Susi Pudjiastuti

Ssst... Menteri Susi Ternyata Juga Pernah Nakal Lho!

KONFRONTASI-Saat masih kecil, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku bahwa dirinya juga pernah nakal. Kenakalan tersebut, kata Susi, lebih dipicu rasa keingintahuan terhadap hal-hal baru.

"Saya pernah mindahin sarang semut ke bak mandi rumah, itu karena saya penasaran dengan bentuk rumah semut seperti apa," ujarnya saat di acara Temu Didik Nusantara di Gelanggang Olahraga Remaja Ragunan, Jakarta Timur, Ahad, 15 Oktober 2017. Perkataan susi ini membuat penonton yang rata-rata merupakan guru tertawa dan bertepuk tangan.

Pilgub Jabar: PDIP Lirik Menteri Susi

KONFRONTASI-Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyatakan, ada sejumlah nama salah satunya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diajukan oleh pihak tertentu kepada PDIP untuk maju menjadi calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar serentak 2018.

"Susi ada yang mengusulkan," kata Hasto saat acara Konsolidasi Organisasi Internal Partai di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa.

Menteri Susi: Gunakan Cantrang, Saya Tangkap

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan tidak ada lagi perpanjangan izin penggunaan alat tangkap ikan berupa cantrang bagi nelayan di Provinsi Jawa Tengah.

"Tidak ada perpanjangan lagi, masa transisi (Dari cantrang ke alat penangkap ikan yang ramah lingkungan, red.) sampai 31 Desember 2017," kata Menteri Susi usai menyerahkan secara simbolis ratusan paket alat penangkapan ikan ramah lingkungan kepada nelayan di pantai utara Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Rabu.

Terkait dengan hal itu, Menteri Susi berharap para nelayan memanfaatkan sebaik-baiknya masa transisi untuk mengganti cantrang dengan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan.

Menteri Susi menyebutkan bahwa hingga saat ini pemerintah telah menyerahkan bantuan paket alat penangkapan ikan ramah lingkungan kepada nelayan yang memiliki kapal berukuran di bawah 10 gross ton sebanyak 30 persen atau 2.000 paket dari total 7.255 nelayan.

Alat penangkapan ikan ramah lingkungan yang diberikan kepada nelayan itu berupa jaring insang permukaan, jaring insang dasar, dan bubu lipat rajungan tipe kubah.

Ia menjelaskan bahwa penggantian alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah melindungi mata pencaharian para nelayan.

"Pemerintah saat ini memperhatikan dan memastikan perlindungan kepada nelayan, kita harus memastikan bahwa laut itu ada banyak ikannya terus menerus untuk masa depan, tidak hanya untuk sekarang," ujarnya.

Sebagai langkah nyata pemerintah tidak mempersulit para nelayan kecil, Menteri Susi telah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bahwa kapal berukuran di bawah 10 GT tidak memerlukan izin apapun ketika melaut.

"Kalau kapalnya di bawah 10 GT, langsung melaut saja, tidak perlu mengurus izin apapun. Syaratnya cuma satu, tidak menggunakan cantrang saat melaut, kalau ketahuan akan saya tangkap," katanya didampingi Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Menteri Susi: Laut Indonesia Jangan Sampai Dikavling

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menekankan pentingnya aspek kedaulatan agar Republik Indonesia dapat benar-benar melakukan pengelolaan perikanan yang bermanfaat bagi kepentingan nasional dan bukan asing.

"Kedaulatan harus dimiliki agar Indonesia dapat merdeka dan bebas untuk menentukan dan merencanakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia tanpa intervensi negara lain," kata Susi Pudjiastuti dalam keterangan tertulis, Senin.

Menurut dia, kedaulatan adalah pilar yang tidak kalah penting untuk diperjuangkan selain pilar kesejahteraan dan keberlanjutan.

Menteri Susi dalam sejumlah kesempatan juga menegaskan agar laut Indonesia jangan sampai dikavling dan berbagai sumber daya laut yang terdapat di dalamnya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Dia telah melarang laut Indonesia dibagi-bagi berdasarkan kavling karena laut adalah masa depan bangsa yang dapat terwujud dengan tegaknya penerapan prinsip keadilan dan pemerataan nasional.

"Saya minta seluruh aparat pengguna daerah, penegak hukum, memastikan bahwa keadilan itu ada dan pemerataan itu ada," katanya.

Susi Pudjiastuti juga menegaskan keinginannya agar berbagai program bantuan seperti pinjaman bergulir harus sampai kepada mereka yang berhak dan bukan kelompok tertentu saja.

Wow, Tampilan Baru Susi Pudjiastuti Banjir Pujian

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sempat menghebohkan publik karena tatanan rambutnya yang terlihat berbeda. Hal itu tampak saat ia melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jepang dalam rangka pembukaan Japan International Seafood 2017.

Penampilannya yang terlihat lebih muda dan membuat pangling, banyak dipuji warganet yang melihat unggahan fotonya di Twitter. "Pangling melihat rambutnya si ibu," tulis salah satu warganet.

Menteri Susi Desak PBB Terbitkan Rights of Ocean

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendesak Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) menerbitkan Rights of Ocean atau aturan hukum yang melindungi potensi kelautan negara-negara di dunia. 

"Karena ilegal fishing sudah menjadi musuh global, tak cuma musuh kita saja," ujarnya saat menyampaikan orasi bertema Pembangunan Ekonomi Maritim dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-56 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga di Surabaya, Jumat (11/8).

BIN Kantongi Kartel yang Ingin 'Goyang' Kekuatan Susi Pudjiastuti

Konfrontasi - Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan (BG) mengatakan ada kekuatan mafia kartel yang ingin menggoyang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. BIN mengaku sudah mengantongi nama-nama kartel tersebut.

"Dengan Pak Kepala (BG) menyatakan, tentunya beliau punya (datanya)," kata Deputi VI Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Sundawan seusai pertemuan dengan asosiasi nelayan di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).

Ada Kekuatan Kartel yang Ingin Menteri Susi Diganti

KONFRONTASI - Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini dikuasai oleh kartel pangan dan energi.

Menurut Budi, kartel ini sulit diberantas karena memiliki jaringan yang sangat luas.

Ia menyebutkan, kartel tersebut saat ini tengah berusaha menggoyang Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Misi ini dilancarkan karena bisnis mereka terganggu dengan kinerja Susi.

Menteri Susi: Regulasi KKP Sesuai dengan Nawacita

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, berbagai regulasi yang telah dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah sesuai dengan semangat Nawacita yang dikonsepkan Presiden Joko Widodo.

"Aturan-aturan yang diberlakukan KKP oleh berbagai kalangan dinilai sudah sepenuhnya benar dan sesuai dengan semangat Nawacita dalam mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa," kata Menteri Susi dalam rilis di Jakarta, Rabu.

Pages