15 June 2021

Tanjakan Emen

Kini Fasilitas Keamanan Tanjakan Emen Dilengkapi

KONFRONTASI -  Sarana dan fasilitas keamanan jalur sekitar Tanjakan Emen Cicenang Subang terus dilengkapi menjelang arus mudik Lebaran 2018. Di lokasi ini sekarang sudah terpasang rambu kejut, pembatas jalan, serta penambahan penerangan jalan umum (PJU).

Seperti diketahui, Tanjakan Emen atau Turunan Emen yang berada di Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, kerap memakan korban. Sejumlah kecelakaan lalu lintas terjadi karena keterbatasan sarana dan prasarana di lokasi, faktor pengemudi, hingga kelaikan kendaraan.

Kakorlantas Sebut Jembatan Emen Sudah Tidak Layak Dilewati

Konfrontasi - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Royke Lumowa menyebut bahwa kondisi jalan di tanjakan Emen sudah tidak layak untuk dilewati oleh masyarakat umum dalam berkendara.

Hal ini disampaikan Royke menyusul insiden kecelakaan mobil Elf yang terjadi di Tanjakan Emen, Senin (12/3/2018) yang mengakibatkan 16 orang menjadi korban.

"Bukan petugas ditambah tapi karena jalannya ini yang tidak layak dilewatin," kata Royke saat ditemui di Rest Area Cipali, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Sopir Bus Maut Tanjakan Emen Ditetaptkan jadi Tersangka

Konfrontasi - Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan sopir bus pariwisata Premium Passion bisa ditetapkan menjadi tersangka atas kecelakaan yang mengakibatkan 27 orang meninggal dunia di Subang.

"Iya (bisa ditetapkan menjadi tersangka) akibat kelalaian hingga menyebabkan jatuh korban," ujar Royke saat meninjau lokasi kecelakaan bus, Minggu (11/2/2018).

Pengamat Transportasi Minta Tempat Wisata Sediakan Tempat Istirahat Sopir

Konfrontasi - Tempat wisata didesak untuk menyediakan tempat peristirahatan khusus untuk sopir bus agar tidak kelelahan yang berpotensi terhadap kecelakaan fatal.

"Kecelakaan bus pariwisata sangat sering terjadi, beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya antara lain sopir bus pariwisata sering alami perlakuan yang kurang menyehatkan fisiknya," kata Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Desakan itu kembali dikeluarkan terkait kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (10/2) sore yang merenggut nyawa 27 orang dan belasan lainnya luka-luka.

Dia menjelaskan pada umumnya kecelakaan disebabkan faktor manusia, prasarana, sarana dan lingkungan.

Setiap kecelakaan, lanjut dia, penyebabnya beragam, karena itu perlunya investigasi oleh institusi yang telah ditunjuk, yakni Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Seharusnya tempat wisata atau tempat menginap wisatawan juga menyediakan ruang khusus buat pengemudi bus wisata. Hasil tersebut sudah pernah direkomendasikan KNKT yang ditujukan ke Kementerian Pariwisata dalam hal membuat standar pelayanan minimum untuk kawasan wisata dan asosiasi perhotelan," katanya.

Menurut Djoko, supaya kondisi fisik pengemudi bisa pulih dan tidak mudah ngantuk ketika mengemudi karena tidak mendapat waktu istirahat yang cukup, tidur di tempat yang kurang layak, seperti di ruang bagasi bus, dalam bus atau di lapangan terbuka.

Dia menjelaskan angkutan orang untuk keperluan pariwisata harus digunakan untuk pelayanan angkutan wisata.

"Penyelenggaraan angkutan orang untuk keperluan pariwisata harus menggunakan mobil penumpang umum dan mobil bus umum dengan tanda khusus," katanya.

Angkutan orang untuk keperluan pariwisata tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor umum dalam trayek, kecuali di daerah yang belum tersedia angkutan khusus untuk pariwisata (pasal 154 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, menyebutkan angkutan pariwisata adalah angkutan dengan menggunakan mobil penumpang umum dan mobil bus umum yang dilengkapi dengan tanda khusus untuk keperluan wisata serta memiliki tujuan tempat wisata.

Sedangkan Pasal 32 menyatakan pelayanan angkutan orang untuk keperluan pariwisata merupakan pelayanan angkutan yang disediakan untuk keperluan kegiatan wisata.

Pelayanan angkutan orang untuk keperluan pariwisata, wajib memenuhi pelayanan untuk mengangkut wisatawan, pelayanan angkutan dari dan ke daerah tujuan wisata, tidak boleh digunakan selain keperluan wisata, tidak masuk terminal, pembayaran tarif berdasarkan waktu penggunaan kendaraan sesuai dengan perjanjian antara pengguna jasa dan perusahaan angkutan, tidak boleh digunakan selain keperluan wisata, tidak terjadwal dan wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan.

