10 December 2018

Swiss

Swiss: Antara Turisme, Arloji dan Bisnis Senjata

GENEVA- Tahukah anda bahwa Swiss, negeri netral dan damai di Eropa itu, merupakan negeri pebisnis senjata kelas dunia?  Para diplomat ASEAN di Bern  dan Geneva menyingkapkan, bisnis persenjataan Swiss marak dan menembus kawasan Timur Tengah dan Asia-Afrika. Bahkan perwakilan  bisnis persenjataan dari AS dan Rusia juga sangat proaktif mengembangkan perdagangan senjata di negeri produsen arloji kelas dunia tersebut.

Prof. Muliaman Hadad, PhD di World Trade Insitute (WTI).: Indonesia Miliki ketahanan ekonomi yang Kuat

BERN,SWISS- Dubes RI di Swiss memberikan kuliah umum mengenai ketahanan ekonomi Indonesia di World Trade Insitute (WTI).

Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang memiliki ketahanan ekonomi yang kuat dalam menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008.

Mata-mata Rusia yang 'Gentayangan' di Swiss Makin Banyak

KONFRONTASI-Keberadaan mata-mata Rusia di Swiss mencolok dan meningkat, kata lembaga intelijen Swiss pada Jumat setelah dua kasus kalangan atas, yang diduga melibatkan agen Rusia, yang berusaha menyusup ke beberapa tempat di Swiss.

"Saya tidak dapat memberikan banyak rincian tentang kegiatan Rusia di Swiss tapi jelas memiliki lebih banyak kegiatan daripada sebelumnya," kata Direktur Dinas Intelijen NDB, Jean-Philippe Gaudin, kepada wartawan di sela jumpa pers.

Diduga Politis, FIFA Selidiki Selebrasi Pemain Swiss

KONFRONTASI  -  FIFA akan membuka proses disipliner terhadap pemain Swiss Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka, akibat selebrasi gol yang mereka lakukan dalam laga lanjutan penyisihan Grup E Piala Dunia melawan Serbia, Jumat (22/6/2018).

Kedua pemain, yang merupakan etnis Albania-Kosovo, merayakan gol dengan gerakan yang terlihat meniru elang kepala dua yang tergambar di bendera Albania.

Serbia menolak mengakui kemerdekaan bekas provinsinya Kosovo, yang dihuni 1,8 juta orang sebagian besar etnis Albania dan memisahkan diri 10 tahun lalu.

Prediksi Brasil vs Swiss

KONFRONTASI-Semerbak kopi Brasil siap menyentak serabut syaraf pecinta sepak bola mundial. Pasukan negeri Samba memproklamasikan diri dengan berujar, "kami bangkit untuk menang", dan Rostov Arena menjadi saksi historis bahwa kejayaan diusahakan terus menerus, bukan mengemis belas kasihan orang lain.

Sebagai juara dunia lima kali, Brasil tidak terus mengulang-ulang sejarah masa silam. Bagi mereka, sejarah adalah sekarang, karena itu menantang untuk dimenangkan. Saatnya tiba, Neymar dan kawan-kawan siap menerima tantangan Swiss dalam laga Grup E Piala Dunia 2018 yang dihelat di Rostov Arena, Rostov-On-Don pada Minggu pukul 21.00 waktu setempat, atau Senin dini hari, pukul 02.00 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan secara langsung oleh Trans TV.

Duel ini disebut spektakuler oleh sejumlah pengamat, karena mendaulat Brasil sebagai kandidat juara Piala Dunia melupakan kenangan traumatis di Piala Dunia 2014.

Perlu dua tahun bagi Brasil agar bangkit dari kisah sarat derai air mata, karena tim kesayangan negeri mereka gagal menjadi juara dunia. Di pertengahan 2016, pelatih Tite menyuntikkan serum kepercayaan diri kepada seluruh personel tim.

Ini lantaran para pemain Brasil ditekuk sekaligus dipermalukan Jerman dengan skor 1-7 oleh Jerman di hadapan publik negeri sendiri. Di Moskow, mereka bertekad bangkit untuk meraih kemenangan.

Alhasil, mereka lolos ke Piala Dunia 2018 setelah lebih dulu melalui jalan sarat onak berduri di babak kualifikasi zona Amerika Selatan. Brasil merombak komposisi pemain dengan mempertahankan enam pemain yang berpengalaman berlaga di Piala Dunia.

Tim berjuluk Selecao sedari awal menyadari bahwa Swiss siap tampil dengan mengembangkan corak permainan yang serba menekan pertahanan lawan. Untuk itu pasukan asuhan Tite perlu lebih tampil ekstra waspada dan ekstra bersabar, karena kesalah sekecil apapun bakal membawa petaka.

