19 June 2018

Terorisme

Moeldoko: Mau Hari Raya, Teroris Tetap Ditindak

KONFRONTASI - Terkait penangkapan eks napi terorisme di Karanganyar, Jawa Tengah, saat malam Idul Fitri 2018, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan penindakan terhadap terduga teroris tidak pandang hari raya, cuti lebaran maupun libur nasional.

Menurutnya selama dinilai terbukti melanggar hukum, penangkapan tidak akan kenal waktu.

Lima Orang Ditangkap di Blitar Terkait Terorisme

KONFRONTASI-Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kembali mengamkan dua orang, dari sebelumnya hanya tiga, terkait dengan keterlibatan dalam jaringan terorisme di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Bendung Terorisme, Zakat Solusi Wujudkan Keadilan Sosial

KONFRONTASI - Di bulan Ramadan ini umat islam diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai salah satu rukun islam yang harus dilaksanakan. Selain zakat fitrah, masih ada beberapa zakat lainnya seperti infaq, mal, sedekah, sodaqoh, hibah, dan lain-lain yang bisa dilakukan umat islam untuk membantu perekonomian warga yang tidak beruntung.

Berantas Terorisme, TNI Tunggu Perpres Koopssusgab

KONFRONTASI - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen M. Sabrar Fadhilah mengapresiasi DPR yang menerima masukan TNI ketika membahas revisi UU Anti Terorisme.

Densus 88 Geledah Tiga Lokasi di Tasikmalaya

KONFRONTASI-Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri bersama jajaran Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota menggeledah tiga rumah diduga terkait kasus teroris di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa sore.

Harus Diawasi Perpres Keterlibatan TNI Tangani Terorisme yang Lagi Disusun Pemerintah

KONFRONTASI -  Setara Institute kurang terlalu yakin dengan Perpres keterlibatan TNI dalam ikut menangani teroris. Karenanya meminta kepada masyarakat untuk mengawasi pembahasan Peraturan Presiden terkait pelibatan TNI yang akan disusun oleh pemerintah tersebut.

Menurut Ketua Setara Institute Hendardi, hal itu dilakukan agar substansi yang mengatur pelibatan TNI dalam Perpres tersebut tidak melampaui UU Antiterorisme yang baru saja disahkan oleh DPR.

Awasi Perpres Keterlibatan TNI Tangani Terorisme yang Lagi Disusun Pemerintah

KONFRONTASI - Setara Institute kurang terlalu yakin dengan Perpres keterlibatan TNI dalam ikut menangani teroris. Karenanya meminta kepada masyarakat untuk mengawasi pembahasan Peraturan Presiden terkait pelibatan TNI yang akan disusun oleh pemerintah tersebut.

Menurut Ketua Setara Institute Hendardi, hal itu dilakukan agar substansi yang mengatur pelibatan TNI dalam Perpres tersebut tidak melampaui UU Antiterorisme yang baru saja disahkan oleh DPR.

Amman Abdurrahman Bantah Terlibat Dalam Lima Aksi Teror

KONFRONTASI-Terdakwa kasus terorisme, Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman mengatakan bahwa dirinya merasa selalu menjadi pihak yang dipersalahkan, meskipun menurut dia, pada beberapa kasus teror yang dikaitkan dengan dirinya, bukti keterkaitannya sangat lemah.

Ia menyatakan beberapa pelaku atau teman pelaku hanya pernah bertemu sekali dengannya atau, ia dinyatakan bertanggung jawab hanya karena di rumah pelaku ditemukan buku kajian Oman.

"Sistem penjeratan kepada saya pada kasus-kasus itu adalah model gaya baru yang pertama kali dilakukan, yakni penjeratan karena si pelaku atau guru si pelaku atau teman si pelaku pernah walau sekali bertemu saya atau pernah walau sekali mendengar rekaman kajian saya atau pernah baca tulisan saya atau ditemukan di rumahnya, buku tulisan atau terjemahan saya atau audio kajian saya tentang syirik demokrasi, padahal buku-buku dan kajian saya baru membahas tauhid saja dan belum bahas masalah jihad," kata terdakwa Oman dalam sidang pledoi di PN Jaksel, Jakarta, Jumat.

