21 September 2019

sri mulyani

Bisnis Properti Tak Bergairah, Menkeu Sri Ngeluh

KONFRONTASI-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyayangkan kinerja industri properti yang masih kurang bergairah. Industri properti yang hanya tumbuh di kisaran 3,5% dalam lima tahun terakhir dinilai tak banyak berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.

Sri Mulyani mengatakan, angka pertumbuhan industri properti yang hanya sekitar 3,5% itu jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5%.

Menkeu Sri Mulai Was-was dengan Kenaikan Harga Minyak Dunia

KONFRONTASI-Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati bilang, pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi yang memengaruhi produksinya.

"Yang harus kami perhatikan mungkin lebih kepada dampak jangka menengah-panjang yaitu dinamika stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Ini Alasan Sri Mulyani Naikan Cukai Rokok Tinggi: untuk Keseimbangan Ekonomi

KONFRONTASI - Menteri Keuangan (Memkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan keputusan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen sudah mewakili banyak dimensi untuk memberikan keseimbangan sektor ekonomi.

"Oleh karena itu mencari keseimbangan di antara seluruh kepentingan itu menjadi sangat penting," kata Sri Mulyani setelah melantik pejabat eselon III di Gedung Dhanapala di Jakarta, Selasa.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah mempertimbangkan sejumlah hal sebelum memutuskan menaikkan tarif cukai rokok.

Sri Mulyani "Was-was" dengan Lonjakan Harga Minya Dunia

KONFRONTASI - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi yang mempengaruhi produksinya.

"Yang harus kami perhatikan mungkin lebih kepada dampak jangka menengah-panjang yaitu dinamika stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa.

PKB Kritik Sri Mulyani: Kenaikan Cukai Tembakau Mematikan Petani dan Pekerja

KONFRONTASI - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta  Menteri Keuangan Sri Mulyani agar mempertimbangkan rencana kenaikan cukai tembakau sebesar 23 persen untuk tahun anggaran 2020. Rencana ini dinilai akan memukul petani tembakau dan pekerja pabrik rokok.

Ketua DPP PKB bidang Ketenagakerjaan dan Migran Dita Indah Sari mengatakan, kenaikan ini terlalu besar, lebih dua kali lipat dari kenaikan pada tahun 2018 yang rata-rata sebesar 10.48 persen.

Cukai Rokok Resmi Naik, Harga Eceran Melambung 35 Persen

Konfrontasi - Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok sebesar 23 persen. Kenaikan cukai rokok juga akan diikuti dengan harga di tingkat eceran, yaitu sebesar 35 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kenaikan cukai rokok dan harga jual eceran ini mulai berlaku 1 Januari 2020, dan akan ditetapkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK). Ia juga mengaku penerimaan negara setelah kenaikan cukai rokok diperkirakan sebesar Rp173 triliun.

Tahun Depan Cukai Rokok Naik 23 Persen, Salah Satunya Kurangi Konsumsi

Konfrontasi - Pemerintah akan menaikan cukai rokok pada 1 Januari 2020. Namun, kenaikan tersebut tidaklah sembarang hitung-hitung belaka.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah melihat dari berbagai aspek dalam rangka untuk menentukan kebijakan yang baik. Kebijakan cukai ini memang bertujuan untuk 3 hal.

“Dalam hal ini untuk mengurangi konsumsi, kedua untuk mengatur industrinya, dan ketiga adalah penerimaan negara,” ujarnya di Istana, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Rizal Ramli: Menkeu Terbalik Sri Nambah Beban Rakyat dengan Timbunan Utang, Yield Kemahalan

KONFRONTASI- Sebagai Menkeu SBY (2006-10), SMI terbitkan utang 454,9 Triyun dgn yield kemahalan sehingga nambah beban rakyat 199,7T. Sbg Menkeu JKW (2006-19) Menkeu Sri terbitkan utang 790,7 T dengan yield kemahalan shg nambah beban rakyat 118T. Total Menkeu ‘Terbalik’ untungkan kreditor, rugikan rakyat 317,7 Ttilyun. Semua utang itu jadi  beban rakyat.

Masyarakat banyak yang belum memahami dampak kebijakan Sri Mulyani selama menjadi menteri keuangan sangat merugikan rakyat Indonesia.

Sri Mulyani Waspadai Sinyal 'Lampu Kuning' Bank Dunia

KONFRONTASI -    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai sinyal 'lampu kuning' dari Bank Dunia terkait perlambatan ekonomi dan risiko peningkatan aliran modal keluar (capital outflow) dari Indonesia. Namun, ia mengklaim pemerintah sudah menyadari langkah apa saja yang harus diambil untuk menangani risiko tersebut.

Sebelumnya, Bank Dunia sempat memberi sinyal 'lampu kuning' langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada pekan lalu.

Surat Terbuka untuk Menkeu: Sri, Sebenarnya Kerjamu untuk Siapa?

KONFRONTASI-Aku mau to the point saja. Sri, sebenarnya kamu kerja untuk siapa? Sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, bukankah semestinya kamu kerja untuk rakyat Indonesia? Bukankah gaji dan seabrek fasilitas serba wah yang kamu nikmati itu dibayari oleh rakyat Indonesia? Bukankah dalam sumpah yang kamu ucapkan waktu dilantik sebagai menteri antara lain berbunyi:

Pages