Tite menyusun komposisi pemain dengan mengandalkan kuartet Neymar, Gabriel Jesus, Philippe Coutinho dan Willian. Keempat pemain sarat pengalaman ini memiliki kreativitas, penguasaan bola yang mumpuni, mobilitas yang tiada henti, dan kecermatan serta kejelian memanfaatkan setiap peluang menjadi gol.

Sementara itu, Swiss siap tampil dengan bermodal kepercayaan diri setelah mampu bermain imbang 1-1 melawan Spanyol dan menundukkan Jepang 2-0 dalam laga pemanasan jelang Piala Dunia.

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic terus mencermati gaya permainan khas Amerika Latin jelang melawan Brasil. Mereka menyimpan memori setelah mampu mengalahkan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil.

Brasil mengandalkan Neymar yang membela Paris Saint-Germain. Ia punya segudang kreativitas dalam menyerang dengan ditopang skill yang jempolan. Hanya saja, Selecao masih punya pekerjaan rumah besar, yakni memperbaiki lini pertahanan.

Bek Brasil, Thiago Silva menyatakan, "Sesudah tiga bulan, dan ia tampil dalam pertandingan, ia (Neymar) kembali kepada performa berkelas. Perkembangannya sungguh luar biasa."

"Kalah 1-7 dari lawan tidak mengusik kami terlalu lama. Kami harus tampil sebagai juara dunia. Saatnya mengukir kembali sejarah," katanya.

Pada bagian lain, Petkovic mengatakan, "Kami berada dan bertanding di sini untuk menang, bukan tampil indah menawan. Kami berusaha tampil disiplin dengan mengandalkan organisasi pertahanan yang solid. Anda perlu memancing keluar tim seperti Brasil dan mendorong mereka berbuat kesalahan. Dengan begitu anda memperoleh kesempatan. Kami berusaha mencetak satu atau dua gol untuk menang."

Salju Longsor di Swiss, Empat Orang Hilang

KONFRONTASI-Empat orang hilang pada Jumat (16/3), setelah mereka diterjang salju longsor di daerah bermain ski di Swiss, sementara dua pemain ski lagi yang terjebak salju longsor bisa menyelamatkan diri mereka, kata polisi setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat siang di Wilayah Vallon d`Arbi di dekat Riddes di Daerah Kantung Vaud.

Longsor di Pegunungan Alpen Tewaskan Tiga Orang

KONFRONTASI-Sebanyak tiga orang tewas dalam longsor yang terjadi secara terpisah di Pegunungan Alpen, Swiss, demikian laporan kepolisian setempat, Senin (25/12).

Seorang pria, yang bermain ski di dekat Hofathorn, setinggi 2.844 meter, di selatan Wallis, tewas setelah terseret longsoran salju pada Senin pagi.

Pria berusia 39 tahun asal wilayah Wallis itu secara cepat ditemukan teman-temannya, tapi dipastikan tewas di tempat kejadian oleh unit layanan darurat.

Swiss Tolak Inisiatif Pelarangan Burka

KONFRONTASI-Pemerintah Swiss pada Rabu waktu setempat menyatakan menentang inisiatif yang ditujukan untuk melarang pemakaian burka secara nasional, mengatakan akan menyerahkan kepada otoritas daerah untuk memutuskan apakah larangan semacam itu tepat.

Para pemilih Swiss pada akhirnya akan diminta memberikan suara mengenai inisiatif "larangan pemakaian kain penutup wajah" yang dipaparkan September lalu oleh komite yang dijalankan oleh satu anggota partai sayap kanan Swiss People's Party.

Pengadilan Swiss Panggil Presiden PSG Terkait Dugaan Suap Hak Siar Piala Dunia

Konfrontasi - Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, tengah dalam penyelidikan Kejaksaan Agung Swiss (OAG). Ia diduga terlibat kasus korupsi yang melibatkan Jerome Valcke, Sekjen FIFA, terkait kasus suap hak siar Piala Dunia 2018 di beberapa negara.

Kejaksaan Agung Swiss membuka penyidikan kasus suap itu. Diduga, Jerome menjadi penerima suap sedang Nasser sebagai pemberi suap.

Swiss: Energi Terbarukan Yes, Energi Nuklir No

KONFRONTASI-Warga Swiss telah memilih mendukung energi terbarukan dan melarang tenaga nuklir, berdasarkan referendum pemerintah Strategi Energi 2050.

Dengan rencana ini, lima tenaga nuklir yang ada akan tetap beroperasi sesuai dengan standard keamanan yang ditetapkan, seperti yang ditulis laman Live Science mengutip media setempat The Local.

Produksi energi akan fokus ke tenaga hidro, bersama dengan sumber energi terbarukan seperti matahari dan angin.

Pages