Susi Pudjiastuti

Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Bukan Kebijakan Saya, Tapi Amanah UU

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak ingin jumawa dengan keberhasilannya memberantas kapal ilegal fishing yang semena-mena mencuri sumber daya laut di perairan Indonesia.

Menurut Susi, aksi penenggelaman kapal ilegal fishing yang dilakukan pihaknya semata-mata hanya untuk menjalankan amanah Undang-undang 1945 yang dicetuskan oleh pendiri bangsa.

"Penenggelaman kapal itu bukan kebijakan Susi Pudjiastuti, tapi kebijakan penenggelaman kapal itu amanah UU. Jangan dibilang itu kebijakan Menteri Susi. Bukan," kata Susi di rumah dinasnya, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Bahkan menurut Susi, itu juga bukan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Akan tetapi, menurut Susi, Jokowi memiliki keberanian seorang pemimpin negara dengan mengamanatkan dirinya menjaga kedaulatan perairan Indonesia dengan cara menenggelamkan kapal ilegal.

"Pak Jokowi mempunyai keberanian untuk ekseskusi dengan memerintahkan saya untuk melakukannya, karena pemerintah berkomitmen untuk menanggulangi ilegal unregulated fishing dan sepenuhnya bekerja menjalankan amanah UU dalam menjaga sumber daya alam laut, di mana sesuai dengan UU 45 Pasal 33 itu disebutkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujarnya.

Di Depan Menteri Susi, Cak Lontong Tegaskan Konsisten di Jalan yang Sesat

Konfrontasi - Lies Hartono atau yang lebih dikenal dengan nama Cak Lontong, menerima penghargaan dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), kemarin. Komedian, aktor dan presenter itu merupakan alumnus Teknik Elektro ITS.

Penghargaan diberikan bersamaan dengan penganugerahkan gelar Doktor honoris causa (Dr HC) kepada Susi Pudjiastuti.

Sesaat setelah penghargaan diberikan, Susi Pudjiastuti menginterupsi acara. ”Interupsi, mohon Cak Lontong untuk berkenan memberikan pidato singkat,” ujarnya spontan.

Permintaan itu pun disambut sorak-sorai dan tepuk tangan penonton. Cak Lontong pun tak dapat menolak permintaan orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan itu.

”Setelah lulus dari ITS, saya tersesat ke jalan saya saat ini,” ujarnya memulai pidato.

Ya, Cak Lontong merupakan salah seorang alumnus yang tidak bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya.

Di balik tutur katanya yang lucu, orang tidak menyangka bahwa dia merupakan lulusan jurusan teknik.

”Saat ini pun masih tersesat dan saya konsisten tetap berada di jalan yang sesat,” tambahnya yang disambut tawa riuh hadirin.

Menteri Susi Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari ITS Surabaya

Konfrontasi - Sebagai puncak peringatan Dies Natalis ke-57, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan menganugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (D HC) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti.

Pemberian gelar tersebut diberikan pada Jumat (10/11/2017) pukul 07.30 hingga 12.00 WIB pagi tadi di Graha Sepuluh Nopember ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya.

Jadi Pembicara di WAW 2017, Menteri Susi Blakblakan soal Masalah Perempuan di Jepang

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara dalam kegiatan World Assembly for Woman (WAW) 2017, yang dilaksanakan pada 1 November-3 November 2017 di Tokyo, Jepang. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Masahisa Sato, CEO World Bank, dan perwakilan pejabat Kabinet Shinzo Abe.

WAW adalah pertemuan yang diinisiasi oleh Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono sebagai salah satu upaya untuk mencapai ‘A Society Where are Women Shine’ (sebuah masyarakat di mana perempuan dapat bersinar) yang menjadi salah satu isu prioritas di Jepang saat ini. Dalam kegiatan ini kembali ditegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai sektor khususnya di dunia usaha (entrepreneurship).

Perempuan diberi dukungan secara bertahap untuk menjadi pengusaha agar memperoleh kekuatan ekonomi, menjadi mandiri, dan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Utamanya memberikan contoh nyata upaya untuk mendukung pengusaha perempuan di negara-negara berkembang.

Menteri Susi diundang menjadi salah satu pembicara karena rekam jejaknya di dunia usaha. Menurut dia, perempuan dapat berkontribusi besar dalam memberikan ide praktis untuk kemajuan ekonomi dunia.

“Saya melihat, perempuan itu apabila diberikan kesempatan, lebih mempunyai basic knowledge dan lebih menarik,” ungkapnya saat mengisi seminar, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (5/11/2017).

Menteri Susi juga berpendapat bahwa kegiatan mengurus pekerjaan dan rumah tangga dalam waktu bersamaan bukanlah halangan bagi perempuan. Justru menurutnya, dengan kebiasaan multitasking tersebut, perempuan menjadi pemimpin yang baik untuk dirinya sendiri dan cakap dalam manajemen waktu.

“Oleh karena itu pemerintah harus memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan. Dan saya rasa, perempuan kalau diberikan kesempatan yang sama, bisa memberikan kontribusi lebih daripada laki-laki karena punya ide lebih banyak,” tambah dia.

Menko Kemaritiman Jamin Nasib Nelayan di Pulau Reklamasi, Ini Tanggapan Bu Susi

Konfrontasi - Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjamin nasib nelayan yang terdampak reklamasi Teluk Jakarta.

Lantas, bagaimana Menteri Kelautan dan Perikanan menanggapi hal ini? Mengingat, Susi pernah menyebut bahwa reklamasi Teluk Jakarta akan berdampak kepada lingkungan dan nasib nelayan setempat.

90 Kapal Maling Ikan Antre Ditenggelamkan Susi

Konfrontasi - Penenggelaman kapal merupakan salah satu kebijakan tegas yang dilakukan pemerintah guna melawan pencurian ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia.

Per Agustus tahun ini sudah ada 100 kapal yang ditenggelamkan. Untuk selanjutnya, ada 90 kapal maling ikan antre untuk ditenggelamkan.

"Tahun ini per Agustus sudah 100 kapal ditenggelamkan. Nanti akan ditenggelamkan lagi 90 kapal," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat ditemui di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Wujudkan Swasembada Garam, Menteri Susi akan Tambah Lahan 3.945 Ha

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan akan menambah lahan garam seluas 3.945 hektare untuk mewujudkan swasembada garam konsumsi sebagai fokus yang akan dicapai di sisa dua tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam paparan tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, Menteri Susi mengatakan tambahan luas lahan garam tersebut melalui pemanfaatan lahan menganggur, antara lain di Kabupaten Kupang.

Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Bukan Semata Soal Penegakan Hukum

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan untuk menertibkan kapal-kapal pencuri ikan tidaklah mudah untuk itu melawan mafia jangan dengan cara-cara yang normatif.

Hal tersebut dikatakan Menteri Susi dalam kuliah umumnya di Aula Djokosoetono Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Selasa dengan tema bertema Keamanan Maritim dan Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Pages