Pasal 33, kendaraan yang digunakan untuk pelayanan angkutan orang untuk keperluan pariwisata, wajib memenuhi persyaratan (a) menggunakan kendaraan berupa mobil bus umum, mobil bus tingkat atau mobil penumpang umum yang dilengkapi dengan fasilitas keperluan wisata, (b) dilengkapi stiker yang bertuliskan *PARIWISATA* dan dapat dibaca dengan jelas yang ditempatkan pada kaca depan dan kaca belakang mobil bus Syarat lainnya adalah (c) dilengkapi tanda khusus dengan tulisan *PARIWISATA* dan dapat dibaca dengan jelas yang ditempatkan pada sebelah kiri dan kanan badan kendaraan, (d) menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor dengan warna dasar kuning tulisan hitam atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

Sopir Bus dalam Kecelakaan Tanjakan Emen Subang Selamat

Konfrontasi - Sopir bus pariwisata Premium Passion tidak masuk daftar korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang merenggut 27 nyawa di Tanjakan Emen, Ciater, Kabupaten Subang.

Kapolres Subang AKBP M. Joni di Subang, mengungkapkan sang sopir bernama Amirudin (32), masuk daftar korban luka-luka.

"Hingga kini sopir bus itu masih dalam penanganan medis di RSUD Ciereng, Subang," kata Joni, Minggu (11/2/2018).

Sopir Bus dalam Kecelakaan Tanjakan Emen Subang Selamat

Konfrontasi - Sopir bus pariwisata Premium Passion tidak masuk daftar korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang merenggut 27 nyawa di Tanjakan Emen, Ciater, Kabupaten Subang.

Kapolres Subang AKBP M. Joni di Subang, mengungkapkan sang sopir bernama Amirudin (32), masuk daftar korban luka-luka.

"Hingga kini sopir bus itu masih dalam penanganan medis di RSUD Ciereng, Subang," kata Joni, Minggu (11/2/2018).

20 Jenazah Korban Tanjakan Emen Dimakamkan Bersamaan di TPU Legoso

Konfrontasi - Sebanyak 20 jenazah korban tanjakan Emen akan dimakamkan secara bersamaan di TPU Legoso, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, hari ini. Sementara 6 jenazah lainnya akan dibawa oleh pihak keluarga masing-masing.

Pantauan di RSUD Tangerang Selatan, secara bertahap jenazah dipulangkan dari Subang ke Instalasi Pemulsaran Jenazah RSUD Tangsel, untuk dimandikan, dikafankan dan disalatkan.

Kecamatan Ciputat Timur Siapkan Makam Massal untuk Korban Bus Tanjakan Emen

Konfrontasi - Pihak Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan menyediakan tempat pemakaman massal untuk korban kecelakaan bus di Tanjakan Emen. Sebanyak 26 kavling kuburan disiapkan sesuai jumlah warga Pisangan, Ciputat Timur, yang menjadi korban.

"Setelah disalatkan di Masjid Nurul Iman, kemudian dimakamkan di Taman Makam Legoso," ucap Camat Ciputat Timur, Durahman, dilansir detikcom melalui sambungan telephone, Minggu (11/2/2018).

Pihak Kecamatan Ciputat Timur dan Kelurahan Pisangan sedang menyiapkan prosesi pemakaman massal. Namun, apabila ada jenazah yang ingin dipindah dari Taman Makam Logoso bisa menghubungi petugas.

"Kami siapkan sebanyak 26 tapi tergantung permintaan keluarga. Memang ada dua orang yang mau misah. Silakan, kami bolehkan. Tapi kami tetap meyiapkan (26 kavling)," ucap Durahman.

Saat ini, jenazah-jenazah korban itu sedang dalam perjalanan dari RSUD Ciereng Subang, menuju RSUD Tangerang Selatan. Rencananya, mereka akan disiapkan dan dimandikan di RSUD Tangerang Selatan.

Mitos Angker Tanjakan Emen

Konfrontasi - Jalur maut yang dikenal dengan nama ‘tanjakan Emen’ dikenal sebagai jalur tengkorak yang mebuat ngeri pengendara. Tak banyak yang mengetahui mengapa nama Emen melekat di jalur maut tersebut.

Mitos yang bedar di kalangan masyarakat setempat, di tanjakan Jalan Subang-Bandung tepatnya di Kampung Cicenang Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang tersebut kerap muncul ‘penampakan’.

Berduka atas Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen, Karangan Bunga Penuhi Kelurahan Pisangan Ciputat

Konfrontasi - Kantor Kelurahan Pisangan yang terletak di Jalan Tarumanegara, Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dipenuhi beragam karangan bunga. Para pengirim turut berduka atas kecelakaan bus yang ditumpangi warga di sana saat hendak pulang dari kawasan wisata Tangkupan Parahu.

Pages