15 June 2021

Tepi Barat

Mantan Pemimpin Dunia The Elders Desak Uni Eropa Tolak Rencana Pencaplokan Tepi Barat

Konfrontasi - Para mantan pemimpin dunia mendesak negara-negara Eropa agar menghentikan rencana Israel mencaplok Tepi Barat.

Kelompok mantan pemimpin dunia yang tergabung dalam The Elders menyatakan, pencaplokan tersebut akan berdampak negatif kepada stabilitas politik dan perekonomian di kawasan.

Dalam surat yang diberikan kepada pemimpin Prancis, Jerman, Inggris, dan Uni Eropa, The Elders menjelaskan, pencaplokan juga bertentangan dengan kepentingan jangka panjang Israel dan rakyat Palestina.

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu: Saya Tak Akan Lewatkan Peluang Caplok Tepi Barat

KONFRONTASI -   Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menyatakan Israel tidak akan melewatkan peluang historis memperluas kedaulatannya ke wilayah Tepi Barat.

Dia menyebut langkah itu sebagai salah satu prioritas pemerintahan barunya. Palestina menganggap langkah itu sebagai pencaplokan ilegal tanah yang hendak menjadi bagian dari negara masa depan.

Pekan lalu, Palestina mendeklarasikan penghentian kerja sama keamanan dengan Israel dan aliansinya, Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk protes atas rencana wilayah itu.

Zionis Israel Berusaha Belah Tepi Barat

KONFRONTASI - Rezim Zionis Israel melanjutkan kebijakan-kebijakan ekspansionisnya dan berusaha membagi Tepi Barat.

Seperti dilansir kantor berita al-Quds, Amin Maqbul, Sekretaris Dewan Revolusi Gerakan Fatah pada Minggu (6/3/2016) mengatakan, Israel dalam suratnya kepada Otorita Ramallah mengabarkan keputusannya untuk membagi Tepi Barat.

Ia berharap rencana Perancis untuk menyelenggarakan Konferensi Perdamaian Internasional guna mengakhiri konflik dan pendudukan Palestina yang didasarkan kerangka waktu tertentu akan mencapai hasilnya.

Mliter Israel Berikan Alasan Tembak Mati Gadis Palestina

Konfrontasi - Seorang gadis asal Palestina berusia 13 tahun, ditembak mati sesudah mencoba menusuk seorang petugas Israel di permukiman Tepi Barat pada Sabtu (23/1/2016) waktu setempat, yang terbaru dalam serangkaian serangan berdarah dalam beberapa bulan.

Banyak di antara penyerang itu masih berusia muda dan pembunuhan oleh pasukan keamanan Israel terhadap sebagian dari mereka memicu pertanyaan di sekitarnya dan luar negeri.

Gadis Palestina Ini Gugur Syahid Setelah Ditembak Polisi Israel

KONFRONTASI - Sorang gadis Palestina gugur syahid di Tepi Barat setelah ditembak aparat keamanan rezim Zionis Israel bulan lalu. 

Menurut Pusat Informasi Palestina, seorang gadis Palestina yang terluka terkena peluru aparat keamanan Israel pada akhir bulan November lalu telah gugur syahid pada hari Rabu (16/12/2015) disebabkan luka parahnya.

Gadis tersebut ditembak pasukan keamanan Israel di pos pemeriksaan di Nablus, selatan Tepi Barat.

Tentara Israel Kembali Tembak Mati Remaja Palestina

Konfrontasi - Tentara Israel menembak mati seorang remaja Palestina di Tepi Barat, Jumat (3/7), setelah ia melempar batu ke patroli mereka, kata sumber kesehatan dan keamanan Palestina.

Mohammad Kosba, 17, tewas oleh dua peluru setelah melemparkan batu ke kendaraan militer Israel di dekat pos pemeriksaan Qalandia, Ramallah selatan, kata sumber.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan tentara melepaskan tembakan setelah kendaraan mereka rusak.

Militer Israel Tembak Mati Pemuda Palestina

Konfrontasi - Tentara Israel kembali menembak mati seorang pemuda Palestina dalam bentrokan dengan puluhan warga Palestina pada Sabtu (31/1) malam di Kota Nablus di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan. Menurut beberapa saksi mata, pemuda itu ditembak dan tewas selama bentrokan antara puluhan pemuda Palestina dan satuan militer Israel di Desa Madama.

Amerika Serikat Peringatkan Israel Terkait Pembangunan di Tepi Barat

Konfrontasi - Amerika Serikat Jumat (30/1) mengatakan, pengumuman Israel untuk membangun 450 unit rumah di wilayah pendudukan Tepi Barat akan berdampak merugikan Israel sendiri dan akan melanjutkan isolasi internasional terhadap Israel.

"Kami sangat prihatin atas pengumuman yang sangat kontroversial tentang pembangunan pemukiman ini. Keputusan mereka akan berdampak kerugian bagi Israel, menambah ketegangan dengan Palestina dan isolasi internasional terhadap Israel terus berlangsung," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest dalam satu pernyataan.