sri mulyani

Aset Negara Banyak yang Hilang, Sri Mulyani 'Sentil' Era Soeharto: 30 Tahun Pak Harto Memimpin Tidak Ada Pembukuan, Tanah-tanah Dijual

KONFRONTASI -     Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan fakta upaya menyelamatkan keuangan negara melalui perbaikan pembukuan aset.

Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam unggahan Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman di akun Instagram @jubir_presidenri, Senin (19/10/2020).

Dalam video tersebut, tampak Sri Mulyani memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 25 September 2018 lalu.

"Mulainya Republik Indonesia enggak punya neraca," papar Sri Mulyani.

Utang Pemerintah Tembus Rp5.756 T, Rizal Ramli: Di Negara Lain Menterinya Bisa Dihukum!

KONFRONTASI-  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, secara nominal posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal karena pelemahan ekonomi akibat Covid-19 serta peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

Dimana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah sebesar Rp5.756,87 triliun per akhir September 2020. Adapun rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 36,41%.

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Inkonsisten, Fuad Bawazier: Sri Mulyani Lebih Baik Diam

KONFRONTASI-Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi pandemi yang dilontarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikritisi ekonom senior Dr Fuad Bawazier. Terlebih, Sri Mulyani dengan gampangnya mengubah prediksi yang sebelumnya dia lontarkan.

Pemulihan Ekonomi Tertahan, Sri Mulyani Salahkan Anies. Kok Gitu?

KONFRONTASI-Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta pada bulan September lalu diungkit Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberi pemaparan dalam Capital Market Summit & Expo 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (19/10).

Disebutkan Sri Mulyani bahwa tren pemulihan ekonomi tanah air sempat terkendala oleh “rem darurat” yang ditarik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sri Mulyani Cs Disebut Frustasi Kelola Ekonomi, Nih Penjelasan Faisal Basri

KONFRONTASI -   Ekonom Senior INDEF Faisal Basri memberikan sentilan kepada pengendali kebijakan ekonomi di Indonesia. Tak terkecuali Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Faisal menilai pemerintah frustasi dalam mengelola ekonomi di tengah pandemi virus corona (covid-19). Sebab, para pengendali kebijakan ini tidak memiliki cukup kuasa untuk mengkontrol dan mengatasi sumber masalah dari covid ini

Sri Mulyani Curhat Dipermalukan Bos Bank Dunia karena Stunting di RI

KONFRONTASI -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki pengalaman yang kurang mengenakkan saat pertama kali bekerja di World Bank (Bank Dunia). Semua itu gara-gara stunting.
Sri Mulyani menceritakan saat baru dua bulan bekerja sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dia merasa dipermalukan oleh Presiden Bank Dunia kala itu Jim Yong Kim. Kim yang juga seorang dokter menegur Sri Mulyani karena angka stunting Indonesia terbilang tinggi.

Menkeu Sudah Keluarkan Semua Jurus, Tapi Kocek Negara Tetap Jebol

KONFRONTASI-Sudah banyak jurus yang dikeluarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menyelamatkan ekonomi kita. Namun nyatanya, kocek negara jebol Rp 500 triliun.

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menyentuh level Rp 15 ribu. Sri Mul yang sebelumnya selalu optimis, akhirnya pasrah juga. Ekonomi Indonesia dipastikan masuk resesi akhir September nanti.

Kabar resesi dari Sri Mul ini tentu mengejutkan. Soalnya dari awal Sri Mul selalu menyimpan sedikit optimisme dalam melihat pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini.

Menkeu Sri Mulyani Pastikan Indonesia Resesi, Ini yang Bakal Terjadi

KONFRONTASI -   Ekonomi nasional dipastikan mengalami resesi pada kuartal III-2020 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut para ekonom, kondisi tersebut akan berdampak pada pelemahan daya beli hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Pastinya daya beli akan tambah melemah," kata Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto seperti melansir detik.com, Selasa 22 September 2020.

Pages