22 July 2018

Setnov

Kandang Banteng Diserang Setnov, Apakah Peta Koalisi Jokowi Berubah?

KONFRONTASI -  Bola panas korupsi e-KTP semakin mengarah kepada partai banteng, PDIP. Hal ini tampak dalam pernyataan terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto (Setnov) dalam sidang lanjutan pemeriksaan terdakwa kasus ini di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Kamis (22/3) lalu.

Keterangan Setnov adalah Rangkaian Drama, Sebut Pengamat

KONFRONTASI -  Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, menilai pernyataan terdakwa kasus KTP-el, Setya Novanto (Setnov) dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamia(23/3) lalu, merupakan sebuah drama. Menurutnya, kesaksian Setnov tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian drama yang dia lakukan sebelumnya.

 

"Ini 'nyanyian' Setnov merupakan sebuah drama," ujar Masinton dalam diskusi bertajuk 'Nyanyian Ngeri Setnov' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3).

Tertangkapnya Fayakhun Disebut Tersangkut Kasus Bakamla, Setnov: Kok Selalu Menghubungkan Nama Saya?

KONFRONTASI -  Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) membantah ikut dalam proyek Badan Keamanan Laut (Bakamla). Ia juga mengaku tidak mengetahui proyek tersebut.

"Saya tidak pernah tahu urusan Bakamla, tidak pernah tahu urusan Bakamla," kata Setnov di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Pandangan Teuku Syahrul Ansari soal Setya Novanto sebagai ' justice collaborator'

KONFRONTASI- Advokat Teuku Syahrul Ansari menegaskan Setya Novanto (Setnov) bisa jadi  'justice collaborator' kalau berhasil membongkar jaringan korupsi yang lebih besar dan pelaku korupsi yang lebih besar sebagai fakta baru dalam kasus korupsi E-KTP. ‘’ Novanto sebaiknya bisa mengungkap pelaku utama dan jaringannya yang lebih besar untuk dibuka kepada KPK dalam kasus E-KTP,’’ kata  Syahrul Ansari jebolan pasca sarjana FH-UI.

Aneh Keinginan Setnov Jadi Justice Collaborator, Sebut Mahfud MD

KONFRONTASI -  Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai keinginan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) menjadi justice collaborator kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sebagai sesuatu yang aneh.

"Agak aneh. Setnov dulu melakukan segala cara dan alasan utk menyatakan dirinya bersih, tak ada korupsi di e-KTP. Loh, skrang mau jadi justice collaborator (JC). JC," tulis Mahfud MD dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, Jumat (12/1/2018).  

Korupsi E-KTP Setnov: Kerugian Negara Dibongkar

JAKARTA-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah adanya perselisihan kerugian keuangan negara dalam dakwaan Setya Novanto dengan dua dakwaan terdakwa e-KTP lainnya.

Menurut Jaksa Wawan Yunarwanto, eksepsi terdakwa Setya Novanto yang mempermasalahkan selisih kerugian keuangan negara tidak benar. Sebab, BPKP telah melakukan audit kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi e-KTP.

Setya Novanto, Korupsi dan Karir Politik yang Kelam

KONFRONTASI-Setya Novanto, politisi kawakan asal Partai Golkar, terus menjadi sorotan. Mulai dari berbagai kasus hukum yang menyeret namanya, hingga kelihaiannya dalam berpolitik. Berkiprah di Senayan sejak 1999, kini perjalanan karier politik Novanto terancam kandas. Kasus dugaan korupsi proyek e-KTP menghentikan sepak terjang Setya Novanto di panggung politik. Mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua DPR, Novanto juga harus rela kehilangan jabatan prestise sebagai Ketua Umum Partai Golkar.  

KPK Jangan Amputasi Kasus E-KTP Di Setnov!, Desak KOMPAK

KONFRONTASI -  Sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Komando Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), siang ini, Senin (18/12).

Mereka melayangkan protes kepada KPK karena tebang pilih dalam memeriksa pelaku di kasus megakorupsi korupsi KTP elektronik.

Menurut mereka, selain Setya Novanto, masih ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. Namun demikian, lembaga anti rasuah itu tidak memproses orang-orang yang diduga terlibat tersebut.

Teuku Syahrul Anshari : Kasus Setnov, Ada Sesuatu Dibalik Mundurnya Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi

 KONFRONTASI- Mundurnya pengacara Fredrich Yunadi sebagai kuasa hukum Setya Novanto, juga mundurnya Otto Hasibuan, makin meyakinkan publik  bahwa ada  sesuatu, ada masalah berat di balik kasus Novanto. Bisa jadi ada hal-hal yang dianggap  tidak jujur, tidak  transparan dan persoalan lain yang membuat kedua pengacara itu mengundurkan diri. Tentu, spekulasi dan tanda tanya dari publik tak terelakkan mencuat karena  kasus besar Novanto  sudah menyita perhatian publik

Golkar Terpuruk, Setya Novanto harus Mundur dari Golkar dan DPR. Maukah?

KONFRONTASI- Ditahannya Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkaitan dengan kasus dugaan korupsi KTP-el punya dampak terhadap partai Beringin. Yakni elektabilitas partai kian merosot.

Ketua Kosgoro 1957 Lamhot Sinaga meyakini, dalam waktu dekat Novanto akan mundur dari jabatan ketua umum. Namun Lamhot tidak bisa memastikan kapan waktu pastinya.

Pages