk mempertimbangkan kondisi kliennya yang kehilangan tangan dan mata.

Hassan Rouhani Kutuk Pembunuhan Mengatasnamakan Islam

Konfrontasi - Presiden Iran Hassan Rouhani mengutuk aksi-aksi "terorisme" dan kekerasan yang mengatasnamakan Islam, menyusul serangan maut yang dialami majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, di Paris.

Dalam pernyataannya yang dimuat oleh media massa Iran pada Jumat (9/1), Rouhani mengatakan "kekerasan dan terorisme, apakah itu di wilayah ini, di Eropa atau di Amerika Serikat adalah tindakan tercela".

Manuel Valls: Bukan Agama Atau Peradaban Tapi Terorisme Kami Berperang

Konfrontasi - Perdana Menteri (PM) Prancis Manuel Valls, mengatakan bahwa Prancis berperang melawan terorisme bukan agama, Jumat (9/1), setelah polisi melumpuhkan dua orang bersenjata yang diduga bagian dari kelompok Islam radikal.

"Kami berperang melawan terorisme. Kami tidak berperang melawan agama maupun sebuah peradaban," kata Valls.

Prancis masih terguncang setelah pembunuhan yang terjadi pada Rabu (7/1) di kantor majalah satire mingguan Charlie Hebdo hingga menewaskan 12 orang.

Terorisme di Indonesia akibat Dendam Membara

JAKARTA-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan upaya pencegahan gerakan terorisme di Indonesia. Direktur Perlindungan BNPT Herman Chaidir pun mengharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah terorisme.

Herman menuturkan, pencegahan terorisme yang dilakukan oleh BNPT dimulai dari persoalan dendam. Menurutnya, gerakan radikal muncul dari persoalan dendam yang imbasnya mencapai titik ideologi untuk melakukan gerakan tersebut.

Interogasi Brutal CIA Memicu Terorisme yang Lebih Besar

KONFRONTASI - Lembaga intelijen Amerika Serikat atau CIA melakukan interogasi "brutal" terhadap para tersangka Al Qaeda selama bertahun-tahun setelah serangan terorisme 9 September 2001 (9/11). Demikian bunyi laporan Senat Amerika Serikat yang disusun oleh kubu Demokrat di Komite Intelijen Senat.

Laporan itu  juga mengatakan, CIA telah melakukan pembohongan terhadap warga AS.

Berantas Terorisme di Indonesia Bukan dengan Cara-cara Amerika

KONFRONTASI - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan sebanyak r 420 ulama terkemuka di Pulau Jawa dan Sumatera akan menggelar gerakan antiterorisme. Gerakan yang akan dihelat 6 sampai 8 Desember mendatang ini dalam rangka menyoroti cara pemerintah menanggulangi aksi teror selama ini.

"Penanggulangan terorisme saat ini belum komprehensif karena hanya menggunakan pendekatan keamanan, pendekatan yang represif," katanya di Kantor International Conference of Islamic Scholar (ICIS), Jakarta Selatan, kemarin (Rabu, 3/12). 

Iran Diminta Lebih Berperan Melawan Terorisme

KONFRONTASI-Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, dalam pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Baghdad Hassan Danaaeifar, Kamis, mengatakan peran Iran dalam perang melawan terorisme di kawasan itu mendasar dan penting.

Dalam pertemuannya dengan Danaeifar, al-Abadi mengatakan Iran telah menawarkan bantuan terpuji kepada pemerintah dan rakyat Irak pada periode sensitif yang berbeda, dan memiliki peran dasar serta penting dalam perang melawan Daesh sekarang ini, dan berdiri di samping bangsa Irak.

Pages