songket

Gabung WMM, Intan Merasa Bisnis Songketnya Makin Berkembang

KONFRONTASI- Intan Sari, pemilik Intan Songket Palembang, merasakan bisnisnya kian maju setelah bergabung dalam wirausaha muda mandiri (WMM). Bahkan, kini sudah memiliki tiga gerai di kota kelahirannya, Palembang.

WMM sendiri merupakan program dari Bank Mandiri untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi pengusaha kecil dan menengah. Program yang dijalankan meliputi coaching clinicmengenai bisnis dan pemasaran serta menyertakan dalam kegiatan pameran, baik di dalam maupun luar negeri.

Intan mengaku awalnya dalam menjalankan bisnisnya kurang percaya diri. Namun, setelah diajak temannya untuk mengikuti program WMM, dia akhirnya merasa tertantang agar bisa maju.

Ia melihat temannya yang usahanya jauh lebih maju setelah bergabung dalam program WMM sehingga hal ini yang memotiviasinya untuk bergabung di dalamnya.

Intan merupakan sosok pengusaha muda yang terus melakukan inovasi. Salah satu produk keluarannya kain songket dengan ukuran lebar 110 meter. Dengan ukuran ini, mudah dijahit untuk dijadikan busana.

Songket buatannya juga menggunakan motif limar yang selama ini jarang ditekuni para pengrajin lainnya.

Intan juga berani memadukan songketnya dengan atasan polos sehingga busananya tidak hanya untuk pesta, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari.

Intan yang menjual produknya mulai dari harga Rp350 ribu ini sudah memperkerjakan karyawan sebanyak 50 orang.

Manajemen Bank Mandiri berharap pengusaha muda di Palembang untuk bergabung ke dalam wadah WMM. Selain memiliki banyak manfaat, juga syarat untuk menjadi peserta sangat mudah.

Kain tenun Songket Intan sari merupakan peraih juara kedua kategori industri kreatif kelompok alumni dan mahasiswa pascasarjana pada ajang WMM

Terinspirasi dari para pedagang batik yang menyulap kain dengan model yang lebih modern, Intan pun menyulap kain songket Palembang menjadi model pakaian lebih terlihat fashionable (modis) dengan berbagai macam gaya.

Menurut Intan, tak hanya orang tua, remaja bahkan anak-anak pun kini senang menggunakan kain songket, baik untuk dipakai sehari-hari maupun pada acara tertentu.

Rasio Wirausaha

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, rasio wirausaha di Indonesia dibandingkan total populasi adalah 1,65 persen, atau masih di bawah rasio ideal 2 persen yang dibutuhkan sebuah negara yang bisa dikategorikan sebagai negara maju.

Kemenkop UKM menargetkan terbentuk 50.000 wirausaha baru untuk mencapai target dalam 5 tahun ke depan. Dalam kurun waktu 2015 s.d. 2019, pemerintah telah mencanangkan target 1.000.000 wirausaha baru dalam kurun waktu 2015 s.d. 2019

Pelaksanaan program WMM diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk menjadi generasi yang dapat menciptakan lapangan kerja yang peduli dan mau berkontribusi dalam pembangunan.

Sejak pertama kali digelar pada tahun 2007, lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tercatat menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta.

Dukungan Bank Mandiri bagi para pemenang ajang WMM ini meliputi pemberian penghargaan, pembinaan, dan pendampingan terhadap seluruh pesertanya. Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan bantuan modal usaha terhadap para peserta WMM.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) mengatakan bahwa kompetisi rutin ini sebagai ajang pencarian bibit wirausaha potensial untuk dikembangkan. Selain itu, diharapkan mampu berkontribusi membangun Indonesia.

Ajang ini memiliki misi untuk menyebarkan virus kewirausahaan dan inovasi kepada masyarakat agar tercipta wirausaha muda baru.

Ivan Gunawan Sedih Motif Tenun Kini Banyak Dihasilkan Mesin Cetak

KONFRONTASI-Desainer Ivan Gunawan mengingatkan agar motif tenun kain tradisional Indonesia jangan sampai diproduksi dengan cara dicetak (print).

"Jangan sampai motif tenun itu di-print, karena kalau motif tenun itu di-print, pada akhirnya para pengrajin akan makin ditinggalkan, karena ngeprint harganya lebih murah," kata Ivan di Makassar, Sabtu malam.

Ivan mengaku merasa sedih ketika melihat motif-motif tenun tradisional seperti songket diproduksi dengan mesin pencetak.

CTI Gelar Pameran Songket Sumatera

Konfrontasi - Kain tradisional memang sudah jarang dikenakan dalam keseharian warga perkotaan. Namun kehadirannya juga tidak bisa dikatakan punah. Terlebih dengan banyaknya pecinta pakaian nusantara yang giat menggalakkan eksistensi warisan leluhur tersebut.

Salah satu organisasi yang rutin melakukan pelestarian wastra adalah Cita Tenun Indonesia (CTI). ‎Asosiasi ini pun tengah berupaya untuk mengapresiasi salah satu kain tradisional, yakni songket dengan menghadirkan Festival Songket Sumatera, A Journey of Songket Sumatera di Museum Tekstil Jakarta.

Aktris dan aktor FFI 2014 kenakan songket

KONFRONTASI-Songket hasil industri kecil khas daerah menjadi primadona pilihan para aktris dan aktor pendukung di karpet merah Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang.

Ini terlihat dari sejumlah aktris dan aktor yang beraksi di Karpet merah Sabtu sore (6/12) itu, kata aktris Revalina S Temat di Palembang, Minggu.

Aktris Revalina memilih gaun songket berbenang emas sebagai bahan utama gaunnya yang anggun.

Kain dan selendang songket dipilih para aktris senior seperti Widyawati, Marini, Jajang C Noer, dan Christine Hakim untuk memperindah kebaya mereka.