17 July 2018

sri mulyani

Mengerikan, Akrobatik Statistik Sri Mulyani Mengilusi Publik

KONFRONTASI -   KEMENTERIAN Keuangan menggembar-gemborkan surplusnya indikator keseimbangan primer atau primary balance. Dikatakan di laman resmi Kemenkeu (26/6), telah terjadi surplus dalam keseimbangan primer sebesar Rp 18 triliun.Sebagai informasi, keseimbangan primer merupakan total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Apabila nilai keseimbangan primer negatif/defisit, maka pemerintah harus menerbitkan utang baru untuk melunasi utang lama.

Terkonfirmasi, Eks Deputi AMK BPPN Benarkan Sri Mulyani Jual Aset Petambak Rp 220 M

KONFRONTASI-Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pemberian SKL BLBI mengungkap fakta baru adanya penjualan aset petambak yang menyusut. Ihwal adanya hal ini dikatakan mantan Deputi Aset Manajemen Kredit (AMK) Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Muhammad Syahrial. 

Rizal Ramli: Masuknya IMF Memperburuk Krisis Ekonomi Indonesia. Keterlibatan Boediono, Sri Mulyani dalam kasus BDNI/BLBI Diungkap

KONFRONTASI- Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli mengungkapkan peran IMF, Menkeu Boediono, Menko Dorodjatun dan Menkeu Sri Mulyani  dalam kasus korupsi BDNI dan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Kehadiran IMF (International Monetary Fund) membuat krisis ekonomi 1998 lebih buruk dan Indonesia makin terpuruk. maka kalau ada para pejabat Indonesia yang mau mengundang  IMF, kita tangkap saja karena mereka pasti  bermental komprador dan merusak ekonomi kita.

KPK Dalami Lebih Jauh Peran Sri Mulyani di Skandal BLBI

KONFRONTASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami lebih lanjut terkait peran mantan Menteri Keuangan tahun 2007 Sri Mulyani dalam skandal korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia menyampaikan bahwa kesaksian Rizal Ramli di persidangan menjadi pegangan untuk kemudian membuka opsi bagi Jaksa dan Penyidik mengembangkannya.

Sindir Sri Mulyani, RR: Semua Indikator Negatif, Kok Ngaku Kelola Ekonomi dengan Prudent?

KONFRONTASI-Ekonom senior eks Menko Perekonomian, Rizal Ramli, mengatakan, pengelolaan ekonomi tidak bisa dibilang prudent jika semua indikator, kecuali primary balance, terdeteksi negatif.

"Lihat semua indikator negatif, except primary balance. Ini yang menyebabkan badan ekonomi Indonesia lemah," katanya.

Akrobat Statistik Sri Mulyani, Ilusi yang Mengelabui

Oleh: Gede Sandra

KEMENTERIAN Keuangan menggembar-gemborkan surplusnya indikator keseimbangan primer atau primary balance. Dikatakan di laman resmi Kemenkeu (26/6), telah terjadi surplus dalam keseimbangan primer sebesar Rp 18 triliun.

Aset BDNI Dijual Murah, KPK Harus Periksa Sri Mulyani

KONFRONTASI-KPK sudah semestinya memeriksa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sebab, penjualan aset Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dengan harga murah oleh Sri, disinyalir kuat berbau korupsi dan merugikan keuangan negara.

Rizal Ramli: Sri Mulyani Selalu Klaim Tata Kelola Ekonomi Prudent. Itu Manipulatif !

KONFRONTASI- Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli (RR)  mengungkapkan bahwa Menkeu Sri MUlyani Indrawati (SMI) terus mengatakan bahwa tata kelola ekonomi sudah hati-hati (prudent). Itu klaim dan manipulatif.
‘’Apanya yangg hati-hati, apanya yang prudent? Resiko dan credit default swap (CDS) Indonesia terus naik dari 80-an Jan 2018 ke 136. Trade & Current Account, BOP defisit. Dan pinjaman dollar  tinggi, itulah kenapa Rupiah terus melemah.’’ kata RR dalam twiternya semalam.

Skandal BDNI, KPK Tidak Boleh Tebang Pilih dan Memihak Sri Mulyani. SMI Kandidat Cawapres Jokowi yang Harus Diperiksa KPK

KONFRONTASI- Kesaksian mantan Meko Perekonomian Dr. Rizal Ramli di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/7), diyakini memiliki dasar yang sangat kuat. Kemarin, RR dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada Sjamsul Nursalim terkait pinjaman Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) mengatakan, langkah aneh Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang menjual aset Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) sebesar Rp 220 miliar merugikan negara lebih dari Rp 4 triliun.

Rizal Ramli: Aneh Bin Ajaib, Aset 4,5 Triliun Dijual Rp 200 Miliar Oleh Sri Mulyani

KONFRONTASI- Mantan Menko Ekuin sekaligus Ketua KKSK Rizal Ramli (RR) yang dihadirkan KPK dalam persidangan mengatakan,  aset BDNI yang diserahkan BPPN kepada Kementerian Keuangan pada tahun 2005 senilai Rp 4,5 triliun. ''Aneh bin ajaib pada tahun 2007 aset tersebut dijual hanya Rp 200 miliar oleh Menteri Keuangan yang saat itu dijabat Sri Mulyani,'' ujar RR.

Pages