11 December 2019

Survei

Cenderung Timbulkan Konflik, Lieus Minta KPI Hentikan Penayangan Quick Count

KONFRONTASI- Kontroversi hasil quick count enam lembaga survei yang ditayangkan hampir semua stasiun televisi di Indonesia tidak hanya menimbulkan keresahan di asyarakat, tapi juga mengundang timbulnya konflik horizontal. Pasalnya, quick count enam lembaga survei itu berbeda jauh dengan quick count lembaga surve lainnya. Bahkan juga berbeda dengan real count yang diselenggarakan oleh masing-masing partai peserta pemilu dan pendukung capres.

Ada Doktor Lulusan AS, Australia, Menipu Rakyat dengan Survei

KONFRONTASI- Ada Doktor lulusan AS, ada Doktor lulusan Australia di Lembaga Survei dan Konsultan Politik. Pulang ke Indonesia cari makan dengan cara menipu rakyat.

Gak malu pada putra putra bangsa generasi awal seperti Bung Hatta dkk, pulang dari sekolah di LN, mencerdaskan rakyatnya, agar mau merdeka dari penjajahan bangsa asing.
Mengajari rakyatnya bagaimana mengatur ekonomi koperasi agar bisa hidup mulia dan maju serta sejajar dan terhormat dengan bangsa lain.

Survei LKPI: Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Maruf

KONFRONTASI-Jika lembaga-lembaga survei lain dalam hasil surveinya memenangkan Jokowi-Maruf, berbeda dengan hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI). Dalam rilis hasil survei bertajuk "Menguji Pilihan Masyarakat Indonesia Terhadap Capres-Cawapres Pilpres 2019" paslon 01, Jokowi-Ma'ruf diprediksi kalah dari paslon 02 Prabowo-Sandi.

"Tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf hanya berkisar 40,9% dan Prabowo-Sandi 58,1%. Sementara yang tidak memilih 1%," kata Direktur Executive LKPI Tubagus Alvin pada Jumat (5/4).

LIPI: Survei Pesanan Harus Diwaspadai karena nyaris Semua Memihak Jokowi. Giring Suara ke Jokowi

Ngawurisasi Survei dan Koruf yang Tak Dikehendaki

Oleh: Edy Mulyadi

 

 

Jika saya yang sudah tua dan punya wajah biasa-biasa saja, di media sosial menulis, “Saya masih muda dan ganteng” artinya saya telah bohong. Berdosa. Untuk memperkuat kalimat tadi di akun facebook saya memasang foto cowok muda, atletis, dan ganteng (kaya raya pula) yang saya akui sebagai saya, maka perbuatan ini disebut menipu. Dosa juga.

Ini Tanda-tanda Kemenangan Prabowo (02), LIPI Warning akan Terjadi Migrasi Pemilih Besar-Besaran

KONFRONTASI- Menyaksikan dialog (live) Kabar Petang TvOne, Senin (25/3/2019) bertajuk ‘Migrasi Pemilih di Pilpres’ yang menghadirkan Gamal Albinsaid jubir Prabowo-Sandi dan Muh Shujahri, jubir milenial TKN Jokowi-Ma’ruf, rasanya, akan jatuh ‘martabat’ lembaga survei.

Apalagi, sebelum dialog, Dr Firman Noor, S.IP, MA (Hons), Kepala Pusat Penelitian Politik (P2P) yang diwawancara lewat telepon memberikan warning akan terjadinya migrasi pemilih besar-besaran dalam Pilpres nanti.

Survei Pilpres, Ilmiah atau Politis?

KONFRONTASI-Pollster atau lembaga survei kerap kali dianggap sebagai dukun peramal. Mereka memprediksi hasil akhir sebuah kontestasi politik menggunakan metodologi sampling yang dipelajari dalam ilmu statistika.

Survei tingkat keterpilihan kandidat atau elektabilitas memang telah menjadi hal yang populer dilakukan di negara-negara demokrasi – sekalipun konteks tersebut hanya bagian kecil dari survei opini publik yang umumnya dilakukan.

Pesan dari Survei Eep Saefulloh Fatah: Posisi Jokowi Sangat Rawan untuk Kalah 2019

KONFRONTASI- Hasil survei terbaru PolMark Indonesia menempatkan posisi Calon Presiden 01 Joko Widodo saat ini sangat rawan untuk kalah  karena tingkat elektabilitasnya hanya sebesar 40,4 persen. Sedangkan  dukungan untuk Prabowo cenderung naik cukup tajam.

Demikian pesan yang kita tangkap dari CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah saat memaparkan hasil survei PolMark pada Forum Pikiran, Akal dan Nalar di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (5/3/019).

Survei Jangan jadi Acuan Pemenang Pilpres

KONFRONTASI -  Pengamat politik Ujang Komarudin meminta pasangan calon, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak menjadikan hasil survei sebagai acuan dalam menentukan hasil akhir. Ia mengatakan banyak hasil survei yang tidak sejalan dengan fakta di lapangan.

Ngawurisasi Survei

Oleh Edy Mulyadi*

Jika saya yang sudah tua dan punya wajah biasa-biasa saja, di media sosial menulis, “Saya masih muda dan ganteng” artinya saya telah bohong. Berdosa. Untuk memperkuat kalimat tadi di akun facebook saya memasang foto cowok muda, atletis, dan ganteng (kaya raya pula) yang saya akui sebagai saya, maka perbuatan ini disebut menipu. Dosa juga.

Pages