Tergerus

Elektabilitas Jokowi Tergerus akibat Gagal Ekonomi dan Masuknya Buruh China

KONFRONTASI- Elektabilitas dan trend keterpilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai mengalami tren penurunan dalam enam bulan terakhir. Sebaliknya tren dukungan terhadap Prabowo-Sandi terus meningkat. Hal ini dinilai karena kegagalan Jokowi dalam memenuhi janji-janji politiknya, banjir buruh China,  gagal ungkapan-ungkapannya sendiri yang berlebihan, harga pangan mahal dan kebangkitan kaum emak-emak.

Akibat Kebangkitan Emak-emak dan Tak Tepati Janji, Elektabilitas Jokowi Diklaim Tergerus, Prabowo Meningkat

KONFRONTASI -  

Elektabilitas dan trend keterpilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai mengalami tren penurunan dalam enam bulan terakhir. Sebaliknya tren dukungan terhadap Prabowo-Sandi terus meningkat. Hal ini dinilai karena kegagalan Jokowi dalam memenuhi janji-janji politiknya,  gagal ungkapan-ungkapannya sendiri yang berlebihan, harga pangan mahal dan kebangkitan kaum emak-emak.

Saat Dibuka Mata Uang Rupiah Tergerus, Mata Uang Safe Haven Meningkat

KONFRONTASI -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (12/2/2019) semakin tergerus untuk terus jatuh terperosok ke zona merah setelah beberapa pekan sebelumnya membaik. Tren negatif mata uang Garuda mengiringi dolar yang terjaga di dekat level terbaiknya sepanjang 2019. 

Bursa Asia Tergerus di Awal Perdagangan Senin

KONFRONTASI -  Sebagian besar bursa Asia melemah pada awal pekan ini. Senin (15/10) pukul 8.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,83% ke 22.275. Hang Seng tergerus 0,46% ke 15.683.

Sedangkan indeks Taiex melemah 0,80% ke 10.217. Kospi turun 0,41% ke 2.152 dan ASX 200 tergerus 1,35% ke 5.815. Indeks Straits Times turun 0,38% ke 3.057 dan FTSE Malaysia naik tipis 0,06% ke 1.731.

BI Jaga Stabilitas Rupiah, Cadangan Devisa Tergerus Lagi US$ 2 Miliar

KONFRONTASI -  Nilai tukar rupiah terus bertengger di kisaran Rp 13.700-an per dolar Amerika Serikat sejak akhir Februari hingga memasuki April 2018. Penurunan cadangan devisa masih berlanjut. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa per akhir Maret 2018 sebesar US$ 126 miliar atau turun US$ 2,06 miliar dalam sebulan. Dengan demikian, secara total, cadangan devisa telah turun US$ 5,98 miliar sejak awal Februari 2018.