1 April 2020

Terorisme

Kemenag Yogya Minta Kegiatan Rohis Diawasi, Pengamat Teroris: Ini Semakin Amburadul

Konfrontasi - Pengamat Terorisme Indonesia, Al Chaidar menilai bahwa permintaan Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kepada pengelola sekolah SMP maupun SMA untuk mengawasi kegiatan Rohani Islam (Rohis) berlebihan. Pasalnya, menurut dia, hampir tidak ada mantan Rohis yang menjadi teroris. 

“Berlebihan itu, aneh itu. Karena kan beberapa pelaku terorisme itu, setahu saya itu tidak ada aktivis Rohis,” ujar Al Chaidar yang  jebolah sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia ini dilansir Republika.co.id, Jumat (7/7/2017).

Kerukunan Antar Sesama akan Membuat Indonesia Imun dari Radikalisme Terorisme

KONFRONTASI - Kerukunan antar sesama anak bangsa akan membuat Indonesia imun dari 'serangan' radikalisme dan terorisme. Karena itu penguatan rasa cinta tanah air dan persatuan, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dilakukan demi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi sekarang masih momentum hari kemenangan Idul Fitri.

Saudi Dituding Sebagai Sponsor Utama Terorisme di Inggris

KONFRONTASI-Arab Saudi dituding sebagai sponsor utama terorisme di Inggris. Pasalnya, dana asing yang mengalir untuk kelompok eksrtemis di Inggris utamanya berasal dari negara kerajaan itu.

Pemerintah Inggris didesak untuk segera melakukan penyelidikan secara terbuka terhadap semua sumber dana yang mengalir dari negara Teluk tersebut ke kantong-kantong ekstremisme di Inggris, kata laporan yang dirilis The Guardian, Rabu (5/7/2017).

Perlu Libatkan Masyarakat untuk Deteksi Pelaku Teror 'Lone Wolf'

KONFRONTASI-Wakil Ketua Panitia Khusus revisi Undang-Undang no 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Teorisme, Supiadin menilai modus "lone wolf" yang dilakukan teroris diakui susah untuk dideteksi aparat intelijen.

Karena itu, upaya pencegahannya perlu melibatkan masyarakat luas.

"Konsep pencegahan dalam revisi UU Terorisme yang sedang disusun, memberikan akses masyarakat untuk deteksi para teroris," kata Supiadin di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin.

Paul Pogba: Islam Bukan Teroris

Konfrontasi - Bintang Manchester United, Paul Pogba, diketahui memang beragama Islam. Ia juga baru saja menunaikan umrah. Ternyata, kasus bom oleh teroris di Manchester beberapa waktu lalu masih mengusik perhatian Pogba. Ia menegaskan Islam bukanlah teroris.

Sebagaimana diketahui, bom Manchester telah mengguncang dunia, dan masih menyisakan duka bagi keluarga para korban. Ledakan terjadi di tengah konser Ariana Grande yang berlangsung di Manchester Arena, 22 Mei 2017 lalu.

OKI Minta Qatar Hormati Komitmen Perangi Terorisme

KONFRONTASI-Organisasi Kerja sama Islam (OKI) meminta Qatar untuk menghormati komitmennya dalam upaya bersama melawan terorisme, menyusul keputusan beberapa negara Arab untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, karena dianggap mendukung kegiatan dan kelompok teroris.

Hal itu disampaikan dalam keterangan pers dari Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja sama Islam (OKI), yang diterima di Jakarta, Selasa (6/6).

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Gunung Kidul

KONFRONTASI-Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial RS (34) di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa.

Komandan Satuan Brimob Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Dadang Rahardja saat ditemui di Mako Brimob DIY, Selasa malam, membenarkan penangkapan itu. Menurut dia, penangkapan dilakukan dibantu petugas Polres Gunung Kidul dan Polda DIY sekitar pukul 10.00 WIB dan saat ini telah diamankan di Mako Brimob Polda DIY.

BIN Beberkan Alasan Terduga Teroris Cepat Ditangkap Setelah Ledakan

Konfrontasi - Masih ada yang menyebut serangkaian aksi terorisme di Indonesia sebagai rekayasa. BIN menjelaskan mekanisme penangkapan teroris.

Tak bisa dimungkiri ada saja suara sumbang di balik aksi aparat memberantas terorisme. Misalnya saat ledakan di Kampung Melayu pada 24 Mei lalu, keberhasilan aparat menangkap sejumlah orang terkait aksi terorisme itu ada yang menganggapnya sebagai rekayasa. Mengapa bisa teroris ditangkap sedemikian cepat?

Inilah Tiga Poin Nilai Ramadan Untuk Perangi Terorisme

KONFRONTASI -  Ramadan adalah bulan penuh berkah ampunan. Selain itu, Ramadan juga  memiliki nilai-nilai tinggi untuk menciptakan perdamaian dan ketentraman, terutama dari ancaman terorisme. Karena itu, penerapan nilai-nilai Ramadan itu sangat penting dalam menciptakan Indonesia sebagai negara yang damai, religius, dan majemuk.

Pemberantasan Terorisme Harus Terintegrasi

KONFRONTASI-Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menilai pemberantasan tindak pidana terorisme harus dilakukan secara terintegrasi antara institusi Kepolisian dan TNI, sehingga tidak mempermasalahkan keterlibatan TNI yang akan diatur dalam revisi Undang Undang nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Saya mendukung untuk sistem pemberantasan teroris itu dilakukan secara integritas dan bersama-sama, karena jangan sampai ini menjadi sesuatu keraguan antara TNI dan Polri menyikapi kejadian seperti kemarin," kata Taufik di Gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa, merujuk insiden bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5).

Taufik menjelaskan bahwa selama ini birokrasi terlalu lama dalam memproses agar TNI menjadi unit pendukung untuk pemberantasan dan pencegahan tindak pidana terorisme sehingga memerlukan payung hukum secara tegas.

Menurut dia, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga telah memberikan pernyataan mendukung keterlibatan TNI dalam pemberantasan tindak pidana terorisme.

"Artinya, antara Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI sudah dalam satu pandangan yang sama, maka tidak ada kata lain bagi DPR selain mendukung," ujarnya.

Pages