22 July 2018

Susi Pudjiastuti

Menteri Susi: Terumbu Karang Warisan Bersama untuk Semua Generasi

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada acara serah terima Sekretariat International Coral Reef Initiative (ICRI) menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengelola terumbu karang berkelanjutan.

Kembangkan Litbang, Menteri Susi Gandeng Lembaga Norwegia

KONFRONTASI - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti mengajak lembaga Institute of Marine Research (IMR) dari Norwegia untuk mengembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kelautan dan Perikanan milik KKP di Bali.

"Kami ingin mengajak IMR bekerja sama dalam mengembangkan Pusat Penelitian di Bali. Nantinya IMR dapat mempromosikan best practices-nya untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan di Samudra Hindia dan Pasifik," ujar Menteri Susi dalam rilis yang diterima, Minggu.

Ayo, Dukung Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Ilegal

KONFRONTASI- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan seluruh nelayan di Indonesia dapat terus memberikan dukungan terhadap kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang selama ini telah dilakukan pemerintah.

Menteri Susi dalam rilis, Kamis, menginginkan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia memaksimalkan dukungan serta berada di barisan terdepan jika upaya pemberantasan mafia pencuri ikan yang dilakukan tersebut mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Menurut Susi, hal tersebut sangat penting karena kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan adalah kebijakan yang paling tepat yang terbukti mampu mengembalikan kedaulatan laut Indonesia.

"Sudah 363 kapal yang kita tenggelamkan. Kenapa itu satu-satunya cara yang bisa menyelesaikan persoalan? Kalau tidak ditenggelamkan, upaya melelang kapal harganya Rp100 juta, kembali lagi yang punya mafia lagi. Bulan depan tangkap lagi (kapal pencuri) yang sama. Bikin kerjaan tidak selesai-selesai," kata Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menteri Susi juga tidak ingin jika kapal asing diizinkan lagi beroperasi di wilayah perairan Indonesia.

Untuk itu, diharapkan seluruh pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan Indonesia memberikan dukungan penuh dan apresiasi atas upaya yang dilakukan.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Joko Widodo meminta para nelayan agar tidak mau "dikompori" oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terkait program pemerintah kepada para nelayan.

"Nelayan harus menangkap arahnya, ke mana sih arahnya untuk kita sendiri? Jangan diplintir, ada yang `dikompori`, sehingga konsistensi kita ke tujuan jadi terbelokkan karena bisa saja ada unsur politik, ada unsur kepentingan-kepentingan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (8/5).

Kegiatan yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan rawan "dikompori" tersebut, misalnya penenggelaman kapal asing yang masuk tanpa izin ke wilayah perairan Indonesia dan pelarangan penggunaan cantrang sebagai alat penangkapan ikan.

Ini Alasan Menteri Susi Pilih Tenggelamkan Kapal Sitaan Ketimbang Melelangnya

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menekankan kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan adalah keputusan tepat. Kebijakan itu, kata ia, terbukti mampu mengembalikan kedaulatan laut Indonesia.

Jokowi: Jangan-jangan Bu Susi Mau Jadi Wapres

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin jadi calon wakil presiden. Hal ini terkait sikap Susi yang memberikan instruksi ke sesama menteri.

“Yang perintah mestinya bukan Bu Susi ke menteri, yang perintah itu presiden, jangan-jangan Bu Susi ini mau jadi wapres ini kelihatannya,” kata Jokowi, saat meresmikan Keramba Jaring Apung lepas pantai atau ‘offshore’ di Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang, Babakan, Pangandaran, Jawa Barat (24/4).

Menteri Susi Minta Freeport Peduli Lingkungan

KONFRONTASI- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta PT Freeport Indonesia peduli terhadap lingkungan khususnya sampah plastik di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Buah Pengusiran Kapal Ikan Asing, Biomassa Laut Naik 300 Persen

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan kondisi biomassa kelautan di kawasan perairan nasional naik signifikan berkat konsistensi kebijakan pemerintah mengusir kapal ikan asing.

"Biomassa di laut naik 300 persen. Produksi perikanan tangkap naik dan ditangkap kapal Indonesia karena kapal asing sudah keluar semua dari kawasan perairan Indonesia," kata Susi dalam acara di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu.

Buang Sampah di Danau Sunter, Susi Pudjiastuti: Tenggelamkan

Konfrontasi - Danau Sunter di Tanjung Priok menjadi salah satu objek wisata di kawasan Jakarta Utara.

Demi menarik minat wisatawan, hari ini digelar Festival Danau Sunter.

Di lokasi tampak hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta wakilnya Sandiaga Uno.

Bahkan, Susi dan Sandiaga sempat mengadakan lomba adu cepat mengarungi danau tersebut.

Komentar Sandiaga Usai Dikalahkan Susi Pudjiastuti

Konfrontasi - Adu cepat mengarungi Danau Sunter antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berakhir. Pemenanganya adalah Bu Susi dengan kemenangan telak.

Sandiaga yang awalnya optimistis menang harus mengakui wanita berusia 53 tahun itu. Bang Sandi mengatakan, Bu Susi memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan dirinya dalam persoalan air termasuk olahraga air.

Adu Cepat Lawan Wagub Sandi, Menteri Susi Sempat Minum Kopi di Tengah Pertandingan

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno adu cepat dalam ajang Festival Danau Sunter di Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Di perlombaan itu, Susi dengan papan paddling-nya, sementara Sandi berenang gaya bebas. Keduanya berlomba sejauh 1000 meter. Di awal duel, Susi sudah berada di barisan depan sedangkan Sandiaga tertinggal di belakang. Karena unggul jauh dari Sandiaga, Susi bahkan menyempatkan diri untuk minum kopi sejenak.

Pages