18 July 2019

Terorisme

PPATK Rancang Aplikasi Guna Redam Pendanaan Teroris

Konfrontasi - Pemerintah sedang membangun jaringan data untuk pencegahan terorisme, antipendanaan teroris, dan program deradikalisasi. Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Agus Santoso mengatakan jaringan data itu untuk memudahkan antarlembaga penegak hukum berbagi informasi lewat suatu aplikasi di telepon seluler.

Jimly: Tragedi Tolikara Tindakan Terorisme

KONFRONTASI-Aparat penegak hukum didesak mengusut tuntas kasus Tolikara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai peristiwa tersebut masuk dalam kategori terorisme. "Ini termasuk terorisme dan pelanggaran HAM sekaligus," kata Jimly saat open house di rumahnya, Jakarta Selatan, Minggu (19/7).

Jimly mengungkapkan kasus tersebut bagian dari teror. Pasalnya, umat Islam sedang melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri. Ia pun meminta semua pihak tidak mengecilkan persoalan di Papua.

Dewan Pers Sosialisasikan Pedoman Peliputan Terorisme

Konfrontasi - Dewan Pers Pusat menyosialisasikan Pedoman Peliputan Terorisme terhadap wartawan di wilayah Kalimantan Selatan.

"Keluarnya pedoman peliputan terorisme ini karena selama ini pers tidak memiliki pedoman pelipuan aksi kejahatan luar biasa itu," ucap Ketua Komisi Hukum Pers Dewan Pers, Stanley Prasetyo, di Banjarmasin, Rabu (8/7).

Dalam Sarasehan BNPT dan FKPT Kalimantan Selatan dengan media massa itu, Dewan Pers melalui pedoman peliputan terorisme itu mengeluarkan 13 butir pedoman peliputan yang tertuang dalam peraturan tersebut.

Ali Khamenei Sebut AS Sponsor Utama Terorisme

KONFRONTASI - Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, rakyat Yaman, Bahrain, dan Palestina berada di bawah penindasan dan Iran mendukung bangsa tertindas.

Islam Indonesia Diyakini Mampu Redam Radikalisme

Konfrontasi - Keberadaan Islam nusantara diyakini mampu meredam tantangan radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama Islam.

“Saat ini yang akan dihadapi bersama adalah peradaban dunia yang konfrontatif antara Islam dan dunia yang bukan Islam. Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya kelompok teroris yang menggunakan nama Islam,” ujar Pembina Jaringan Gusdurian Alisa Wahid dalam Halaqoh Pra Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), akhir pekan lalu.

Ledakan Tanah Abang Tidak Terkait Kelompok Teroris?

KONFRONTASI - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan belum ada indikasi bahwa ledakan yang pada Rabu (8/4) terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, berkaitan dengan kelompok teroris.

"Kesimpulan sementara belum ada kaitan dengan kelompok teroris," kata Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa saat itu lokasi ledakan sedanng dipersiapkan untuk acara hajatan dan berkenaan dengan itu ada empat orang yang diminta membersihkan lokasi.

DPR Bahas Terorisme Bersama BNPT

KONFRONTASI - Bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisi III DPR menggelar rapat membahas penanggulangan dan pemberantasan terorisme.

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution mengatakan, rapat ini akan membahas mengenai BNPT dan penindakan terhadap kasus terorisme.

"Di dalam (rapat) nanti akan kita jelaskan bagaimana menanggulangi terorisme," ujar Saud di Ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Separatisme Ancam NKRI, Polisi dan TNI Diminta Bertindak

KONFRONTASI- Kelompok separatisme di Indonesia lebih berbahaya ketimbang kelompok terorisme. Karena itu, Kepolisian dan TNI semestinya lebih fokus ke penindakan kelompok yang mengancam kesatuan NKRI itu. Demikian dikatakan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfuz Sidiq.

Politikus dari PKS itu mengatakan, isu soal keberadaan terorisme di Indonesia adalah buatan. Jika pun ada, keberadaannya tak akan pernah bisa besar. Sebab, pola rekrutmen kelompok terorisme di Indonesia pendekatannya adalah idiologi.

Perangi Terorisme, Jepang Siapkan USD15,5 Juta

SBY: Jangan Sampai Islam Dihadapkan dengan Non Islam

KONFRONTASI - Seminggu ini dunia memanas, menyusul terjadinya kekerasan atas nama agama di Paris, yang mengakibatkan jatuhnya 17 korban jiwa. Dari Perancis dikumandangkan bahwa dunia berada dalam peperangan, "We are at War". Mungkin lebih dari sekedar anti terorisme.

"Inilah yang saya cemaskan. Jangan sampai Islam dihadapkan dengan non Islam. Jika ini terjadi, yang "menang" kaum teroris, yang lain kalah," kata Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam akun twitternya sesaat lalu, Rabu (14/1).

Pages