27 January 2020

Sibolga

Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Pejabat Ini Jatuh dan Meninggal Dunia

Konfrontasi - Kabar duka datang dari Sibolga, Sumatera Utara. Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga, Syariful Harahap, meninggal dunia.

Dia mengembuskan nafas terakhirnya saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Simaremare, Kamis (1/6).

Menurut Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori yang mengaku menyaksikan kejadian tersebut, saat itu acara penghormatan bendera sedang berlangsung.

Almarhum yang bertubuh gempal tersebut tiba-tiba terjatuh. Dia yang melihat almarhum terjatuh langsung berusaha memberikan pertolongan. Beberapa peserta upacara lainnya yang ada di tribun juga ikut menolong.

“Pas hormat bendera, brak, jatuh. Langsung saya bantu,” kata Jamil di rumah sakit.

Beberapa saat kemudian, ambulan datang dan membawa almarhum ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan intensif.

“Langsung dipasang oksigen di mobil (ambulan) itu,” ungkapnya seperti dikutip JPNN, Sabtu (3/6/2017).

Beberapa saat setelah tiba di rumah sakit dan mendapat pertolongan, pria yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Sibolga tersebut menghembuskan nafas terakhir.

Sebelum jenazah dibawa ke rumah duka di kawasan Terminal Sibolga, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk bersama rombongan SKPD dan Forkopimda sempat melayat ke rumah sakit. Tangis seketika terpecah saat kedatangan rombongan.

Menko Rizal Ramli: Kita Buat Ikan Sibolga Mendunia

KONFRONTASI - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan produksi ikan di Sibolga berhasil meningkat dua kali lipat menjadi 400 ton tahun ini dari sebelumnya yang hanya mampu di angka 200 ton. Hal ini membuat Rizal optimis dengan masa depan ikan Sibolga yakni harganya yang murah.

Mie Gomak, Racikan Spaghetti Ala Sibolga

Konfrontasi -  Makanan yang terkenal sebagai masakan khas daerah dari tanah Batak Toba, Sibolga dan Tapanuli adalah Mie Gomak.

Mengenai asal usul sebutan untuk menu ini beragam versi. Sebagian menyebutkan, mungkin karena cara penyediaannya digomak-gomak (digenggam pakai tangan) hingga sampai saat ini disebut mie gomak, meski pun pada akhirnya tidak menggenggamnya dengan tangan di saat menghidangkannya.