Solo

Kini di Solo, Ada The Heritage Palace, Destinasi Wisata Baru Bergaya Eropa

KONFRONTASI -  Traveling ke tempat tempat dengan nuansa jadul sepertinya lagi trend sekarang ini. buktinya, di lokasi lokasi yang banyak gedung tua peninggalan belandanya, tempat tersebut laris di kunjungi para wisatawan untuk bernostalgia dan mengambil foto foto selfie instagramable. Di solo, baru baru ini hadir tempat wisata baru bertema jadul plus ada unsur eropanya.

Dari Solo kampung Jokowi, Gerak Jalan Ribuan Warga wujud Politik Simbolik ''Ganti Presiden 2019''

KONFRONTASI- Gerak jalan santai  ribuan warga di Solo , asal Jokowi, dengan seruan ‘’Ganti Presiden 2019’’ Minggu kemarin menjadi pesan simbolik bahwa di kampong halamannya saja, Jokowi sudah tidak diinginkan  warganya lagi akibat memburuknya ekonomi dan Islamphobia lingkaran Jokowi, suatu fakta rusaknya relsi Jokowi dengan kaum Muslim.  Di Jakarta, hari Minggu yang sama, jalan sehat car free day di Bundaran HI dan kawasan seputarnya diwarnai seruan warga ‘’Ganti Presiden 2019’’. Itu jelas bukan kebetulan.

Makna Politik Dari Solo sampai Jakarta: Rakyat Mau ‘’Ganti Presiden 2019’’, Serukan Perubahan

KONFRONTASI-  Di Solo (Surakarta) ribuan warga mengenakan kaus bertuliskan '#2019 Ganti Presiden'  mengikuti jalan sehat, Minggu (1/7/2018) pagi. Di Jakarta, pada hari yang sama capres Rizal Ramli dikerubuti warga yang mengucapkan kata ‘’ ganti presiden. presiden baru dan perubahan’’ ketika berbaur masyarakat dalam gerak jalan sehat  car free day di Bundaran HI dan kawasan sekitarnya.

Mengapa Rizal Ramli Memukau Generasi Masjid?

KONFRONTASI- Ekonom senior DR Rizal Ramli memukau peserta diskusi bertema "Membangun Ekonomi Bangsa dari Masjid" di Masjid Arofah, Gonilan, Kartasura, Solo (Sabtu, 28/4) saat menguraikan kebijakan ekonomi neoliberal yang menciptakan ketimpangan ekonomi. RR memukau karena mampu menjelaskan secara detail mengenai Neoliberalisme, dan dia juga memberi spirit kebangsaan dan solusi atas masalah ekonomi dan sosial-politik bangsa ini.

Tidak Mungkin Duet Solo-Solo ala Jokowi, Terlalu Beresiko, Ringkih dan Rentan, ungkap analis dan peneliti

KONFRONTASI-  Para aktivis dan analis menegaskan, tIdak mungkin duet  Solo- Solo dilakukan Presiden Jokowi. Memang beredar di medsos Jokowi diduetkan dengan sosok Jawa (Cak Imin, Muldoko, Wiranto) namun  rasanya terlalu dini meramalkan akan terjadi duet Solo- Solo sebab itu tidak mencerminkan semangat kebangsaan yang  baik, plural dan multikultural, hal itu juga terlalu beresiko, rentan dan ringkih.  ‘’Lagi pula itu melemahkan Jokowi sendiri menghadapi lawan politiknya.

Tak Direstui Orang Tua, Sejoli Asal Solo Ini Nikah di Kantor Polisi

Konfrontasi - Jumat (26/1/2018) pagi, seharusnya menjadi hari bahagia bagi pasangan Aditya Bagus Febriyanto, 27, warga Mojosongo, Jebres, Solo, dan Ratri Listyorini, 30. Keduanya berencana menggelar pernikahan tepatnya di Rumah Makan Pringsewu Jl Adisucipto, Jajar, Laweyan.

Namun demikian, acara sakral ini terpaksa dipindah lantaran orang tua mempelai laki-laki datang dengan marah-marah. Mereka menyatakan ketidaksetujuannya atas pernikahan sang anak dan memaksanya pulang. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, ijab kabul pun digelar di Mapolsek Laweyan.

