Susi Pudjiastuti

Menkes: Kalau Tidak Makan Ikan, Nanti Saya 'Ditenggelamkan' Ibu Susi

KONFRONTASI-Festival Kuliner Ikan Nusantara, di Koridor Museum Fatahillah, Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, dibuka Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek, Sabtu (13/5/2017) kemarin.

Pada kesempatan itu, Menteri Nila mengaku takut terhadap ancaman yang dibuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Yaitu mengancam menenggelamkan masyarakat yang tidak mau mengkonsumsi ikan.

“Saya jadi takut kata-kata Ibu Susi, kalau saya gak makan ikan nanti ditenggelamkan oleh Ibu Susi,” kata Nila mengawali sambutannya, seraya tersenyum.

“Saya harap Ibu-ibu, Bapak-bapak dan anak-anak yang ada di sini juga gemar makan ikan, kalau gak makan ikan nanti ditenggelamkan oleh Ibu Susi,” katanya lagi seraya tertawa. “Ikan kita begitu banyaknya. Kerja keras dari Bu Menteri KKP, Ibu Susi sudah menenggelamkan banyak kapal yang mengambil ikan kita,” sambungnya.

Nila meminta kepada masyakat terutama ibu-ibu agar memperhatikan kesehatan dan gizi anak-anaknya. Ia berharap generasi masa depan bangsa Indonesia memiliki tubuh yang sehat, kuat dan berbadan besar.

“Kami mengharapkan ibu hamil dengan gizi yang baik. Karena kita akan melahirkan generasi ke depan tentu generasi yang baik. Kami tidak ingin kalau ibu melahirkan anaknya kecil-kecil, kitanya jadi repot mengurusnya, koma dan anaknya tidak baik perkembangannya.

Oleh karena itu, ia mengajak ibu hamil juga memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Selain rutin memberikan air susu ibu (ASI) juga dengan mengonsumsi makanan yang berasal dari laut.

“Salah satunya adalah proteinnya yang berasal dari laut, bisa ikan, bisa rumput laut, bisa macam-macam, ada semua. Semua sudah diberikan oleh Yang Maha kuasa kepada kita,” imbuhnya.

“Jangan lupa memberikan ASI, itu penting sekali. Dan kemudian baru kita memberikan makanan tambahan karena otak anak kita akan berkembang dengan baik,” tuntas Nila yang sebelum menyampaikan sambutan sempat mencicipi ikan cakalang dan ubi.

Menteri Susi: Stop Pikirkan Wanita!

KONFRONTASI-Besok, Jumat (21/4), Bangsa Indonesia akan menggelar peringatan Hari Kartini. Hari Kartini diperingati sebagai tonggak bagi perjuangan emansipasi wanita.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ternyata punya pandangan tersendiri soal Hari Kartini. Salah satu Srikandi di Kabinet Kerja itu mengharapkan seluruh wanita Indonesia bisa semakin maju tanpa mengalami diskriminasi.

Sejalan dengan itu, pemilik maskapai Susi Air tersebut juga punya penilaian soal emansipasi. Singkat, tapi jleb banget.

Susi Pudjiastuti Penyebab Jutaan Pengangguran di Sektor Kelautan dan Perikanan

Oleh: Rusdianto Samawa
Divisi Buruh Tani Nelayan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPM PPM)

Akibat regulasi yang pro-bisnis tengkulak dan mementingkan seluruh "mama papa partai besar" maka Susi Pudjiastuti bekerja tidak memakai sensitivitasnya sebagai pelayan rakyat.

Menteri Susi: Sektor Perikanan Harus Perhatikan Aspek Keberlanjutan

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa industri perikanan harus memperhatikan aspek keberlanjutan dalam rangka melestarikan sumber daya perikanan yang ada di kawasan perairan Republik Indonesia.

Menteri Susi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan, hal yang harus diperhatikan adalah antara pertumbuhan industri perikanan dengan keberlanjutan dari industri dan sumber daya ikan itu sendiri.

Menteri Susi Tegaskan Tak Istimewakan Korporat Besar

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan akan memperlakukan adil semua pihak dan memastikan tidak ada perlakuan khusus kepada korporasi besar dalam memeratakan kesejahteraan sektor kelautan dan perikanan.

"Pemerintah ingin menajamkan pertumbuhan ekonomi lebih kepada pemerataan," kata Susi dalam konferensi pers di kantor KKP, Jakarta, Kamis.

Susi berencana membuat "affirmative policy" atau kebijakan afirmatif untuk pemerataan sehingga lebih memberikan kesempatan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Jadikan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional, Menteri Susi Tunggu Arahan Presiden

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan realisasi Provinsi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional masih menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo.

"Saya tergantung Pak Presiden, karena lembaga-lembaga mau dibubarin, kebanyakan, jadi mungkin Lumbung Ikan Nasional bukan menjadi lembaga, saya tidak tahu, tergantung arahan dari Presiden," katanya di Ambon, Jumat.

Menteri Susi Minta Nelayan Tak Tangkap Benih Lobster

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta para nelayan di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tidak lagi menangkap bibit atau benur lobster.

"Tolong benur lobsternya dilepas, biarkan besar, nanti tangkap setelah besar ya," kata Susi saat mengunjungi Pelabuhan Perikanan Teluk Awang di Kabupaten Lombok Tengah, Kamis.

Menteri Susi: Asing Sudah Terlalu Banyak Keruk Kekayaan Laut Indonesia

KONFRONTASI-Sumber daya laut dan perikanan Indonesia, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, lebih banyak dinikmati negara lain. Hal tersebut karena kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat pada pemanfaatan sektor ini.

Susi mengungkapkan, ‎Indonesia mempunyai luas laut nomor dua di dunia. Namun sayang, selama ini konsentrasi pembangunan hanya terfokus di wilayah darat, sedangkan laut selalu masuk nomor dua.

Pages