17 September 2019

Terorisme

Tersangka Teror Barcelona Rencanakan Serangan Lebih Besar

Konfrontasi - Tersangka serangan teror ganda di Spanyol sudah merencanakan serangan yang lebih besar daripada serangan mobil mematikan yang mereka lakukan, kata polisi. Sementara rasa pilu muncul dari keluarga yang tercabik kengerian.

Seorang pria Italia berusia 35 tahun terbunuh di antara 14 orang, terkapar di depan istri dan anak-anaknya di Barcelona saat seorang sopir menabrakkan mobil van menghantam kerumunan orang di jalan raya Las Ramblas yang sibuk, Kamis 17 Agustus. Pelaku kemudian melarikan diri dengan berjalan kaki.

Bom di Barcelona dan Kompleksnya Fenomena Terorisme

Oleh: Denny JA

Tahun 2013, Hillary Clinton, menonjol sebagai calon presiden Amerika Serikat. Saat itu ia berkata yang membuka mata publik luas. CNN menyiarkannya. Duniapun tetap bisa menontonnya melalui Youtube.

"Jangan lupa," ujar Hillary, "terorisme yang kini kita perangi, kita ikut membiayainya 20 tahun lalu. Kita rekruit mujahidin, kita biarkan mereka datang dari Arab Saudi dan negara lainnya untuk mengimpor paham wahabi. Kita gunakan mereka untuk mengalahkan Uni Sovyet."

Romo Magnis: Terorisme Puncak Ancaman Kehidupan Bangsa

KONFRONTASI-Tokoh kebangsaan Franz Magnis Suseno mengatakan terorisme sekarang ini telah menjadi puncak dari segala ancaman keamanan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang dilandasi Bhinneka Tunggal Ika.

"Jadi, terorisme harus langsung ditumpas saat masih kecil, jangan dibiarkan sampai besar," kata Magnis di Jakarta, Rabu.

Namun, menurut Magnis, bukan berarti setiap pelaku teror harus dieksekusi mati. Pelaku teror yang tertangkap tetap harus diperlakukan secara manusiawi dan diproses hukum.

Mantan Wartawan Sekaligus Anggota Dewan Ini Dukung Pemerintah Tutup Medsos

Konfrontasi - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mendukung langkah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menutup aplikasimedia sosial (medsos) yang dinilai tidak kooperatif dalam mendukung upaya pemerintah menangkal konten berbau hoaks, fake news, dan radikalisme.

Dia meminta berbagai platform dan perusahaan medsos juga harus mendukung langkah pemerintah untuk menangkal berbagai berita hoaks yang menyesatkan dan menimbulkan ketidaktentraman di masyarakat. Termasuk masalah terorisme.

Kapolri Sebut Alasan Pemblokiran Telegram Picu 'Lone Wolf'

Konfrontasi - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aplikasi percakapan Telegram sulit disadap dan banyak digunakan oleh teroris untuk wadah berkomunikasi. Kecanggihan Telegram ini, kata Tito, memicu terjadinya bibit teroris 'lone wolf' alias teror seorang diri. 

Menhan Serukan Perangi Terorisme Dengan Idealisme Bangsa

KONFRONTASI -  Terorisme merupakan salah satu musuh utama dunia internasional dalam beberapa tahun belakangan ini. Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa terorisme harus dilawan secara serius.

Salah satu senjata ampuh untuk melawan terorisme menurut Ryamizard adalah melalui pengarusutamaan idealisme bangsa.

Kemenag Yogya Minta Kegiatan Rohis Diawasi, Pengamat Teroris: Ini Semakin Amburadul

Konfrontasi - Pengamat Terorisme Indonesia, Al Chaidar menilai bahwa permintaan Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kepada pengelola sekolah SMP maupun SMA untuk mengawasi kegiatan Rohani Islam (Rohis) berlebihan. Pasalnya, menurut dia, hampir tidak ada mantan Rohis yang menjadi teroris. 

“Berlebihan itu, aneh itu. Karena kan beberapa pelaku terorisme itu, setahu saya itu tidak ada aktivis Rohis,” ujar Al Chaidar yang  jebolah sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia ini dilansir Republika.co.id, Jumat (7/7/2017).

Kerukunan Antar Sesama akan Membuat Indonesia Imun dari Radikalisme Terorisme

KONFRONTASI - Kerukunan antar sesama anak bangsa akan membuat Indonesia imun dari 'serangan' radikalisme dan terorisme. Karena itu penguatan rasa cinta tanah air dan persatuan, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dilakukan demi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi sekarang masih momentum hari kemenangan Idul Fitri.

Saudi Dituding Sebagai Sponsor Utama Terorisme di Inggris

KONFRONTASI-Arab Saudi dituding sebagai sponsor utama terorisme di Inggris. Pasalnya, dana asing yang mengalir untuk kelompok eksrtemis di Inggris utamanya berasal dari negara kerajaan itu.

Pemerintah Inggris didesak untuk segera melakukan penyelidikan secara terbuka terhadap semua sumber dana yang mengalir dari negara Teluk tersebut ke kantong-kantong ekstremisme di Inggris, kata laporan yang dirilis The Guardian, Rabu (5/7/2017).

Perlu Libatkan Masyarakat untuk Deteksi Pelaku Teror 'Lone Wolf'

KONFRONTASI-Wakil Ketua Panitia Khusus revisi Undang-Undang no 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Teorisme, Supiadin menilai modus "lone wolf" yang dilakukan teroris diakui susah untuk dideteksi aparat intelijen.

Karena itu, upaya pencegahannya perlu melibatkan masyarakat luas.

"Konsep pencegahan dalam revisi UU Terorisme yang sedang disusun, memberikan akses masyarakat untuk deteksi para teroris," kata Supiadin di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin.

Pages