Tenaga Kerja Wanita (TKW)

Gagal Terbang Akibat Jadwal Tes Swab, TKW Asal Tasikmalaya Tantang Jokowi

Konfrontasi - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) mengamuk di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) lantaran gagal terbang ke luar negeri.

TKW asal Tasikmalaya Jawa Barat itu gagal terbang lantaran adanya ketidaksesuaian jadwal hasil swab test sebagai syarat untuk terbang ke luar negeri.

“Apa kalian pejabat pada ngerti semua, selama tujuh bulan saya diam di rumah tidak pernah ke mana-mana, kita harus makan. Anak-anak harus makan,” ucap wanita itu dengan suara keras.

“Kita tulang punggung keluarga, selama tujuh bulan diam di rumah tidak pernah kemana-mana,” tambahnya.

Saking kesalnya, wanita itu berani menantang Presiden Joko Widodo.

“Ayo lawan saya, ayo sekarang suruh ke sini presiden Jokowi, kalau emang mau membantu rakyat,” katanya.

Ia keberatan apabila tidak bisa berangkat ke luar negeri untuk bekerja sebagai TKW karena majikannya sudah menunggu.

“Saya tahu, saya sudah sabar sekarang harus balik lagi ke Tasik, balik kampung berapa, ongkos mobilnya berapa. Sekarang tiket sudah mepet jam 11.00, majikan sudah nunggu di sana,” imbuhnya.

“Sini mana sok, Jokowi suruh turun ke sini lawan saya,” tantang perempuan berhijab itu.

Ia mengaku sudah lama tinggal di rumah tanpa bekerja. Padahal, dia adalah tulang punggung keluarga.

“Saya sudah sabar tujuh bulan diam aja di rumah, makanan tidak ada yang ngasih. Ayo lawan TKW, TKW itu devisa negara, kalian itu dibayar sama siapa, sama TKW. Saya yang susah-susah, masih saja dipersulit,” ucapnya.

“Gimana mau maju negara Indonesia kalau begini. Kalian itu cuman korupsi-korupsi, makan uang rakyat semua,” cetusnya.

Ia mengajak seluruh TKW yang gagal berangkat ke luar negeri untuk bergabung melawan Jokowi.

“TKW yang ke luar negeri ayo gabung semua, kalau bisa sok lawan Jokowi semua. Waktu dulu kampanye apa? Anu anu apa? sekarang mana buktinya? Gak ada satu pun yang mau memperjuangkan TKW,” tandasnya.

Ibu Pembuang Bayi di Pesawat Etihad Mengaku Tak Lakukan Aborsi

Konfrontasi - Hani, ibu yang membuang jasad bayinya di tong sampah pesawat Etihad EY 474, merupakan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang telah bekerja selama empat tahun di Abu Dhabi, Dubai. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ahmad Yusep, Minggu (7/1/2018).

"Dari keterangan pelaku, dia memang seorang TKW yang sudah bekerja selama empat tahun di Timur Tengah," ujarnya.