survei LSI

Survei LSI: Cuma 4 Persen Muslim Yang Tidak Cocok Pancasila

KONFRONTASI -  Kelompok masyarakat muslim yang menilai Pancasila tidak cocok bagi kehidupan bangsa dan negara hanya sedikit. Jumlahnya tidak sampai lima persen.

Berdasarkan temuan teranyar Lembaga Survei Indonesia (LSI), hanya ada 4 persen responden yang menyebut Pancasila dan UUD 1945 tidak cocok sebagai landasan negara karena dinilai bertentangan dengan ajaran-ajaran dalam Islam.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan juga menyebut ada 1,8 persen responden yang merasa kurang cocok dengan Pancasila dan UUD.

Pengurus Golkar Dan PDIP Di Jabar Terkejut Dengan Survei LSI

KONFRONTASI -  Hasil survei LSI Denny JA memasukkan Partai Golkar di peringkat ketiga perolehan suara terbanyak i bawah Gerindra dan PDI Perjuangan. "Ya kita akan jadikan hasil (survei) itu sebagai motivasi untuk lebih keras sosialisasi kepada masyarakat," papar Ketua DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya Erry Purwanto melalui Sekretaris DPD Toni Hanip seperti dilansir Kantor Berita RMOL

Survei LSI Ungkap Pengaruh Ijtima Ulama dan Kenaikan Dolar

KONFRONTASI -  Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis sebuah survei tentang konstelasi Pilpres 2019. Ada hasil-hasil yang mengejutkan.

Survei yang dilakukan memotret banyak hal, di antaranya tentang pengaruh ijtima ulama 2 dan naiknya dolar terhadap elektabilitas capres dan cawapres, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga.

Mayoritas Responden LSI Dukung SBY Keluarkan Perppu

KONFRONTASI - Survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan, mayoritas respondennya mendukung langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengeluarkan perppu pilkada langsung. “Mereka yang mendukung sangat mayoritas. Sebesar 75,2 persen publik menyatakan setuju dengan rencana Presiden SBY itu. Hanya 19,4 persen yang menyatakan tidak setuju dan sisanya 5,4 persen yang tidak menyatakan pilihannya,” ujar peneliti LSI Fitri Hari di Jakarta, Kamis (2/10).

Survei LSI : Jokowi Masih Unggul, Prabowo Masih Punya Peluang

KONFRONTASI-Publik yang mendukung pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Jusuf Kala mencapai 35,42 persen, sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 22,75 persen. Massa mengambang atau belum menentukan pilihan terhadap pasangan capres tertentu mencapai 41,80 persen, ini yang dinyatakan oleh Hasil riset terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Peneliti LSI Ade Mulyana dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (30/5/2014) mengatakan, massa mengambang di atas 40 persen adalah jumlah yang besar yang bisa mengubah peta kemenangan.