2 April 2020

Singapura

Vakum Sejak Akhir Januari, Denada Kesulitan Penuhi Biaya Hidup

Konfrontasi - Pandemi corona dirasakan efeknya oleh semua pihak termasuk Denada. Banyak pekerjaan Denada yang harus dibatalkan. Ia tidak lagi aktif di panggung hiburan sejak akhir Januari karena banyak acara yang dibatalkan. 

"Banyak Mas. Pekerjaan TV, beberapa off air, pekerjaan influencer dan KOL. Pokoknya semenjak akhir januari, saya tidak ada penghasilan," kata Denada saat dihubungi wartawan, Jumat, 20 Maret 2020.

Jangan Tutup Mata, Pesan Singkat WHO Cegah Penyebaran Virus Corona: Tes,tes,tes

Konfrontasi - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO meminta semua negara meningkatkan kapasitas pengujian warga mereka sebagai cara terbaik untuk memperlambat kemajuan pandemi virus Corona COVID-19.

"Kami memiliki pesan sederhana untuk semua negara, tes, tes, tes," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam keterangan resminya baru-baru ini. 

Ekspor Masker dari Indonesia Kalahkan Ekspor Logam Mulia

Konfrontasi - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor masker dari Indonesia pada Februari 2020 mengalami lonjakan yang sangat tinggi ke sejumlah negara, khususnya Singapura, China dan Hong Kong. Kondisi itu terjadi di tengah mewabahnya Virus Corona (COVID-19) ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Singapura Ancam Penjarakan WN China Karena Berbohong Soal Corona

KONFRONTASI-Seorang warga negara China yang mengidap virus corona dikenai tuntutan hukum oleh pihak berwenang Singapura karena diduga memberikan keterangan palsu soal riwayat keberadaannya di Singapura.

Ia terancam hukuman penjara selama enam bulan.

Singapura mendapat pujian internasional atas penanganan teliti yang diterapkan dalam menanggulangi virus, termasuk dengan mengerahkan penyelidik polisi dan kamera keamanan untuk membantu melacak para tersangka pembawa virus.

Singapura Resesi, Peringatan Buat Sri Mulyani & Ekonomi RI

KONFRONTASI -    Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadikan Singapura sebagai barometer untuk pemerintah dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi, di tengah mewabahnya epidemi virus corona.

Dampak dari virus corona (COVID-19) telah mengganggu mata rantai ekonomi dunia. Virus ini sudah menjangkiti 72.300 ribu orang lebih dan menewaskan 1.867 orang, membuat banyak orang di China enggan keluar rumah dan tidak bekerja.

Semprul, Pengasuh Bayi Berikan 10 Jenis Obat Berbahaya

Konfrontasi - Kehadiran seorang pengasuh bisa membantu ibu bekerja dalam menjaga anak. Namun, ketika merekrut seorang pengasuh tentu kita harus melihat latar belakangnya terlebih dahulu.

Jangan sampai sang pengasuh itu malah membahayakan anak kita. Hal ini dialami oleh seorang ibu yang ada di Singapura, di mana dua anaknya yang berusia 5 bulan dan 11 bulan diberikan obat-obatan seperti obat tidur, obat untuk kegelisahan dan antihistamin.

Google Hapus 600 Iklan Aplikasi yang Mengganggu, Kebanyakan dari China

Konfrontasi - Google menghapus sedikitnya 600 aplikasi mengganggu dari toko aplikasi Play Store. Tak hanya itu, pengembang aplikasi-aplikasi ini juga diblokir.

Penghapusan ratusan aplikasi dari Play Store ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan penipuan iklan seluler yang sering terjadi.

Mengutip The Verge, Jumat (21/2/2020), kebijakan Google tidak mengizinkan adanya iklan yang ditampilkan ketika aplikasi tidak digunakan serta iklan yang menipu pengguna untuk mengklik secara tidak sengaja.

Bukan Hanya Singapura, Virus Corona Hantam Ekonomi Batam, Karyawan Terancam Dirumahkan

KONFRONTASI -   Bukan hanya Singapura, dampak virus Corona juga menghantam perekonomian Batam.

Khusus di Batam, warga Batam juga sedang mempersoalkan PMK 199 Tahun 2019.

Dampak virus Corona memang merambah ke ekonomi.

Dolar Singapura terperosok bahkan diramalkan akan mencapai level terendah sejak 2017.

Sejumlah perusahaan  di Batam kehabisan bahan baku produksi.

Selain itu, tenaga ahli yang berasal dari China tidak bisa datang sehingga kegaiatan produksi terhenti.

Corona Bikin Panik, Warga Singapura Borong dan Timbun Makanan

KONFRONTASI-Kepanikan dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu di Singapura, terkait dengan penyebaran virus Corona jenis baru. Warga Singapura dilaporkan telah memborong bahan-bahan makanan dan sanitasi di pusat perbelanjaan di negara tersebut. Dengan menimbun bahan pangan, mereka dapat mengamankan diri di dalam apartemen atau rumah mereka masing-masing.

Singapura Siaga Corona, Tunda Dulu Perjalanan yang Tidak Penting

KONFRONTASI-Singapura kini siaga corona! Meningkatnya jumlah kasus, membuat negeri itu menaikkan kesiagaan pada virus yang telah membunuh 600-an orang di secara global.

Apalagi, pada Jumat (7/2/2020), ditemukan lagi tiga kasus baru. Ini menjadikan ada 33 penderita yang positif corona di negeri jiran itu.

"Karena sekarang ada beberapa kasus lokal tanpa kaitan dengan kasus-kasus sebelumnya atau sejarah perjalanan ke China, kami telah meningkatkan penilaian risiko kami," kata pejabat Singapura dikutip Reuters.

Pages