Sebelum peristiwa itu terjadi, Aditya tampil rapi mengenakan jas berpeci warna hitam dan duduk di kursi. Di sebelahnya sang mempelai perempuan memakai kebaya warna hijau tua yang dipadukan dengan hijab warna senada. Mereka didampingi  keluarga sang pengantin perempuan.

Saat itu petugas penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Laweyan juga sudah siap menikahkan sejoli ini. Sayang, ijab kabul yang semestinya berlangsung khidmat berubah kacau. Orang tua dari keluarga mempelai laki-laki datang marah-marah. Mereka adalah bapak dan ibu pengantin laki-laki, Sumarso dan Endang. Keduanya menarik Aditya untuk membatalkan pernikahan dan pulang ke rumah.

Melihat suasana semakin tidak kondusif, salah seorang tamu undangan menghubungi Polresta Solo. Sebanyak 10 orang anggota Unit Samapta Bhayangkara (Sabhara) datang untuk mengamankan Sumarso dan Endang ke Mapolsek Laweyan.

Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso, kemudian memediasi antara Aditya dengan kedua orang tuanya. Namun, mediasi yang berlangsung sekitar 30 menit itu tanpa hasil. Sang ayah dan ibu pengantin lelaki bersikukuh tak merestui anaknya menikah.

Petugas KUA Laweyan menikahkan pasangan Aditya Bagus Febriyanto, 27, dan Ratri Listyorini, 30, di Mapolsek Laweyan, Jumat (26/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/SOLOPOS)

“Saya tetap tidak menyetujui dia [Aditya] menikah dengan Ratri. Anak saya sifatnya berubah setelah berpacaran dengan Ratri,” ujar Endang, kepada wartawan.

Saran Zulkifli Hasan Pemerintah Bisa Turunkan Harga Beras

Konfrontasi - Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berharap pemerintah mengoptimalkan stok beras yang ada pada Perum Bulog untuk menurunkan harga beras. Harga beras melonjak belakangan ini dan pemerintah memutuskan mengimpor sekitar 500.000 ton beras.

"Saya tadi ke Pasar Gede, sempat ngobrol dengan para pedagang. Ternyata di sini kenaikan harga beras sekitar Rp2.000-2.500/kg," kata Hasan yang juga ketua umum DPP PAN itu, di Solo, Minggu (14/1/2018).

Pengakuan Warga Terhadap Rumah Diduga Pabrik PCC di Solo

Konfrontasi - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggerebek sebuah rumah di Jalan Setia Budi Nomor 66 Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo. Tetangga sebelah rumah mengaku seringkali mendengar suara aneh dan cenderung gaduh dari dalam rumah tersebut.

"Sering dengar suara dug-dug," ungkap Karwanto, penjaga rumah sebelah lokasi rumah diduga pabrik PCC kepada wartawan, Minggu, 3 Desember 2017.

BNN Tangkap 5 Orang di Rumah Diduga Pabrik Pil PCC di Solo

Konfrontasi - Aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menangkap lima orang dalam penggerebekan sebuah rumah milik Siti Masifa, 63, di Jl. Setia Budi No. 66, Cinderejo Lor, Gilingan, Banjarsari, Solo, yang diduga dijadikan lokasi pembuatan pil paracetamol cafein carisoprodol (PCC), Minggu (3/12/2017).

Dari Solo, Ribuan Orang ke Jakarta Ikut Aksi Reuni 212

Konfrontasi - Ribuan orang berangkat dari Solo menuju Jakarta untuk ikut aksi reuni 212 yang digelar pada Sabtu, 2 Desember 2017. Massa yang akan ikut serta aksi 212 ini berasal dari berbagai elemen yang tergabung dalam Dewan Kota Surakarta.

Pantauan yang dilansir VIVA, para peserta ini tampak berkumpul di kawasan SPBU Jongke, Pajang, Solo. Setelah semua peserta kumpul, selanjutnya masuk ke bus sesuai dengan rombongannya masing-masing.

Pages