Tatang

Sedini Fajar

Oleh: Tatang

 

Istriku
Kini kau berikan senyuman dipagi buta
Tersimpul sipu di ujung bibirmu

 

Wajah cerah ceriahmu meriah
Membangkitkan gairah
Semangat menapaki pagi

 

Mentari entah bersinar pagi ini
Masih terlihat sepi
Belum menampakkan semburat jingga

 

Paparan cahaya di balik jendela juga belum nampak
Biasanya tergesa-gesa
Datang menyambangiku lewat celah-celah bilik usang itu

 

Tafakur

Oleh:  Tatang

 

Tafakurku hanya di temani burung hantu
Berzikir diikuti burung kedasih tiada henti
Takbirku mengiringi kelelawar mencari makan diwaktu malam
Tasbihku seiring jangkrik
Tahmidku di ramaikan suara katak di kolam tiada diam

 

Suasana beribadah di rumah membuncah
Seluruh alam semesta menyaksikan peristiwa perenungan hamba

 

Semua mengabdi sesuai titah-Nya
Kodrat yang membedakan dalam perjalanan hidup dialam fana

 

Anugrah Terindah

Oleh: Tatang

 

 

Aku selalu menunggu Suruq
Menanti mentari pagi berseri
Walau kadang fajar terlambat  datang
Terhalang awan di awal

 

Hariku gundah
Hati membuncah
Apa gerangan kau telat

 

Mungkin masih kedinginan sehabis gerimis malam tadi
Atau masih diselimuti embun

 

Tapi kau selalu menepati janji
Menemaniku setiap pagi
Dalam merenungi hari -hari

 

Mensyukuri Hidup - Puisi Tatang

Oleh: Tatang

 

Demi jantung yang masih berdenyut
Degupnya masih memberiku hidup
Kunikmati suasana unik ini
Adalah berkat pemberian Tuhan

 

Tubuhku masih utuh
Penuh anugrah tiada terkira
Langkah tegapku tetap mempesona ketika berjalan menapaki dunia fana

 

Melanjutkan langkah yang masih tertunda
Tersekat siang dan malam
Hanyalah helaan napas yang membuatku masih bertahan

 

Tambakruyung Bandung, 27-04-2020:07.50

 

-----------------