Telegram

Kapolri Instruksikan Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah, Kecuali yang Lakukan Ini

Konfrontasi - Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan surat telegram khusus untuk menjaga netralitas Polri dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Telegram dengan ST/2544/VIII/RES.1.24./2020 per tanggal 31 Agustus 2020 itu memuat tentang penundaan proses hukum terhadap calon kepala daerah.

Lewat Grup WA dan Telegram, 30 Peserta Berjamaah Lakukan Hal Illegal di Tengah Pandemi Covid-19

Konfrontasi - Pihak kepolisian New York mengamankan sekitar 30 orang pria dan wanita, menggelar pesta terlarang secara rahasia di kawasan Midtown Manhattan, pada masa pandemi corona.

Laman Daily Mail, Sabtu (1/8/2020) mengabarkan, pesta terlarang itu digelar pada 24 Juli lalu. Mereka menggelar party secara sembunyi-sembunyi alias tanpa izin.

Telegram Mungkinkan Pengguna Kirim File Hingga 2 GB

KONFRONTASI-Telegram merilis update penting yang membuatnya lebih banyak fitur. Ada Profile Videos, fitur People Nearby yang ditingkatkan, dan kirim file berukuran 2GB.

Untuk Profile Video, pengguna bisa mengubah foto profil mereka menjadi video profil. Video akan diputar ketika profil pengguna dibuka.

Dilansir dari laman News18, Selasa (28/7/2020), aplikasi besutan Pavel Durov meningkatkan batas ukuran untuk file yang dibagikan di aplikasi, dari yang tadinya 1,5GB perfline, menjadi 2GB untuk semua jenis file.

Telegram Kembangkan Panggilan Video Grup dengan Jaminan Keamanan

KONFRONTASI-Telegram sedang mengembangkan layanan panggilan video grup yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Aplikasi chatting ini mengklaim layanan video grupnya akan menawarkan jaminan keamanan yang selalu jadi masalah utama pada layanan video grup -sebut saja Zoom yang diterpa isu keamanan dalam beberapa bulan terakhir, demikian dikutip dari The Verge, Sabtu (25/4/2020).

Klarifikasi Laudya Cynthia Bella Terkait Perseteruan Medina Zein vs Irwansyah

Konfrontasi - Perseteruan antara Medina Zein dengan Irwansyah masih terus berlanjut. Bahkan, nama Laudya Cynthia Bella ikut terseret atas kasus dugaan penggelapan dana sebesar Rp1,9 miliar oleh Irwansyah.

Bella memberikan klarifikasi atas kasus itu di Instagram Stories miliknya, Bella mengaku, awalnya enggan terlibat. Namun, namanya yang ikut terseret membuat ia harus memberikan klarifikasi, agar masalah yang ada menjadi terbuka.

Masjid an-Nur di Selandia Baru Kembali Diancam Lewat Telegram Jelang Peringatan 1 Tahun Penembakan

Konfrontasi - Masjid an-Nur di Christchurch, Selandia Baru, salah satu target serangan pada 15 Maret 2019 yang menewaskan 51 jamaah Salat Jumat, kembali mendapat ancaman.

Kepolisian Selandia Baru, Selasa (3/3/2020), menyelidiki ancaman yang disampaikan secara online itu.

Menurut polisi, ancaman terhadap masjid An Nur beredar melalalui aplikasi pesanan singkat Telegram pekan ini.

Bos Telegram: Whatsapp Berbahaya, Delete Saja!

KONFRONTASI-- Kasus diretasnya akun Whatsapp pribadi milik orang terkaya dunia sekaligus pemilik Amazon, Jeff Bezos membuat pendiri Telegram angkat suara. Dia bahkan menuliskan komentarnya mengenai pesaingnya ini dalam blog miliknya.

Dalam tulisannya yang diberi judul Kenapa Menggunakan WhatsApp Berbahaya atau Why Using WhatsApp Is Dangerous, Pavel Durov mengemukakan bahwa aplikasi chatting milik Facebook ini memiliki pintu belakang (backdoors) yang memungkinkan hackers untuk mengakses ponsel siapapun yang menggunakan Whatsapp.

Pendiri Instagram Serukan Hapus Whatsapp dari Ponsel, Alasannya?

KONFRONTASI-Pendiri Telegram Pavel Durov meminta para pengguna menghapus (uninstall) aplikasi WhatsApp di ponsel.

Alasannya, WhatsApp telah gagal melindungi pengguna. Sebab aplikasi terebut kerap dijebol oleh aplikasi jahat (malware) seperti Trojan misalnya. Trojan ini digunakan untuk memata-matai isi ponsel pengguna.

“Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel. Kecuali jika Anda tak keberatan ketika foto dan pesan yang Anda kirim terpapar ke publik suatu hari nanti,” tulis Durov pada channel Telegram miliknya.

Awas, Telegram Juga Rentan Disusupi Spyware

KONFRONTASI-Beberapa waktu lalu pengguna WhatsApp dihebohkan oleh penyusupan spyware Pegasus. Setidaknya ada 1.400 pengguna di seluruh dunia yang menjadi korban kejahatan tersebut.

Pasca kejadian itu, mungkin banyak pengguna yang beralih menggunakan aplikasi kirim pesan lain yang dianggap lebih aman, seperti Telegram dan Signal. Sayangnya, enkripsi tak bisa menjadi jaminan keamanan dari sebuah aplikasi.

Riset Symantec: Whatsapp dan Telegram Rentan Disusupi

KONFRONTASI-Dokumen dan foto yang dibagikan via aplikasi pengiriman pesan WhatsApp dan Telegram bisa diekspos dan dimanipulasi oleh orang-orang yang berniat jahat, menurut hasil penelitian baru oleh tim di perusahaan keamanan, Symantec.

Kelemahan keamanan, dijuluki Media File Jacking, memengaruhi WhatsApp Android secara default, juga Telegram untuk Android jika fitur tertentu diaktifkan, jelas Yair Amit, Wakil Presiden dan CTO Keamanan OS Modern di Symantec.

Pages