Sjamsul Nursalim

Jokowi Blunder, Sjamsul Nursalim Sudah Bebas Kok Mau Ditagih

KONFRONTASI -   Langkah Presiden Joko Widodo membentuk Tim Satgas Hak Tagih dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dianggap kurang tepat dan blunder.

Pakar politik dan hukum daru Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam menilai pemikiran Jokowi terbalik dan kurang tepat dalam mengeluarkan kebijakan pembentukan tim tagih BLBI.

"Menurut saya Jokowi lagi-lagi membuat kebijakan yang kurang tepat dan blunder," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/4).

Skandal BLBI: Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim Jadi Buronan Interpol

KONFRONTASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat kepada National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia perihal bantuan pencarian melalui "red notice" atau daftar merah terhadap tersangka Sjamsul Nursalim (SJN) dan istrinya Itjih Nursalim (ITN).

Sebelumnya, KPK juga telah mengirimkan surat kepada Kapolri terkait Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua tersangka tersebut.

Periksa Sjamsul Nursalim, KPK Koordinasi dengan CPIB Singapura

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi pilihan untuk pengusaha kakap pasangan suami istri, Sjamsul dan Itjih Nursalim, tersangka kasus dugaan korupsi SKL BLBI.

Pascadimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), KPK makin giat memburu keberadaan Sjamsul dan Itjih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kalau bisa didatangkan itu lebih baik Kalau tidak bisa misalnya diperiksa di kantor CPIB Singapura itu juga akan membantu," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan di KPK, Selasa (1/10/2019) kemarin.

Sjamsul Nursalim dan Istri Resmi Jadi Buronan KPK

KONFRONTASI -  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan lembaganya telah memasukkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua tersangka kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesi (BLBI) Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim.

"Iya, DPO iya," kata Saut di gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/8/2019)

Lebih lanjut, Saut juga menyatakan lembaganya telah menyiapkan pengiriman surat permintaan DPO kepada Interpol untuk dua tersangka itu.

KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim Buronan Kasus BLBI

Konfrontasi - Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menetapkan pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron terkait kasus dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Iya sudah. Iya DPO iya," tutur Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

KPK akan Sita Aset Sjamsul Nursalim untuk Kembalikan Kerugian Negara

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi sejumlah aset milik tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sjamsul Nursalim. KPK akan menyita aset tersebut untuk mengembalikan kerugian keuangan negara.

"Asset tracing (penelusuran aset) sudah kami lakukan dan kami sudah mulai menemukan beberapa aset yang diduga milik dari tersangka, atau pun yang diduga terkait atau terafiliasi dengan tersangka atau perkara ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Namun, Febri masih enggan memberikan keterangan lebih rinci aset-aset milik Sjamsul Nursalim ‎tersebut. Sebab, aset tersebut masih masuk dalam proses penyidikan.

"Secara lebih rinci tentu kami belum bisa menyampaikan karena proses penyidikan tersebut masih berjalan," tutur Febri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sjamsul memiliki sejumlah bisnis di bidang properti, batu bara dan ritel. Salah satu perusahaa yang dimiliki Sjamsul Nursalim yakni Gajah Tunggal Group (GJTL).

Nama Sjamsul memang tid‎ak tertera sebagai pemilik Gajah Tunggal. Namun, kuat dugaan Sjamsul merupakan pemilik produsen ban tersebut. Gajah Tunggal sendiri memproduksi sejumlah merk ban seperti GT Raian, IRC, dan Zeneos.

Gajah Tunggal juga memiliki sejumlah anak usaha diantaranya, PT Softex Indonesia, PT Filamendo Sakti, dan PT Dipasena Citra Darmadja. Selain itu, Sjamsul juga memiliki saham di Polychem Indonesia yang sebelumnya bernama GT Petrochem.

Sjamsul juga disinyalir memiliki saham mayoritas di Mitra Adiperkasa, usaha tersebut menaungi sejumlah merk ternama seperti Sogo, Zara, Sport Station, Starbucks, hingga Burger King. Tak hanya itu, Sjamsul juga memiliki saham di Tuan Sing Holding, perusahaan properti yang berbasis di Singapura.

Sjamsul Nursalim Korupsi Rp4,58 T 21 Tahun Lalu

KONFRONTASI - Pemegang saham Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim resmi menyandang status tersangka di KPK. Bersama sang istri, Itjih Nursalim, Sjamsul disangka mengkorupsi uang sebesar Rp4,58 Triliun dari penerbitan SKL BLBI.

Bagaimana alur cerita keduanya disangka melakukan korupsi pada kasus yang sudah berlalu 20 tahun lamanya.

Sjamsul Nursalim Sudah Berstatus Tersangka

KONFRONTASI - Komisi Pemberantasan Korups (KPK) menyatakan pengusaha Sjamsul Nursalim sudah menyandang status tersangka korupsi atas penerbitan Surat Keterangan Lunas BLBI.

Penetapan tersangka itu berdasarkan hasil gelar perkara atau hasil pengembangan perkara terpidana Syafruddin Arsyad Temanggung.

"Ya sudah (tersangka)" kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata kepada wartawan di Markas KPK, Selasa (28/5/2019) malam.

Pages