Ia menolak semua tuduhan keterlibatan dalam lima kasus teror yang dialamatkan padanya.

Oman didakwa terlibat sebagai dalang dalam kasus bom Thamrin, kasus bom Gereja Oikumene di Samarinda, kasus bom Kampung Melayu, serta kasus penyerangan di Bima dan Medan.

"Jadi, kalau saya dikaitkan dengan tindakan Juhanda (kasus bom Gereja Oikumene Samarinda), maka itu sikap dzalim dan pemaksaan kasus sebagaimana pada empat kasus yang lainnya. Tapi, apa mau dikata, Anda (majelis hakim) sekalian berkuasa dan kami adalah orang-orang yang lemah, di hadapan Allah kita akan bersengketa," kata Oman.

Dalam pembelaannya, ia menegaskan bahwa tidak mengetahui tentang empat kasus teror yakni kasus bom Gereja Oikumene di Samarinda, kasus bom Kampung Melayu, kasus penyerangan di Bima dan Medan.

"Semuanya saya sendiri baru tahu beritanya saat sidang ini," kata Oman.

Ia beralasan selama terjadinya kasus tersebut yakni pada rentang November 2016 - September 2017, Oman berada dalam Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Saya diisolasi di LP Pasir Putih sejak Februari 2016, hingga saya diambil Densus 88 pada 12 Agustus 2017, di mana di masa isolasi itu saya tidak tahu berita sama sekali dan tidak bisa bertemu maupun komunikasi siapapun kecuali dengan sipir penjara," katanya.

Sementara ia pun mengaku hanya mengetahui kasus bom Thamrin dari pemberitaan media daring.

"Hanya satu kasus saja yang saya baca beritanya di Detik.com yaitu kasus Thamrin dan saksi kunci Abu Gar sudah menjelaskan dalam kesaksiannya di sidang ini bahwa saya Aman Abdurrahman tidak mengetahui apa-apa perihal rencana penyerangan itu," katanya.

Bantahan keterlibatan Oman dalam sejumlah aksi bom bunuh diri tersebut disampaikan secara detil oleh tim penasihat hukumnya melalui nota pembelaan.

Tim penasihat hukum mengatakan bahwa terdakwa Oman hanya memberikan anjuran kepada para pengikutnya untuk hijrah ke Suriah dan melakukan amaliyah di Suriah, bukan di Indonesia.

Sementara buku Seri Materi Tauhid yang ditulis Oman hanya menjelaskan mengenai tauhid dan makna thagut, bukan pengajaran tentang jihad.

Dalam sidang pledoi pada Jumat, tim penasihat hukum Oman meminta tiga hal kepada majelis hakim yakni agar membebaskan terdakwa dari semua dakwaan dan tuntutan, membebankan semua biaya materil kepada negara dan memberikan hukuman seringan-ringannya kepada terdakwa.

Oman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bom Thamrin, kasus bom Gereja Oikumene di Samarinda, kasus bom Kampung Melayu dan penyerangan di Bima. Oman dituduh berperan sebagai pengendali di balik teror tersebut.

Segera Dibuat, Perpres Pelibatan TNI Dalam Penanggulangan Terorisme

KONFRONTASI-Pemerintah akan segera membuat Peraturan Presiden terkait pelibatan TNI dalam penanggulangan tindak pidana terorisme, menjalankan amanat Rancangan Undang-Undang (RUU) perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Umar Patek Tak Setuju Anak Kecil Dilibatkan Dalam Aksi Bom Bunuh Diri

KONFRONTASI- - Aksi bom bunuh diri di gereja di Surabaya dan Mapolrestabes Surabaya melibatkan anak kecil dan perempuan. Napi teroris Bom Bali I, Umar Patek, berbicara tentang pelibatan anak kecil.

"Kalau tentang itu, dari awal saya tidak mau (melibatkan anak kecil)" kata Umar Patek dalam program Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (23/5/2018).

Pages